Viral Tahanan Diduga Dibiarkan Melahirkan Di Ruang Sidang, Bikin Publik Geram Bun

Jul 17, 2026 05:55 PM - 11 jam yang lalu 541

Jakarta -

Momen melahirkan umumnya menjadi saat yang penuh haru dan diharapkan berjalan di rumah sakit dengan pendampingan tenaga medis. Namun, pengalaman berbeda dialami seorang Bunda di New York, Amerika Serikat. Ia justru melahirkan di ruang sidang saat tetap berstatus sebagai tahanan.

Peristiwa ini langsung menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai perlakuan terhadap wanita mengandung yang sedang menjalani proses hukum. Berikut kisahnya dikutip dari laman Independent.

Perempuan berjulukan Samantha Randazzo, 33 tahun, diketahui tengah mengandung sembilan bulan ketika menjalani proses persidangan di Brooklyn, New York. Samantha didakwa mempunyai obat terlarang dan melakukan pelanggaran masuk tanpa izin (criminal trespass)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sebelumnya, Samantha sempat dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Namun, dia kemudian dikembalikan ke tahanan lantaran dinilai belum memasuki proses persalinan. Keesokan harinya, saat berada di ruang sidang menunggu persidangan dimulai, Samantha tiba-tiba mengalami kontraksi. Tak lama kemudian, ketubannya pecah.

Proses persalinan berjalan begitu sigap hingga dia melahirkan seorang bayi laki-laki di ruang sidang sebelum sempat dipindahkan ke ruang bersalin.

Picu kritik dari beragam pihak

Kejadian tersebut menuai kritik dari sejumlah organisasi support norma di New York. Mereka menilai Samantha tidak mendapatkan penanganan yang semestinya untuk seorang ibu mengandung yang bakal melahirkan.

Organisasi tersebut menyebut Samantha telah berada dalam tahanan selama lebih dari 24 jam sebelum akhirnya melahirkan. Mereka juga mempertanyakan kenapa dia tidak segera dibawa ke rumah sakit saat tanda-tanda persalinan mulai muncul.

Dalam pernyataannya, organisasi support norma mengatakan setiap perempuan, termasuk mereka yang sedang berada dalam tahanan, berkuasa memperoleh perawatan medis yang layak, privasi, serta perlakuan yang menghormati martabatnya selama proses persalinan.

“Persalinannya di dalam ruang sidang bukanlah sekadar kegagalan protokol alias kesiapan, tetapi kegagalan moral yang mendalam dan gambaran yang menghancurkan dari kekejaman yang tertanam dalam sistem pemasyarakatan kita,” kata mereka.

Kelompok-kelompok tersebut menuntut investigasi segera dan transparan terhadap lembaga dan personel di letak kejadian, termasuk NYPD, Kantor Administrasi Pengadilan, Kantor Kejaksaan Distrik Brooklyn, dan staf pengadilan yang bertanggung jawab atas kondisi yang menyebabkan kejadian ini.

Pengadilan memberikan penjelasan berbeda

Di sisi lain, pihak pengadilan membantah bahwa Samantha sengaja dibiarkan melahirkan di ruang sidang.

Menurut pengacara Samantha, begitu petugas menyadari kondisi darurat tersebut, pengadil langsung memerintahkan ruang sidang dikosongkan agar proses persalinan bisa berjalan lebih privat.

Pengacaranya, Wynton Sharpe, membantah klaim golongan tersebut dan mengatakan bahwa petugas pengadilan bereaksi sigap dan pengadil ketua segera mengosongkan ruangan.

“Dia tidak perlu mengatakan apa pun. Kami seperti, oh oke, ini terjadi, sekarang juga,” kata Sharpe dikutip dari The New York Times.

Pihak manajemen pengadilan New York juga menyampaikan bahwa petugas segera memanggil support medis dan memastikan ibu serta bayinya mendapatkan penanganan. Keduanya dilaporkan berada dalam kondisi sehat setelah persalinan.

Al Baker, ahli bicara Kantor Administrasi Pengadilan New York, mengatakan bahwa petugas bertindak dengan profesionalisme yang sigap untuk memastikan keselamatan dan kesucian hidup semua perseorangan di pengadilan, mencerminkan amal sehari-hari dari pengabdian mereka yang telah disumpah.

“Kami senang ibu dan bayinya baik-baik saja,” kata Baker.

Meski demikian, perbedaan keterangan dari beragam pihak membikin kasus ini tetap menjadi perhatian publik.

Mengapa ibu mengandung perlu segera mendapat penanganan saat muncul tanda persalinan?

Bunda, menjelang persalinan tubuh biasanya mulai memberikan beragam sinyal bahwa Si Kecil siap lahir. Beberapa tanda yang perlu segera mendapat perhatian antara lain kontraksi yang datang secara teratur dan semakin kuat, ketuban pecah, hingga keluarnya lendir bercampur darah.

Jika salah satu tanda tersebut muncul, terutama pada usia kehamilan yang sudah cukup bulan, ibu mengandung sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan. Penanganan yang sigap dapat membantu memastikan kondisi ibu dan bayi tetap kondusif selama proses persalinan.

Kasus Samantha pun menjadi pengingat bahwa setiap ibu hamil, apa pun latar belakangnya, tetap memerlukan akses terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan penuh penghormatan selama proses melahirkan.


Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya