Jakarta -
Bunda, langkah mengenali orang sensitif bisa dimulai dari memperhatikan ucapan yang sering mereka sampaikan dalam sebuah percakapan.
Orang yang sensitif biasanya merasakan dan memproses emosi lebih mendalam, sehingga tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan di sekitar, tetapi juga pikiran dan emosi mereka sendiri.
Di satu sisi, karakter tersebut membikin mereka condong lebih empati, imajinatif, dan kreatif. Namun di sisi lain, mereka juga lebih mudah mengalami overthinking, kelelahan emosional, hingga merasa kewalahan saat banyak perihal terjadi dalam waktu bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa disadari, beberapa kalimat yang sering diucapkan dapat menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang memikul beban emosional yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Cara mengenali orang sensitif dari 9 ucapannya sehari-hari
Mengutip dari Your Tango, orang yang sangat sensitif mungkin bakal mengucapkan beberapa kalimat berikut ini:
1. “Aku tetap jengkel soal kemarin”
Banyak orang sensitif susah untuk menyelesaikan dan mengatasi emosi serta bentrok yang kompleks. Ketika mereka mengalami pertengkaran di tempat kerja alias merasa dihakimi oleh seseorang, perihal itu condong memperkuat lebih lama daripada yang mungkin terjadi pada orang biasa.
Itulah kenapa mereka condong kembali membahas masalah yang sama, biasanya membikin orang-orang terdekat dan teman-temannya kecewa dalam percakapan sehari-hari.
“Aku tetap jengkel tentang kemarin” alias “Maaf saya terus mengungkit ini” hanya beberapa contoh utama gimana mereka mengatasi frustrasi alias rasa malu yang tetap membekas.
2. “Ini bukan hari yang baik bagiku”
Ketika satu pemicu mini alias kekhawatiran tentang penilaian orang lain terus-menerus menghantui pikiran, memengaruhi langkah berpikir dan menjalani hidup, mudah sekali untuk terjerumus ke dalam hari yang buruk.
Orang awam mungkin tidak membiarkan emosi alias pikiran orang lain sepenuhnya mengganggu mereka, tetapi bagi orang yang sensitif dan condong mengambil segala sesuatu secara pribadi, perihal itu susah untuk dihindari.
Tentu ada hari-hari di mana semuanya menjadi rumit, baik itu pertengkaran alias apalagi rasa tidak nyaman.
3. “Apakah Anda yakin?”
Lantaran terus-menerus bergulat dengan rasa takut ditolak alias ditinggalkan, seseorang yang sangat sensitif mungkin merasa susah untuk tidak terlalu memikirkan hubungan yang paling mendasar sekalipun.
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa mereka penuh kekhawatiran, sehingga terus-menerus memerlukan pengesahan dan penegasan dari luar.
4. “Maaf, saya sangat bodoh”
Ketika bentrok dan percakapan susah memerlukan semacam kepercayaan diri, orang yang paling sensitif justru berbincang lebih negatif tentang diri sendiri. Alih-alih memihak diri dan terbuka, mereka justru melakukan sebaliknya.
5. “Apa kesalahan saya sehingga layak menerima ini?”
Ketika terus-menerus berurusan dengan jutaan emosi setiap saat dan merasakan sesuatu jauh lebih dalam daripada orang biasa, Bunda nyaris secara naluriah condong menganggap segala perihal secara pribadi.
Semuanya terasa lebih intens dan berarti daripada bagi orang lain, itulah kenapa segala sesuatu terasa personal.
6. “Aku kelelahan”
Dalam jurnal Sensory processing sensitivity and overstimulation in daily life: an experience sampling method study yang dipublikasi di Scientific Reports, dijelaskan bahwa orang yang paling sensitif juga paling berisiko mengalami stimulasi berlebihan.
Bahkan di tengah kehidupan sehari-hari, suara-suara lembut alias berada dalam golongan dengan terlalu banyak orang dapat membikin mereka kewalahan lantaran mereka sudah merasakan emosi dengan intensitas yang begitu tinggi.
7. “Itu tidak adil”
Orang yang sensitif sering kali mempunyai rasa keadilan yang tinggi. Mereka mudah tersentuh oleh beragam ketidakadilan, baik itu terjadi pada diri sendiri maupun orang lain.
Oleh lantaran itu, ucapan seperti “Itu tidak adil” kerap terlontar saat mereka memandang sesuatu yang menurutnya tidak semestinya terjadi.
8. “Nanti saja saya urus”
Biasanya, orang yang sensitif menunda menghadapi emosinya, terutama jika mereka merasa tidak mempunyai tempat yang kondusif untuk mengungkapkan perasaan.
Akibatnya, mereka sering berkata, “Nanti saja saya yang urus” alias “Aku pikirkan nanti”, sebagai langkah untuk menunda memproses apa yang sedang dirasakan.
9. “Rasanya semua orang sedang menghakimiku”
Orang sensitif biasanya sangat peka terhadap suasana dan reaksi orang lain. Karena terlalu banyak memikirkan beragam kemungkinan, mereka sering merasa seolah-olah orang di sekitarnya sedang menilai alias menghakimi diri mereka, meskipun dugaan itu belum tentu benar.
Perasaan tersebut umumnya muncul lantaran kekhawatiran dan rasa tidak percaya diri yang berasal dari dalam diri.
Akibatnya, mereka lebih mudah resah terhadap pendapat orang lain, apalagi dalam percakapan alias situasi sehari-hari yang sebenarnya biasa saja.
Nah, itulah beberapa ucapan yang sering disampaikan orang yang sensitif. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·