Menjalani status sebagai vegetarian sering kali membikin cemas ketika berkedudukan sebagai ibu menyusui. Sebenarnya, bisakah ibu vegetarian menyusui dengan optimal? Ini penjelasannya.
Konsisten menjalani pola hidup vegetarian mungkin tidaklah mudah. Adakalanya, kekhawatiran pun muncul lantaran penganut vegetarian mengecualikan semua produk hewani termasuk daging, produk susu, telur, dan lainnya. Sementara, asupan tersebut banyak dibutuhkan ketika mereka sedang menyusui, Bun.
Ya, seperti diketahui bahwa kebutuhan bakal banyak nutrisi terus meningkat selama menyusui untuk memberikan nutrisi krusial yang cukup bagi perkembangan bayi.
Ibu vegetarian menyusui, amankah?
Menurut CDC, ibu menyusui umumnya memerlukan lebih banyak kalori untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menyusui. Ada tambahan sekira 330 hingga 400 kkal per hari yang direkomendasikan untuk ibu menyusui agar bisa memenuhi gizi dengan baik.
Selain itu, kebutuhan bakal banyak mikronutrien juga meningkat lantaran dibutuhkan untuk sekresi ke dalam ASI serta untuk mendukung kesehatan ibu menyusui, seperti dikutip dari laman Infantrisk.
Berikut ini sebagian mikronutrien spesifik yang mungkin kurang ada bagi mereka yang menjalani diet vegetarian sementara asupan ini dibutuhkan selama menyusui, Bun:
1. Yodium
Yodium merupakan komponen vital dari hormon tiroid tiroksin dan triiodothyronine. Kadar hormon tiroid ibu memengaruhi pertumbuhan janin dan perkembangan neurologis yang tepat selama kehamilan dan setelah lahir. Sumber makanan yodium meliputi ikan, kerang, rumput laut, dan garam beryodium.
Meskipun ASI mengandung yodium, konsentrasinya dapat bervariasi berasas kadar yodium ibu. Jika seorang wanita mengandung alias menyusui kekurangan yodium, janin alias bayi mungkin berisiko mengalami kekurangan yodium dan gangguan kognitif serta psikomotorik terkait.
2. Zat besi
Zat besi diperlukan untuk membikin hemoglobin, komponen dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, unsur besi juga mendukung perkembangan neurologis selama masa bayi dan anak usia dini.
Kekurangan unsur besi dapat menyebabkan kelelahan, anemia, dan gangguan perkembangan. Sumber makanan unsur besi dapat ditemui dalam daging, unggas, dan makanan kaya laut bakal unsur besi.
Ibu yang menjalani pola vegetarian dan bayinya mengalami akibat lebih tinggi mengalami kekurangan unsur besi dan anemia. Selama kehamilan, sebagian besar unsur besi ditransfer dari ibu ke janin pada trimester ketiga.
Ibu dengan persediaan unsur besi yang baik mentransfer unsur besi yang cukup kepada bayi baru lahir mereka yang cukup untuk memperkuat sekitar 6 bulan pertama kehidupan, sedangkan ibu dengan persediaan unsur besi rendah mentransfer lebih sedikit unsur besi kepada bayi mereka, yang kemudian lahir dengan persediaan unsur besi rendah.
3. Vitamin B12
Vitamin B12 (kobalamin) memainkan peran krusial dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme sel, kegunaan saraf, dan produksi DNA. Sumber makanan vitamin B12 terutama berasal dari makanan hewani, termasuk unggas, daging, dan ikan.
4. Vitamin D
Terpenuhinya vitamin D memang sangat dibutuhkan guna mendukung perkembangan tulang yang sehat dan mencegah rakhitis, suatu kondisi yang menyebabkan tulang lemah alias cacat.
Rakhitis akibat defisiensi vitamin D pada bayi yang disusui jarang terjadi, tetapi dapat terjadi jika bayi tidak menerima vitamin D tambahan dari makanan, suplemen vitamin D, alias paparan sinar mentari yang cukup. Sumber vitamin D dapat ditemui pada ikan, minyak hati, ikan berlemak, dan kuning telur.
5. Kalsium
Kalsium adalah mineral yang sama dengan vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan gigi. Kalsium juga mempunyai peran vital dalam pembekuan darah, membantu otot berkontraksi, dan mengatur ritme jantung normal serta kegunaan saraf.
Kekurangan kalsium di masa kanak-kanak dapat mengakibatkan mereka tidak bisa mencapai potensi tinggi badan dewasa sepenuhnya. Selain itu, perihal ini juga dapat mengakibatkan massa tulang rendah alias osteoporosis di kemudian hari.
Sumber kalsium yang baik meliputi banyak produk susu, serta beberapa sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan kangkung. Untuk menyerap kalsium, tubuh memerlukan vitamin D.
6. DHA
DHA adalah masam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan berlemak air dingin, termasuk salmon dan tuna. Asam lemak omega-3 baik untuk sistem kardiovaskular dan diperlukan untuk perkembangan neurologis bayi. Bayi memerlukan DHA, terutama selama 6 bulan pertama kehidupan, untuk perkembangan otak, mata, dan sistem saraf.
7. Kolin
Kolin adalah nutrisi krusial yang terlibat dalam banyak proses seperti struktur dan pengiriman pesan sel, transportasi dan metabolisme lemak, sintesis DNA, dan pemeliharaan sistem saraf.
Sumber makanan kaya kolin meliputi hati sapi, telur, dan ikan. Beberapa makanan nabati juga diketahui mengandung kolin namun jumlah yang sangat besar perlu dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan harian tersebut.
Kolin sangat krusial selama kehamilan, lantaran asupan yang rendah dapat meningkatkan akibat abnormal tabung saraf pada bayi yang belum lahir. Selain itu, kolin juga sangat krusial pada masa bayi saat otak terus tumbuh pesat.
Bisakah ibu vegetarian menyusui dengan optimal?
Diet vegetarian mungkin mempunyai beberapa kebaikan dan kondusif selama menyusui, Bunda. Namun, menghindari makanan yang berbasis hewani dalam diet bisa meningkatkan akibat kekurangan nutrisi. Ibu menyusui yang mengikuti pola diet ini juga berisiko mengalami penurunan asupan dan kandungan nutrisi krusial dalam ASI seperti yodium, DHA, vitamin B12, vitamin D, dan kolin.
Sementara itu, anak-anak yang mengonsumsi ASI dan kekurangna nutrisi krusial ini dapat berisiko mengalami kandas tumbuh, anemia, terjadinya keterlambatan perkembangan psikomotor, hipotiroidisme, dan rakhitis.
Di sisi lain, para ibu menyusui yang mengikuti diet vegetarian juga berisiko mengalami anemia dan osteoporosis. Karenanya, krusial bagi ibu menyusui yang mengonsumsi diet vegetarian untuk menyadari kebutuhan nutrisi krusial tersebut dan memenuhi tambahan dengan kebutuhan suplementasi.
Mengutip dari laman Peta bahwa The American Dietetic Association beranggapan bahwa diet vegetarian yang direncanakan dengan tepat termasuk diet vegetarian total dapat menyehatkan, cukup gizi, dan dapat memberikan faedah kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit tertentu.
Dan, diet vegetarian yang direncanakan dengan baik serta tepat untuk setiap perseorangan selama tahap siklus hidup, termasuk kehamilan, menyusui, bayi, anak-anak, dan remaja, dapat dilakukan ya, Bunda, termasuk selama menyusui.
Namun, ada baiknya untuk memastikan dengan baik sebelum menjalaninya. Pastikan untuk terus berkonsultasi dengan master agar dapat mengoptimalkan asupan nutrisi selama kehamilan dan saat menyusui demi kesehatan ibu dan juga kesehatan bayi.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·