Benarkah Nabi Khidir Masih Hidup?

Jun 24, 2026 08:15 AM - 3 jam yang lalu 109

Kincai Media , JAKARTA -- Khidir adalah hamba yang saleh dan disebutkan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Kahfi, ialah sebagai teman Nabi Musa AS, di mana Nabi Musa belajar kepadanya.

Khidir mensyaratkan kepadanya agar bersabar. Maka Musa menyanggupinya. Khidir berkata, "Bagaimana Anda dapat bersabar atas sesuatu yang Anda belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perihal itu?"

Khidir adalah seorang hamba yang diberi rahmat oleh Allah dan pengetahuan dari sisi-Nya. Musa terus melangkah bersamanya dan memandang laki-laki saleh itu telah melubangi perahu. Maka Musa berkata, "Apakah engkau melubanginya agar penumpangnya tenggelam?" Cerita selanjutnya telah disebutkan dalam Surat Al-Kahfi.

Musa merasa heran atas perbuatannya, hingga Khidir menerangkan kepadanya sebab-musabab dari perbuatan yang dilakukan itu. Pada akhir pembicaraannya, dia berkata, "Bukanlah saya melakukan itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah penjelasan dari perbuatan-perbuatan yang Anda tidak dapat bersabar atasnya." Maksudnya, semua perbuatan itu hanyalah lantaran kemauan Allah SWT.

Sebagian orang berbicara tentang Khidir, "Ia hidup sesudah Musa hingga era Isa, kemudian era Nabi Muhammad SAW, dia sekarang tetap hidup, dan bakal hidup hingga Kiamat."

Orang-orang menulis kisah-kisah, riwayat-riwayat dan dongeng-dongeng bahwa Khidir menjumpai si Fulan dan memakaikan kirqah (pakaian) kepada si Fulan dan memberi pesan kepada si Fulan.

Sama sekali tidak setara pendapat yang mengatakan bahwa Khidir tetap hidup—sebagaimana dugaan sementara orang—tetapi sebaliknya, ada dalil-dalil dari Al-Qur'an, sunah, logika dan ijma diantara para ustadz dari umat ini bahwa Khidir sudah tiada.

Saya anggap cukup dengan mengutip keterangan dari kitab Al-Manaarul Muniif fil Haditsish Shahih wa adh-Dha'if karangan Ibnul Qayyim. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut dalam kitab itu ciri-ciri dari sabda maudlu, yang tidak diterima dalam agama. Diantara cirinya adalah "hadis-hadis yang menceritakan tentang Khidir dan kehidupannya." Semuanya adalah dusta. Tidak satu pun sabda yang shahih.

Selengkapnya