Hukum Suami Menafkahi Keluarga Dari Uang Judi Slot, Begini Pandangan Islam

Jul 23, 2026 08:40 PM - 7 jam yang lalu 424

Suami memang mempunyai tanggungjawab menafkahi keluarganya. Namun gimana norma suai menafkahi family dengan duit gambling slot? Berikut pandangan dalam Islam.

Maraknya pertaruhan online, terutama gambling slot, membikin banyak orang tergoda dengan iming-iming untung besar dalam waktu singkat. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa hasil kemenangan dari gambling dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk menafkahi istri dan anak.

Dalam aliran Islam, sumber kekayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan family mempunyai kedudukan sangat penting. Selain menekankan tanggungjawab suami memberikan nafkah, hukum juga mengajarkan bahwa nafkah tersebut kudu berasal dari langkah yang halal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, gimana norma suami menafkahi family menggunakan duit hasil gambling slot menurut pandangan Islam? Mengutip situs resmi Kementerian Agama RI, simak penjelasan mengenai norma menafkahi family dari duit judi.

Hukum suami menafkahi family dari duit gambling slot

Islam secara tegas mengharamkan segala corak perjudian, termasuk gambling slot yang sekarang banyak beredar melalui aplikasi maupun situs daring. Larangan tersebut tercantum dalam Al-Quran, surat Al Ma'idah ayat 90 yang menyebut gambling sebagai salah satu perbuatan biadab dan termasuk tipu daya setan.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan biadab (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar Anda beruntung."

Menurut Abu Al Muzhaffar As-Sam'ani dalam Tafsir as-Sam'ani, ayat tersebut turun berangkaian dengan praktik pertaruhan masyarakat Arab pada masa silam yang menggunakan hewan ternak sebagai objek taruhan. Daging hewan dibagi menjadi 28 bagian kemudian dipertaruhkan sehingga pihak yang menang memperoleh bagian yang dipilihnya.

Beliau menjelaskan:

قَالَ الْأَصْمَعِي: كَانَ ميسرهم على الْجَزُور، فَكَانُوا يشْتَرونَ جزورا وينحرونه، ويجعلونه على ثَمَانِيَة وَعشْرين سَهْما،

Artinya:

"Al-Ashma'i berkata: Perjudian mereka dilakukan dengan seekor hewan ternak. Mereka membeli hewan tersebut, menyembelihnya, lampau membaginya menjadi 28 bagian."

Praktik tersebut dipandang haram lantaran mengandung unsur gharar, ialah transaksi yang dipenuhi ketidakpastian dan spekulasi sehingga bertentangan dengan prinsip muamalah dalam Islam.

Hasil gambling slot diharamkan dalam Islam

Mengingat gambling merupakan perbuatan yang diharamkan maka kekayaan yang diperoleh dari kegiatan tersebut juga tidak boleh dijadikan sumber nafkah keluarga. Suami tetap mempunyai tanggungjawab memberi nafkah, namun kudu berasal dari penghasilan yang halal.

Larangan memperoleh maupun menggunakan kekayaan dengan langkah yang batil ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 188 yang berbunyi;

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:

"Janganlah Anda makan kekayaan di antara Anda dengan jalan yang batil dan (janganlah) Anda membawa (urusan) kekayaan itu kepada para pengadil dengan maksud agar Anda dapat menyantap sebagian kekayaan orang lain itu dengan jalan dosa, padahal Anda mengetahui."

Jadi, menggunakan duit hasil gambling slot sebagai nafkah family tetap tidak dibenarkan menurut hukum Islam lantaran sumber hartanya berasal dari sesuatu yang haram.

Bolehkah istri dan anak menikmati hasil judi?

KH. M. Sjafi'i Hadzami dalam kitab 100 Masalah Agama jilid 3 menjelaskan bahwa orang yang telah baligh dan mengetahui suatu makanan berasal dari kekayaan haram wajib meninggalkannya. Ketika istri alias anak yang sudah dewasa mengetahui bahwa nafkah tersebut berasal dari hasil gambling maka semestinya tidak menikmatinya.

Pandangan serupa dijelaskan Syekh Zainuddin al-Malibary dalam kitab Fathul Mu'in yang berbunyi;

فائدة لو أخذ من غيره بطريق جائز ما ظن حله وهو حرام باطنا فإن كان ظاهر المأخوذ منه الخير لم يطالب في الآخرة وإلا طولب قاله البغوي

Artinya:

"Jika seseorang mengambil sesuatu dari orang lain dengan langkah yang sah, tetapi mengira itu legal padahal hakikatnya haram, maka andaikan orang yang memberinya tampak baik, dia tidak bakal dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Namun andaikan secara lahiriah diketahui tidak baik, maka dia bakal dimintai pertanggungjawaban."

Penjelasan ini menunjukkan bahwa ketika Bunda telah mengetahui asal-usul kekayaan tersebut berasal dari sesuatu yang haram maka tidak dapat mengabaikannya.

Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin juga menerangkan bahwa seseorang yang mengetahui makanan yang disajikan berasal dari sesuatu haram tidak boleh mengonsumsinya.

Beliau mengatakan:

دعاه مَن أكثر ماله حرام، كرهت إجابته كما تكره معاملته. فإن علم أن عين الطعام حرام، حرمت إجابته

Artinya:

"Seorang muslim yang diundang oleh seseorang yang sebagian besar hartanya haram, maka dia makruh untuk memenuhi undangan tersebut, sebagaimana dia makruh untuk melakukan transaksi dengannya. Jika dia mengetahui bahwa makanan yang dihidangkan haram, maka haram baginya untuk memenuhi undangan tersebut."

Pendapat itu menjadi dasar bahwa mengetahui secara pasti asal makanan dari kekayaan haram membikin seseorang wajib menghindarinya.

Pengecualian dalam kondisi darurat

Meski demikian, Islam memberikan keringanan jika Bunda betul-betul berada dalam kondisi darurat. Sebagai contoh, Bunda tidak mempunyai makanan lain sehingga terancam keselamatan jiwanya.

Hal ini berasas firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, surat Al Ma'idah ayat 3 yang berbunyi;

فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya:

"Maka, siapa yang terpaksa lantaran lapar, bukan lantaran mau melakukan dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dalam kondisi sulit, kekayaan alias makanan yang berasal dari sesuatu yang haram hanya boleh dimanfaatkan sekadar untuk mempertahankan hidup, bukan kebiasaan.

Dampak menafkahi family dengan kekayaan haram

Para ustadz mengingatkan bahwa kekayaan haram tidak hanya berakibat pada pelakunya, tapi juga memengaruhi kehidupan spiritual keluarga. Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul al-Hidayah menegaskan pentingnya menjaga diri dari makanan yang haram maupun syubhat.

وأما البطن: فاحفظه من تناول الحرام والشبهة، واحرص على طلب الحلال، فإذا وجدته فاحرص على أن تقتصر منه على ما دون الشبع، فإن الشبع يقسي القلب، ويفسد الذهن، ويبطل الحفظ، ويثقل الأعضاء عن العبادة والعلم، ويقوي الشهوات، وينصر جنود الشيطان. والشبع من الحلال مبدأ كل شر، فكيف من الحرام وطلب الحلال فريضة على كل مسلم، والعبادة مع أكل الحرام كالبناء على السرجين.

Artinya:

“Adapun perut, maka jagalah dari menyantap yang haram dan syubhat, dan bersungguh-sungguhlah untuk mencari yang halal. Jika engkau menemukannya, maka bersungguh-sungguhlah untuk membatasi diri darinya hanya sampai pemisah kenyang. Karena kenyang bakal mengeraskan hati, merusak pikiran, membatalkan hafalan, memberatkan personil badan untuk beragama dan belajar, memperkuat nafsu, dan menolong pasukan setan.Kenyang dari yang legal adalah awal dari segala keburukan, maka gimana dengan yang haram? Mencari yang legal adalah tanggungjawab bagi setiap Muslim, dan beragama dengan menyantap yang haram seperti membangun di atas pasir.”

Berdasarkan penjelasan ayat Al-Qur'an dan pendapat para ustadz di atas maka dapat disimpulkan bahwa suami tidak dibenarkan menafkahi family menggunakan duit hasil gambling slot lantaran sumber hartanya haram. Kalau Bunda alias anak yang sudah baligh mengetahui asal nafkah tersebut berasal dari pertaruhan maka dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya, selain dalam kondisi darurat yang menakut-nakuti keselamatan jiwa.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya