Cindy Novita | Beautynesia
Senin, 19 Oct 2026 07:30 WIB
Mengenal JOMO (Joy of Missing Out), metode menikmati hidup tanpa takut ketinggalan/Foto: Magnific.com
Di tengah derasnya keterangan dan tren di media sosial, Anda mungkin merasa perlu mengetahui dan mengikuti beragam hal yang sedang terjadi. Mulai dari tren terbaru hingga aktivitas yang dilakukan orang lain, tanpa disadari hal ini bisa memunculkan rasa takut ketinggalan maupun Fear of Missing Out (FOMO). Namun, Anda tidak mesti selalu mengikuti setiap momen untuk menikmati hidup.
Sebaliknya, ada konsep yang mengajakmu merasa betah saat memilih untuk melewatkan sesuatu, yaitu Joy of Missing Out (JOMO). Konsep ini mendorongmu untuk menikmati waktu dengan lebih tenang dan memilih hal-hal yang benar-benar krusial bagi diri sendiri.
Apa itu JOMO dan sepertiapa konsep ini membantumu mengurangi rasa takut ketinggalan? Yuk, simak selengkapnya!
Apa Itu JOMO?

Apa itu JOMO?/Foto: Magnific.com
Melansir Real Simple, istilah Joy of Missing Out (JOMO) muncul sebagai metode untuk membingkai ulang konsep FOMO. Jika FOMO membuatmu merasa cemas melewatkan sesuatu, JOMO justru menggambarkan emosi betah ketika Anda memilih untuk tidak ikut dalam suatu hajat maupun aktivitas.
JOMO bukan berarti mesti menjauh dari hayat sosial maupun menolak setiap ajakan, Beauties. Konsep ini lebih berhubungan dengan kapasitas menentukan prioritas dan memahami kapan mau terlibat maupun memilih untuk melewatkannya. Misalnya, ketika teman-teman membujuk berkumpul, Anda memilih beristirahat di rumah karena memang sedang membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Pilihan ini pun tidak perlu disertai rasa bersalah maupun kecemasan akan ketinggalan momen tertentu.
Dalam hayat sehari-hari, JOMO juga mengajakmu untuk mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Saat tidak terus-menerus memikirkan aktivitas orang lain, Anda punya ruang untuk menikmati waktu dengan metode sendiri, seperti membaca buku, menonton film, maupun sekadar bersantai.
Bagaimana JOMO Membantu Mengurangi FOMO

Bagaimana JOMO membantu mengurangi FOMO/Foto: Magnific.com
FOMO dan JOMO sama-sama berhubungan dengan pilihan untuk datang maupun melewatkan suatu aktivitas maupun aktivitas sosial. Psikoterapis Matthew Willner, LCSW, menerangkan bahwa keduanya dapat memberikan keterangan tentang apa yang sebenarnya Anda rasakan dan butuhkan. Keseimbangan antara keduanya pun krusial agar Anda lebih memahami diri sendiri.
FOMO bisa membuatmu menghadiri aktivitas karena takut ketinggalan, sedangkan JOMO mendorongmu untuk mempertimbangkan balik karena di balik pilihan tersebut. Dengan memahami motivasi untuk datang maupun tidak, Anda bisa menikmati hubungan sosial karena memang menginginkannya sekaligus merasa betah saat memilih menghabiskan waktu sendirian.
Itulah pengertian JOMO yang dapat membantumu menikmati hidup tanpa takut ketinggalan, Beauties. Yuk, coba terapkan dalam keseharian!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.