Cara Mengenali Orang Dengan Energy Vampire Yang Bikin Lelah Saat Menghadapinya

Jul 23, 2026 10:00 PM - 6 jam yang lalu 241

Jakarta -

Bunda pernah dengar istilah kepribadian 'energy vampire'? Kepribadian ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan vampir alias hal-hal yang berbau misterius ya.

Energi vampir merupakan kecenderungan seseorang 'menyedot' daya dari situasi sosial. Orang yang mempunyai 'energy vampire' sering kali menguras daya orang lain secara emosional.

"Vampir daya adalah seseorang yang menyedot daya dari orang lain alias dari golongan dalam hubungan sosial," kata psikolog Brianne Markley, PhD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Mereka mungkin menciptakan pengalaman negatif alias melelahkan selama hubungan tersebut, dan mereka mungkin menyadari alias tidak menyadari gimana dinamika hubungan dapat memengaruhi orang lain."

Siapa pun bisa mempunyai 'energy vampire'. Namun, mereka mungkin mempunyai kepribadian ini lantaran pernah mengalami trauma, pelecehan, alias pengabaian yang belum terselesaikan.

Orang-orang tertentu dengan gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, alias gangguan kepribadian tertentu seperti gangguan kepribadian narsistik dan gangguan kepribadian ambang, juga condong mengembangkan 'energy vampire', Bunda.

Bahkan, jika seseorang kesulitan terhubung dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari alias mempunyai kesulitan dengan relasi sosial alias memahami norma sosial, mereka dapat dengan mudah menunjukkan perilaku sebagai 'penguras energi'.

"Ini adalah penjelasan dari suatu pengalaman alias style hubungan sosial. Ini bukan berfaedah karakter kepribadian alias label yang menentukan segalanya," ujar Markley, dilansir Cleveland Clinic.

Deskripsi 'energy vampire' mungkin terdengar mirip dengan frasa terkenal 'trauma dumping', alias perilaku seseorang yang suka menceritakan traumanya secara berlebihan. Keduanya berbeda namun bisa saling terkait, Bunda.

"Seorang dengan 'energy vampire' kemungkinan besar menunjukkan pola berulang ini, ialah menguras daya orang lain dalam hubungan sosial. Meskipun membuang trauma dapat menguras daya orang lain dan hubungan sosial, perihal itu belum tentu menjadi style relasional individu," ungkap Markley.

"Pada akhirnya, perbedaannya di sini adalah niat seorang 'energy vampire' dan 'trauma dumping' berbeda, meskipun emosi yang dirasakan oleh pihak yang menerima mungkin serupa."

Tanda-tanda orang dengan 'energy vampire'

Memahami tanda-tanda orang dengan 'energy vampire' bisa menjadi krusial untuk tahu langkah menghadapinya dengan tepat. Berikut beberapa tanda dari 'energy vampire':

  • Mereka kebanyakan berbincang tentang diri mereka sendiri
  • Mereka sering merasa seperti korban
  • Mereka menolak untuk bertanggung jawab
  • Mereka biasanya pesimis
  • Mereka mungkin merasa iri
  • Mereka menuntut perhatian
  • Mereka menggunakan rasa bersalah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
  • Mereka suka mencoba untuk mengungguli situasi tertentu
  • Mereka jarang mengusulkan pertanyaan tentang orang lain
  • Mereka jarang menunjukkan perhatian alias kepedulian terhadap orang lain

Bila Bunda mau memahami orang dengan kepribadian ini, Markley menyarankan untuk melakukan pengamatan terlebih dulu. Setelah itu, Bunda dapat mengusulkan pertanyaan kepada diri sendiri.

"Luangkan waktu sejenak untuk mengawasi pengalaman kita. Apakah kita merasa puas? Apakah ada rasa sukacita dan faedah dari hubungan yang dijalin? Apakah ada timbal kembali dan gimana kita saling peduli satu sama lain?" kata Markley.

"Jika demikian, kemungkinan besar kita tidak berurusan dengan vampir energi. Sebaliknya, jika kita merasa terkuras dan tidak puas, jika merasa capek dengan suatu hubungan dan ada sedikit timbal kembali alias faedah bersama, itu mungkin merupakan parameter bahwa seseorang di lingkungan sosial kita mempunyai kecenderungan sebagai vampir energi."

Cara mengatasi orang dengan 'energy vampire'

Berurusan dengan seseorang yang 'menyedot' daya bisa membikin frustrasi. Mereka yang mempunyai empati tinggi alias orang yang sangat sensitif, mungkin lebih terpengaruh oleh orang dengan vampir energi.

"Meskipun siapa pun bisa menarik 'vampir energi', perseorangan yang sangat empatik alias sensitif dengan batas yang lemah, alias mereka yang mungkin kesulitan dalam komunikasi asertif, mungkin lebih condong menarik dan terpengaruh oleh kejadian vampir daya ini," ujar Markley.

Ada beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi orang dengan 'energy vampire', yakni:

  1. Menyesuaikan ekspektasi dan menyadari bahwa orang dengan 'energy vampire' mungkin tidak dapat datang untuk kita, dengan langkah yang kita butuhkan alias inginkan.
  2. Berlatih menggunakan komunikasi asertif untuk menyampaikan refleksi tentang apa yang telah kita perhatikan, alias gimana emosi kita.
  3. Pastikan untuk menetapkan batasan, termasuk membatasi waktu hubungan dengan orang dengan 'energy vampire'.
  4. Belajarlah untuk mengatakan 'tidak' untuk menolak situasi yang menambah stres alias beban bagi kita.
  5. Jangan takut untuk meminta ruang dan jangan merasa bersalah lantaran mengambil ruang itu.

Demikian langkah mengenali orang dengan 'energy vampire' yang bikin capek saat menghadapinya. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya