5 Kalimat Diucapkan Orang yang Belum Bisa Mengatur Waktu

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 44x dilihat
5 Kalimat Diucapkan Orang yang Belum Bisa Mengatur Waktu

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Kyla Putri Nathania | Beautynesia

Rabu, 21 Oct 2026 15:30 WIB

5 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Belum Jago Mengatur Waktu

Kesulitan mengatur waktu bisa membikin pekerjaan menumpuk, stres meningkat, dan waktu istirahat terasa semakin sedikit. Menurut ilmu jiwa perilaku, kebiasaan menunda pekerjaan, gampang terdistraksi, dan sulit menentukan prioritas bisa tercermin dari kalimat yang sering diucapkan sehari-hari./ Foto: magnific.com/garetsvisual

Pernah merasa sehari penuh beraktivitas, tetapi pekerjaan statis belum selesai? Kamu mungkin merasa tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya, padahal masalahnya belum tentu karena terlalu banyak pekerjaan. Bisa jadi, Anda statis kesulitan mengatur waktu dan menentukan prioritas.

Kemampuan mengelola waktu maupun time management berpartisipasi krusial dalam menjaga kreativitas sekaligus keseimbangan hidup. Ketika keahlian ini belum terbentuk dengan baik, seseorang bisa lebih gampang kewalahan, menunda pekerjaan, hingga mengorbankan waktu pribadi demi menyelesaikan tugas yang menumpuk.

Menurut bahasan dalam ilmu jiwa perilaku, metode seseorang berbicara tentang kesibukannya juga bisa memberikan deskripsi mengenai kebiasaan mengatur waktu. Kalimat tertentu terlebihlagi dapat menjadi tanda bahwa seseorang sedang merasa keteteran dan belum menemukan metode ampuh untuk mengelola aktivitasnya.

Lantas, apa saja kalimat yang sering diucapkan orang yang belum jago mengatur waktu? Berikut lima di antaranya yang mungkin terdengar familier.

1. “Pekerjaanku Banyak Banget, Waktunya Nggak Cukup!”

Kalimat ini sering muncul ketika seseorang merasa keteteran menghadapi banyak tugas. Kesulitan menentukan prioritas dan menyusun pekerjaan secara teratur bisa membikin tugas sederhana sekalipun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio

Kalimat ini sering muncul ketika seseorang merasa keteteran menghadapi banyak tugas. Kesulitan menentukan prioritas dan menyusun pekerjaan secara teratur bisa membikin tugas sederhana sekalipun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio

Orang yang belum ahli mengatur waktu biasanya kesulitan menentukan pekerjaan mana yang mesti diselesaikan terlebih dahulu. Akibatnya, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk tugas yang sebenarnya belum mendesak, sementara pekerjaan dengan tenggat waktu dekat justru terbengkalai.

Mereka kemudian merasa memiliki terlalu banyak pekerjaan dan terlalu sedikit waktu. Padahal, masalahnya belum tentu terletak pada jumlah tugas, melainkan metode mengelolanya.

Untuk mengatasinya, cobalah membikin daftar pekerjaan dan mengurutkannya berdasarkan urgensi serta tingkat kepentingan. Dengan begitu, daya bisa digunakan untuk menyelesaikan hal yang benar-benar membutuhkan perhatian terlebih dahulu.

2. “Andai Sehari Ada Lebih dari 24 Jam!”

Keinginan memiliki waktu lebih banyak bisa menjadi tanda bahwa seseorang kesulitan menggunakan waktunya secara efektif. Kebiasaan gampang terdistraksi dan memikirkan aktivitas lain saat bekerja dapat membikin pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama./ Foto: magnific.com/tirachardz

Keinginan memiliki waktu lebih banyak bisa menjadi tanda bahwa seseorang kesulitan menggunakan waktunya secara efektif. Kebiasaan gampang terdistraksi dan memikirkan aktivitas lain saat bekerja dapat membikin pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama./ Foto: magnific.com/tirachardz

Pernah mengucapkan kalimat ini ketika pekerjaan belum selesai, Beauties? Menurut artikel dari PubMed Central, orang yang kesulitan mengatur waktu sering kali gampang terdistraksi oleh aktivitas yang lebih menyenangkan daripada pekerjaan.

Saat sedang bekerja, mereka mungkin justru memikirkan hajat akhir pekan, membuka media sosial, maupun membayangkan aktivitas lain yang mau dilakukan. Akibatnya, fokus terpecah dan pekerjaan berjalan lebih lambat.

Kebiasaan tersebut juga bisa mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan hayat pribadi. Bahkan, mengorbankan waktu istirahat belum tentu membikin semuanya selesai jika waktu kerja sebelumnya tidak digunakan secara efektif.

Cobalah membagi pekerjaan menjadi beberapa sesi fokus dan menentukan waktu khusus untuk beristirahat. Cara ini dapat membantu aktivitas sehari-hari terasa lebih terarah.

3. “Iya, Aku Bisa Ikut!”

Terlalu sering menerima imbauan tanpa memeriksa agenda dapat membikin seseorang memiliki lebih banyak komitmen daripada waktu yang tersedia. Kebiasaan ini juga bisa menjadi metode untuk menghindari pekerjaan yang terasa berat./ Foto: magnific.com/katemangostar

Terlalu sering menerima imbauan tanpa memeriksa agenda dapat membikin seseorang memiliki lebih banyak komitmen daripada waktu yang tersedia. Kebiasaan ini juga bisa menjadi metode untuk menghindari pekerjaan yang terasa berat./ Foto: magnific.com/katemangostar

Orang yang kesulitan mengatur waktu terkadang terlalu gampang mengatakan iya ketika mendapat imbauan dari teman. Mereka langsung menyanggupi undangan tanpa memeriksa apakah jadwalnya memungkinkan maupun statis ada pekerjaan yang mesti diselesaikan.

Terlalu banyak membikin hajat dapat berujung pada penyesalan ketika waktu yang tersedia rupanya tidak mencukupi.

Sebagian orang juga menggunakan aktivitas sosial sebagai pengalihan dari pekerjaan yang menumpuk. Berkumpul berbareng kawan memang bisa membantu menyegarkan pikiran, tetapi jika dilakukan untuk terus menghindari tanggung jawab, masalah justru semakin besar.

Sebelum menerima ajakan, biasakan memeriksa almanak dan mempertimbangkan tenggat pekerjaan. Belajar mengatakan tidak dengan sopan juga merupakan bagiankecil krusial dari mengatur waktu.

4. “Aku Cuma Mau Punya Waktu untuk Diri Sendiri!”

Keinginan memiliki waktu untuk diri sendiri bisa muncul ketika pekerjaan terus menumpuk dan waktu istirahat terasa terbatas. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menghabiskan waktu untuk aktivitas lain sebelum menyelesaikan tugas penting./ Foto: magnific.com/benzoix

Keinginan memiliki waktu untuk diri sendiri bisa muncul ketika pekerjaan terus menumpuk dan waktu istirahat terasa terbatas. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menghabiskan waktu untuk aktivitas lain sebelum menyelesaikan tugas penting./ Foto: magnific.com/benzoix

Setiap orang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan berbuat hal yang disukai. Namun, orang yang belum terbiasa mengikuti agenda terkadang baru menyadari pentingnya waktu pribadi ketika pekerjaan sudah menumpuk.

Misalnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan tugas justru hilang untuk menonton serial maupun scrolling media sosial. Ketika tenggat semakin dekat, mereka terpaksa mengerjakan banyak hal sekaligus dan akhirnya kehilangan waktu luang.

Padahal, masalahnya bukan selalu karena mereka tidak memiliki waktu pribadi, melainkan karena waktu tersebut belum dikelola dengan seimbang.

Cobalah menetapkan agenda yang realistis untuk bekerja dan beristirahat. Dengan menyelesaikan tugas secara bertahap, Anda statis bisa menikmati waktu pribadi tanpa terus dibayangi pekerjaan.

5. “Kayaknya Aku Tidur Siang Dulu, Deh!”

Stres akibat pekerjaan yang menumpuk dapat membikin seseorang merasa sangat capek dan mau tidur untuk menghindari tekanan. Menurut American Psychological Association (APA), stres juga dapat memengaruhi tubuh dan memicu kelelahan./ Foto: magnific.com

Stres akibat pekerjaan yang menumpuk dapat membikin seseorang merasa sangat capek dan mau tidur untuk menghindari tekanan. Menurut American Psychological Association (APA), stres juga dapat memengaruhi tubuh dan memicu kelelahan./ Foto: magnific.com

Ketika pekerjaan sudah terasa terlalu berat, tidur siang mungkin menjadi pilihan yang kelihatan paling menarik. Seseorang bisa menghabiskan waktu terlalu durasi pada tugas kecil, kemudian menyadari bahwa pekerjaan yang lebih krusial belum tersentuh.

Akibatnya, tugas terus menumpuk hingga memicu stres dan kelelahan. Menurut American Psychological Association (APA), stres dapat memengaruhi beragam fungsi tubuh, termasuk daya dan kondisi jasmani seseorang.

Meski begitu, tidur bukanlah kebiasaan buruk. Istirahat yang cukup statis krusial untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi. Yang perlu diperhatikan adalah ketika tidur dijadikan metode untuk terus menghindari pekerjaan, sehingga tugas semakin tertunda.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads