Warna sperma yang sehat umumnya menjadi salah satu parameter laki-laki saat mengevaluasi kesehatan reproduksi. Jika terjadi perubahan warna, itu bukan selalu menandakan penyakit. Seperti apa warna Sperma yang sehat? Yuk kenali ciri-cirinya, langkah menjaga kualitas sperma serta jenis kelainannya.
Sperma warna putih alias putih abu-abu biasanya tetap dianggap normal. Tapi, jika warna berubah menjadi kuning, merah, coklat, hingga hitam bisa berangkaian dengan pola hidup, infeksi, perdarahan, maupun kondisi kesehatan tertentu. Untuk itu, krusial mengenali perbedaannya agar dapat mengetahui kapan Bunda dan Ayah perlu berkonsultasi ke dokter.
Kenali warna sperma yang sehat dan tidak sehat beserta penyebabnya
Sperma tidak dapat dilihat langsung secara kasat mata. Namun, sperma yang sehat dapat dilihat dari warnanya. Saat ejakulasi, sperma keluar berbareng air mani alias semen. Saat itulah bisa terlihat sperma yang sehat dan berbobot agar sigap hamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Roger Bielinski, MD, Urologi, air mani biasanya berwarna abu-abu keputihan dengan tekstur seperti jeli. Air mani ini terdiri dari beragam mineral, protein, hormon, dan enzim. Semuanya berkontribusi pada warna dan tekstur ejakulasi.
Berikut beberapa warna sperma yang sehat dan tidak sehat beserya penyebabnya:
1. Bening, putih, dan abu-abu
Sperma yang sehat umumnya berwarna putih hingga abu-abu dengan tekstur agak kental lantaran mengandung banyak sel sperma. Menurut American Urological Association (AUA) dan American Society for Reproductive Medicine (ASRM), ragam warna ini tetap tergolong normal.
"Air mani bening, putih susu, dan abu-abu keruh dengan tekstur seperti jeli biasanya dianggap sehat," kata Bielinski dilansir dari Healthline.
Namun, sperma warna cerah alias sperma cerah seperti air bisa terjadi jika jumlah sperma (konsentrasi sperma) rendah, ejakulasi terlalu sering, alias volume cairan semen lebih banyak dibandingkan sel sperma.
Jika kondisinya seperti itu belum tentu menandakan bahwa laki-laki mandul. Tetapi jika terjadi terus-menerus, sebaiknya Ayah memeriksakan diri melalui kajian semen.
2. Kuning
Sperma warna kuning tidak selalu menandakan bahaya. Warna kuning bisa lantaran tercampur urine, konsumsi makanan tertentu, vitamin, alias bertambahnya usia.
Namun, jika sperma tersebut disertai aroma menyengat, nyeri, demam, alias keluar cairan dari penis, warna kuning dapat mengarah pada jangkitan saluran reproduksi sehingga memerlukan pemeriksaan dokter.
3. Merah muda alias merah
Sperma berwarna merah muda alias merah biasanya menandakan adanya darah dalam semen. Penyebabnya bisa lantaran cedera, infeksi, pembesaran prostat, hingga pengaruh samping dari tindakan medis seperti biopsi prostat.
Melansir MayoClinic, darah dalam air mani bisa menakutkan. Tetapi penyebabnya paling sering bukanlah kanker. Darah dalam air mani, juga disebut hematospermia, paling sering lenyap dengan sendirinya.
Tapi, jika warna tersebut muncul hingga berulang kali alias disertai keluhan lain, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
4. Oranye alias cokelat
Warna oranye alias cokelat umumnya menunjukkan adanya darah lama yang sudah teroksidasi. Selain itu, warna ini juga bisa disebabkan jangkitan alias gangguan pada prostat.
"Air mani yang berwarna kuning, hijau, merah muda, merah, oranye, alias coklat bukanlah kondisi yang ideal, namun perihal ini mungkin tidak perlu dikhawatirkan selain disertai indikasi tidak biasa lainnya," ujar Bielinski.
5. Hitam
Sperma berwarna hitam tergolong yang jarang terjadi. Warna sperma hitam dapat berangkaian dengan perdarahan lama, cedera berat, paparan logam tertentu, alias gangguan pada saluran reproduksi. Untuk mengetahui penyebab pastinya memerlukan pemeriksaan medis.
Cara meningkatkan kualitas sperma yang efektif
Berikut ini beberapa langkah meningkatkan kualitas sperma yang efektif agar sigap mengandung yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Konsumsi makanan bergizi
Ayah dapat memperbanyak konsumsi beragam makanan sehat seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, ikan, serta makanan kaya antioksidan, zinc, selenium, folat, dan vitamin C maupun E untuk mendukung pembentukan sperma.
Selain itu, Ayah juga perlu mengonsumsi makanan kaya serat, lemak jenuh tunggal tak sehat, dan protein tanpa lemak dalam jumlah sedang.
2. Jaga berat badan ideal
Obesitas dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menurunkan kualitas sperma. Menjaga indeks massa tubuh tetap sehat dapat membantu memperbaiki kegunaan reproduksi.
Penelitian menunjukkan pasangan suami istri (pasutri) yang prianya kelebihan berat badan alias obesitas memerlukan waktu lebih lama untuk mengandung daripada pasangan yang tidak mempunyai masalah berat badan.
Menurut ASRM, kelebihan berat badan alias obesitas memengaruhi kualitas sperma pria, mengurangi jumlah sperma dan mengurangi keahlian mereka untuk berenang, serta meningkatkan kerusakan materi genetik dalam sperma.
3. Rutin berolahraga
Aktivitas bentuk dengan intensitas sedang secara rutin dikaitkan dengan peningkatan kualitas sperma. Berolahraga secara teratur dapat membantu mengurangi stres, membikin Ayah merasa lebih baik dan tentunya mendatangkan faedah kesehatan jangka panjang.
Namun, usahakan menghindari olahraga berlebihan lantaran justru dapat meningkatkan stres oksidatif.
4. Hindari rokok, alkohol, dan narkoba
Kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, hingga narkoba terbukti dapat menurunkan jumlah, pergerakan, dan corak sperma sehingga meningkatkan akibat sperma yang tidak sehat.
5. Tidur cukup dan kelola stres
Kurang tidur dan stres kronis dapat memengaruhi hormon reproduksi pria. Tidur selama 7-9 jam per malam serta mengelola stres dapat membantu menjaga kualitas sperma.
6. Hindari paparan panas berlebih
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama, seperti terlalu sering sauna alias memangku laptop dalam waktu lama, dapat mengganggu proses pembentukan sperma.
Kelainan sperma yang perlu diketahui
Kelainan sperma dapat memengaruhi kesuburan. Ada beberapa kelainan sperma yang perlu diketahui, antara lain:
1. Pyospermia
Pyospermia adalah kondisi ketika terdapat banyak sel darah putih dalam semen. Kondisi seperti ini biasanya akibat jangkitan alias peradangan.
2. Necrozoospermia
Necrozoospermia terjadi ketika sebagian besar sperma telah meninggal sehingga kesempatan terjadinya pembuahan menjadi lebih rendah. Kondisi ini tergolong jarang terjadi dan dapat disebabkan infeksi, stres oksidatif, alias gangguan kegunaan testis.
3. Oligoasthenoteratozoospermia (OAT)
OAT adalah kombinasi jumlah sperma sedikit, pergerakan sperma buruk, dan corak sperma tidak normal. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab infertilitas pria.
4. Teratozoospermia
Teratozoospermia adalah kondisi ketika proporsi sperma dengan corak normal berada di bawah nilai rujukan WHO sehingga dapat menurunkan kesempatan terjadinya pembuahan.
5. Asthenozoospermia
Asthenozoospermia merupakan gangguan berupa pergerakan sperma yang kurang baik sehingga menyulitkan sperma mencapai sel telur.
6. Oligozoospermia
Oligozoospermia adalah kondisi ketika jumlah sperma lebih rendah dari nilai rujukan WHO, sehingga dapat memengaruhi kesempatan kehamilan.
7. Azoospermia
Azoospermia adalah kondisi ketika tidak ditemukan sperma dalam cairan semen. Penyebabnya dapat berupa gangguan produksi maupun sumbatan pada saluran reproduksi.
8. Hypospermia
Hypospermia terjadi ketika volume semen saat ejakulasi lebih rendah dari nilai rujukan WHO. Penyebabnya dapat berupa gangguan hormon, sumbatan, alias ejakulasi retrograd.
9. Aspermia
Aspermia adalah kondisi ketika tidak ada cairan semen yang keluar saat orgasme. Penyebabnya dapat berupa ejakulasi retrograd, gangguan saraf, pengaruh operasi pada saluran reproduksi, alias penggunaan obat-obatan tertentu.
Sebenarnya, perubahan warna sperma tidak selalu menunjukkan adanya gangguan serius. Namun, jika perubahan warna terjadi terus-menerus, disertai nyeri, demam, darah, alias kesulitan memperoleh keturunan, sebaiknya segera berkonsultasi ke master ahli urologi alias andrologi.
Pria yang dapat memahami warna sperma yang sehat diharapkan lebih peka terhadap perubahan yang mungkin memerlukan penanganan medis.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·