Mengenal Subkultur Fashion Jepang, Mulai dari Gyaru hingga Visual Kei

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 45x dilihat
Mengenal Subkultur Fashion Jepang, Mulai dari Gyaru hingga Visual Kei

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Farah Rafalani | Beautynesia

Rabu, 21 Oct 2026 15:15 WIB

Mengenal Subkultur Fashion Jepang, Mulai dari Gyaru hingga Visual Kei

Kenalan dengan Subkultur Fashion Jepang, Mulai dari Gyaru sampai Visual Kei/ Foto: unsplash.com/Mircea Solomiea

Gaya berpakaian, utamanya street fashion di Jepang dikenal dengan ciri khas khas yang vibrant dan juga unik. Range corak yang ada sangatlah luas dan dipengaruhi oleh beragam aspek yang membikin corak tersebut berbeda, karena beberapa dari mereka tidak menganggap ini sebagai fashion saja melainkan bagiankecil dari corak hidup.

Penasaran apa saja sih style yang lahir dari subkultur Jepang hingga menjadi corak berpakaian yang khas? Yuk, kenalan dengan beberapa style-nya di sini!

1. Lolita Fashion

Ilustrasi lolita fashion/ Foto: unsplash.com/ooneiroslyl

Subkultur fashion ini merupakan salah satu style yang sudah dikenal hingga ranah internasional. Mengutip dari halaman Janbox, corak ini banyak terpengaruh dari era Victorian dan Rococo, dimana petticoat banyak digunakan untuk meng-emphasize bentuk A-line ataupun bentuk bel pada rok.

Umumnya, corak lolita mengedepankan elemen kawaii maupun keimutan. Dengan style yang  menyerupai boneka dengan penggunaan banyak renda dan pita di pakaiannya yang digunakan. Akan tetapi, sebenarnya lolita sendiri memiliki banyak cabang lainnya, lho. Seperti:

  • Sweet Lolita: Memiliki kesan innocent dan imut karena merupakan perpaduan Victorian dan kultur kawaii khas Jepang. Biasanya identik dengan warna pastel, motif fairytale, pita berukuran besar hingga boneka.
  • Gothic Lolita: Seperti namanya, terpengaruh dari corak gothic dari era Victorian. Gaya ini lebih cenderung menggunakan warna gelap dan menggunakan motif dan aksesoris bertema laba-laba, kelelawar dan icon gothic lainnya.
  • Ouji Lolita: Masih terinspirasi dari era Victorian juga, ouji lolita tampil berbeda karena lebih mengedepankan kesan boyish karena terinspirasi dari busana anak lelaki pada era tersebut.

2. Gyaru

Ilustrasi gyaru/ Foto: pinterest.com

Style yang satu ini dikenal dengan riasannya yang dramatis. Seperti dengan penggunaan bulu mata palsu yang panjang dan juga kuku palsu yang juga sama ramainya. Dikutip dari halaman Japan with Love, fashion gyaru ini dimulai pada tahun 1970an.

Saat itu, gyaru memiliki ciri khas kuat dengan kulit yang dibuat tan, rambut yang dicat terang dan tidak ketinggalan makeup yang dramatis. Style ini lahir sebagai bentuk ‘pemberontakan’ atas beauty standard tradisional yang ada. Tidak heran jika style gyaru dikenal sebagai corak yang penuh kepercayaan diri tinggi dan juga punya daya rebel.

3. Visual Kei

Ilustrasi visual kei/ Foto: pinterest.com

Subkultur fashion khas lain yang lahir di Jepang adalah visual kei. Gaya ini sebenarnya terinspirasi dari band-band Jepang dan paling sering diasosiasikan dengan band yang memiliki genre musik dengan nama yang sama.

Visual kei merupakan campuran dari corak yang flamboyan dan corak rambut yang khas dan juga berwarna nyentrik. Style ini juga masuk dalam ranah androgini dan tidak mengacu pada gender tertentu.

4. Decora

Ilustrasi decora/ Foto: pinterest.com

Decora adalah fashion Jepang berikutnya yang populer vibrant dan unik. Gaya ini dikenal dengan ciri khas menggabungkan banyak warna yang colorful dan terang, mulai dari ujung imam hingga kaki.

Sesuai dengan namanya juga yang berasal dari bahasa serapan Jepang untuk kata dekorasi, tentu tidak ketinggalan juga layering aksesori yang digunakan untuk melengkapinya. Style decora populer di kalangan anak muda, terutama bagi mereka yang mau tampil beda dan mau bebas mengekspresikan dirinya.

5. Mori Kei

Ilustrasi mori kei/ Foto: pinterest.com

Terinspirasi dari elemen yang ada di alam, fashion jepang yang satu ini identik dengan warna netral dan aksesoris yang berhubungan dengan itu juga. Mori kei memiliki ciri khas busana yang cenderung loose, kardigan, aksesoris floral dan hairstyle kepang yang manis.

Style ini biasanya mengutamakan bahan yang juga berasal dari alam, seperti katun, linen dan wol. Tidak heran jika style ini sering disebut sebagai metode mengekspresikan diri untuk statis merasa dekat dengan alam.

Itu dia beberapa contoh style dari subkultur corak berpakaian yang ada di Jepang. Ada corak berpakaian yang tertarik untuk Anda coba gunakan, Beauties? 

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads