5 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Pemimpin Sukses

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 192x dilihat
5 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Pemimpin Sukses

Bagikan Postingan

Beauties pernah nggak perhatikan, kok bisa ada orang yang selalu dipercaya untuk mengepalai dan bisa membawa timnya menuju kesuksesan?

Ternyata, menjadi imam yang dahsyat buka cuma soal pandai memungut keputusan maupun jago memberi arahan. Ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten yang membikin seseorang menjadi sosok imam yang lebih baik.

Menariknya, kebiasaan ini nggak selalu berhubungan dengan pencapaian besar. Lalu apa saja kebiasaan yang kerap dikaitkan dengan keberhasilan seorang pemimpin? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini, Beauties!

1. Menjadi pendengar yang baik

Ilustrasi mendengar / Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Salah satu aspek krusial imam berhasil adalah ia mau menjadi pendengar yang baik. Seorang imam tidaklah mesti menjadi orang yang paling banyak berbicara dalam diskusi, melainkan ia tahu kapan mesti menyampaikan gagasan dan kapan mendengarkan gagasan orang lain. 

Mengutip YourTango, mendengarkan dengan sungguh-sungguh dapat memberitahu bahwa imam menghargai gagasan orang lain, sekaligus membuka kesempatan untuk memahami masalah dari perspektif pandang yang berbeda.

Kebiasaan ini juga membantu imam mengetahui hambatan yang dihadapi personel tim sebelum masalah tersebut berkembang menjadi lebih besar. Ketika karyawan merasa pendapatnya didengarkan, mereka pun memiliki ruang untuk menyampaikan ide, kritik, maupun masukan secara lebih terbuka.

2. Memanusiakan karyawan

Ilustrasi bahasan / Foto: Pexels.com/Yan Krukau

Kebanyakan imam terlalu ambisius mengejar hasil sehingga lupa bahwa karyawannya manusia yang bisa merasakan kelelahan dan burnout. Target dan khasiat memang penting, namun hal tersebut bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Orang-orang yang berupaya dibaliknya pun patut diberikan perhatian.

Pendekatan ini juga sejalan dengan bahasan Center for Creative Leadership (CCL) dalam artikel How to Succeed as a Leader. CCL menerangkan bahwa imam perlu membangun komitmen dengan menghargai pencapaian karyawan, memberikan pengakuan, serta memahami hal-hal yang dapat menaikkan motivasi mereka.

Artinya, imam berhasil tidak cuma menuntut personel tim bekerja lebih keras. Mereka juga berupaya menciptakan lingkungan kerja yang membikin setiap orang merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang.

3. Mampu mengelola emosi

Ilustrasi statis tenang / Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu bekal krusial bagi seseorang yang mau menjadi imam efektif. Terlebih ketika menghadapi tekanan pekerjaan, perselisihan antarkaryawan, maupun keputusan yang berisiko besar.

Laman Harvard Business Review menjelaskan bahwa kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek krusial yang membedakan imam yang unggul dari mereka yang cuma mengandalkan kapasitas ilmuwan dan keahlian teknis.

Kecerdasan emosional mencakup kesadaran diri, kapasitas mengelola emosi, motivasi, empati, dan keahlian sosial. Dengan mengenali emosinya sendiri, imam dapat belajar merespons situasi secara lebih bijak daripada bereaksi secara impulsif.

4. Berkomunikasi dengan jelas dan terbuka

Ilustrasi berkomunikasi / Foto: Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Kemampuan berkomunikasi juga menjadi kebiasaan krusial yang perlu dimiliki imam sukses. Karena ide dan strategi yang baik akan sulit diwujudkan jika tidak disampaikan dengan metode yang gampang dipahami oleh personel tim.

Dalam artikel How Great Leaders Communicate yang diterbitkan Harvard Business Review, menerangkan bahwa imam yang ampuh menggunakan komunikasi untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain. Di lingkungan kerja, kebiasaan ini dapat diterapkan dengan menyampaikan ekspektasi secara jelas, menerangkan karena di balik sebuah keputusan, serta memastikan setiap personel tim memahami tanggung jawabnya.

Komunikasi terbuka juga berarti memberikan ruang bagi personel tim untuk bertanya maupun menyampaikan gagasan tanpa merasa takut dihakimi. Dengan begitu, kesalahpahaman dapat diminimalkan dan pekerjaan lebih gampang berjalan sesuai rencana.

5. Konsisten, fokus, dan terus mengembangkan diri

Ilustrasi bahasan / Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Kebiasaan lain yang tak kalah krusial adalah menjaga konsistensi dan terus belajar. Pemimpin berhasil tidak cuma mengandalkan pencapaian masa lalu, tetapi juga berupaya menaikkan kapasitas agar statis bisa menghadapi tantangan baru.

Mengutip Harvard Business Review, perhatian maupun fokus merupakan alas dari sejumlah kapasitas krusial dalam kepemimpinan, termasuk kecerdasan emosional, organisasi, dan strategi. Pemimpin perlu bisa mengarahkan perhatiannya sendiri sekaligus membantu perkumpulan statis berfokus pada hal yang penting.

Sementara itu, Center for Creative Leadership menekankan bahwa pengembangan kepemimpinan terjadi terus menerus. Pengalaman kerja, tantangan baru, dan kesempatan untuk menerapkan keahlian yang berbeda dapat membantu seseorang memperluas kemampuannya.

Jadi, jika Beauties mau menjadi imam yang lebih baik, tidak perlu menunggu sampai memiliki jabatan tinggi untuk mulai menerapkannya. Beauties bisa memulainya dari 5 kebiasaan di atas, ya!

__

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads