Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Pemarah Dilihat dari Kebiasaan saat Dewasa

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 510x dilihat
Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Pemarah Dilihat dari Kebiasaan saat Dewasa

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. love & relationship

Rini Apriliani | Beautynesia

Rabu, 16 Sep 2026 12:00 WIB

4 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Pemarah Dilihat dari Kebiasaan saat Dewasa

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua pemarah/Foto: Magnific.com

Gaya pengasuhan orang tua memiliki peran krusial dalam tumbuh bunga seorang anak. Orang tua yang memberikan emosi positif di rumah, sering kali membesarkan anak-anak yang bisa mengatur emosinya dengan baik, yang turut mempersiapkan mereka meraih kesuksesan saat dewasa.

Tentu setiap anak berkeinginan memiliki orang tua dengan emosi positif, yang membuatnya bisa merasa aman, nyaman, dan diperhatikan. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang dibesarkan dalam lingkungan positif tersebut.

Beberapa orang sulit mengendalikan emosinya sendiri. Mereka menjadi orang tua pemarah yang bisa melampiaskannya kepada orang lain, termasuk kepada anak-anaknya sendiri.

Tanpa disadari, ada kebiasaan berbeda pada anak yang dibesarkan oleh orang tua pemarah. Bahkan, kebiasaan tersebut terbawa hingga mereka dewasa.

Melansir YourTango, ini dia cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua pemarah dilihat dari kebiasaan saat dewasa. Simak!

1. Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Kebiasaan anak yang dibesarkan orang tua pemarah adalah mereka berupaya menyenangkan semua orang.

Ilustrasi perempuan berbareng teman/Foto: Magnific.com

Kebiasaan anak yang dibesarkan orang tua pemarah adalah mereka berupaya menyenangkan semua orang. Hal ini karena sejak kecil mereka telah terbiasa berbuat apa saja untuk menenangkan orang tuanya yang marah.

Mereka sadar bahwa amarah orang tuanya bisa membikin keadaan memburuk dan menjadi hal menakutkan. Menyenangkan orang lain menjadi caranya untuk menciptakan ketenangan di rumah.

Sayangnya, kebiasaan tersebut terbawa hingga mereka dewasa. Mereka merasa bahwa satu-satunya cara untuk membikin orang-orang di sekitar merasa bahagia adalah menyenangkannya.

Perilaku menyenangkan orang lain merupakan respons trauma masa kecilnya. Mereka menjaga orang lain statis bahagia untuk mencegah masalah terjadi.

2. Menutup Diri saat Terjadi Konflik

cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua pemarah dilihat dari kebiasaan saat dewasa adalah menutup diri untuk menghindari konflik

Ilustrasi menyendiri/Foto: Magnific.com

Menurut sebuah penelitian, orang yang mengalami trauma masa kecil dapat mengalami kecemasan sosial saat dewasa. Hal ini terjadi karena mereka tidak pernah merasa aman dan betah di rumah berbareng orang tuanya.

Kini, mereka sulit untuk menjalin afiliasi yang erat, terutama saat terjadi perbedaan pendapat. Anak yang dibesarkan orang tua pemarah cenderung membuatnya menutup diri untuk menghindari bentrokan tersebut.

Mereka memilih menarik diri daripada menyelesaikannya. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa perilakunya yang menghindari bentrokan ini sebenarnya memiliki kaitan dengan apa yang dialaminya saat kecil.

3. Tidak Pernah Meminta Bantuan

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua pemarah adalah mereka sulit untuk meminta bantuan.

Ilustrasi menyendiri/Foto: Magnific.com

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua pemarah selanjutnya adalah mereka sulit untuk meminta bantuan. Butuh keberanian untuk mereka mengakui bahwa sedang tidak baik-baik saja dan butuh uluran tangan orang lain.

Pasalnya, sejak kecil mereka tidak merasa mendapatkan dukungan dari orang tuanya. Mereka tumbuh dengan berdikari dan percaya bisa mengandalkan dirinya sendiri.

Kemungkinan besar, orang tua mereka terlalu sibuk dengan amarah dan masalahnya sendiri, sehingga tidak bisa datang untuk membantu anaknya. Akibatnya, saat dewasa menyebabkan mereka memendam emosi dan sulit meminta bantuan.

4. Terlalu Sering Meminta Maaf

cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua pemarah dilihat dari kebiasaan saat dewasa adalah terlalu sering meminta maaf

Ilustrasi anak dan ibu/Foto: Magnific.com

Terakhir, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua pemarah bisa menjadi orang yang terlalu sering meminta maaf, apalagi saat mereka tidak berbuat kesalahan apa pun.

Hal tersebut terjadi karena sejak kecil mereka terus berupaya menjaga orang-orang di sekitarnya bahagia. Mereka selalu merasa telah berbuat kesalahan, karena itu akan langsung meminta ampun untuk mencegah terjadinya konflik.

Sayangnya, kebiasaan tersebut berlanjut hingga dewasa. Saat terjadi hal sekecil apa pun, mereka akan langsung meminta maaf. Bahkan, jika itu bukan kesalahannya sendiri. Mereka akan terus-menerus mengatakan rasa penyesalannya untuk meredakan situasi.

Beauties, itu dia beberapa cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua pemarah dilihat dari kebiasaan saat dewasa. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads