Perkembangan Anak Usia 6 Tahun Dari Bahasa Hingga Sosial Emosional

Jul 17, 2026 06:20 PM - 9 jam yang lalu 419

Jakarta -

Memasuki usia 6 tahun, anak sudah mulai banyak belajar bersosialisasi terutama dari sekolah. Seperti apa perkembangan anak usia 6 tahun lainnya yang tak kalah penting?

Di usia ini, anak mulai berupaya memahami lebih banyak tentang kehidupan orang dewasa. Bagi sebagian anak, proses ini terkadang membikin mereka merasa percaya diri sekaligus kewalahan. 

Imajinasi anak di usia 6 tahun juga sedang berkembang sangat pesat. Tokoh-tokoh di kitab alias movie animasi seperti ksatria, boneka beruang, hingga beragam makhluk dan situasi khayalan sangat menarik bagi mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tonggak perkembangan anak usia 6 tahun

Anak pada rentang waktu ini tetap senang bermain dengan mainan dan menghabiskan waktu berbareng orang tua, serta tetap memerlukan perhatian dan kasih sayang.

Namun di sisi lain, mereka juga mulai tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri. Anak sedang beradaptasi dengan kehidupan sekolah dan mulai senang berteman. 

Selain itu, mereka mempelajari beragam keahlian baru dengan sangat cepat, sekaligus mengalami perkembangan bentuk maupun emosional yang pesat. Berikut beberapa lingkup perkembangan anak usia 6 tahun:

Perkembangan bahasa dan kognitif

Jangan heran jika anak usia 6 tahun semakin cerewet dan selalu mempunyai sesuatu untuk diceritakan.

"Mereka semakin bisa menjelaskan dan mengungkapkan pikiran, perasaan, serta pengalaman yang mereka alami," ujar master ahli anak di Amerika Serikat, Tiffany Kimbrough, MD, seperti dikutip dari Parents.

Pada usia ini, anak juga umumnya sudah bisa menceritakan kembali kisah favoritnya alias alur kegiatan televisi yang mereka sukai.

Sebagian besar anak sudah dapat berbincang dengan tata bahasa yang cukup baik, sehingga mudah dipahami oleh orang lain.

Selain itu, menurut master ahli anak lainnya, Jessica Madden, MD, di usia 6 tahun anak mulai mengembangkan keahlian berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking).

"Mereka mulai memahami perbedaan antara masa lampau dan masa kini, mengetahui bahwa benda-benda yang mempunyai kesamaan dapat dikelompokkan bersama, serta mulai memahami konsep matematika sederhana seperti 'lebih banyak' dan 'lebih sedikit'," jelas Madden.

Perkembangan motorik, tangan, dan jari

Anak usia 6 tahun merupakan sosok yang aktif. Mereka senang bergerak, berlari, dan mencoba beragam keahlian bentuk baru.

Di usia ini, anak bisa melakukan lebih banyak kegiatan menggunakan tubuhnya dibanding sebelumnya. Koordinasi dan kontrol mobilitas mereka pun semakin baik.

Anak usia 6 tahun juga terus mengembangkan keahlian yang telah mereka kuasai, sembari mencoba beragam keahlian baru dengan rasa percaya diri yang semakin besar.

Sebagian besar sudah bisa bermain di beragam akomodasi taman bermain dengan lancar, menangkap dan melempar bola, apalagi jika diberi kesempatan, mereka dapat mulai belajar mengendarai sepeda roda dua.

Kemampuan motorik lembut mereka pun semakin matang sehingga sudah bisa menulis nama sendiri, menggambar manusia dengan bagian tubuh yang lengkap, dan mengancingkan baju.

Perkembangan sosial dan emosional

Saat awal masuk sekolah, wajar jika anak usia 6 tahun tetap memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri.

Mereka sedang belajar berpisah dengan orang tua. Meski demikian, sebagian anak tetap dapat mengalami kekhawatiran saat kudu berpisah (separation anxiety).

Walaupun terkadang tetap terlihat sangat berjuntai pada orang tua, usia ini juga ditandai dengan meningkatnya kemauan anak untuk menunjukkan kemandirian dan menemukan jati dirinya.

Menurut Kimbrough, pada masa ini anak juga mulai membangun pertemanan yang lebih dekat dan bermakna. Melalui hubungan tersebut, mereka belajar mengembangkan empati dan berupaya memahami emosi orang lain.

"Perhatian mereka perlahan bergeser dari diri sendiri ke orang-orang di sekitarnya. Mereka mulai lebih peduli dan lebih peka terhadap kebutuhan maupun emosi orang lain," jelas Kimbrough.

Perkembangan fisik

Dikutip dari Web MD, gigi susu umumnya mulai tanggal sekitar usia 6 tahun dan digantikan oleh gigi permanen.

Anak pada golongan usia ini biasanya bertambah tinggi sekitar 6 cm per tahun dan berat badan bertambah sekitar 2–3 kg per tahun. Kesadaran terhadap corak tubuh mulai berkembang sejak usia sekitar 6 tahun.

Pada usia ini, anak juga tetap belajar memahami konsep suara, jarak, dan kecepatan. Oleh lantaran itu, mereka sebaiknya tidak bermain terlalu dekat dengan jalan raya lantaran belum sepenuhnya memahami ancaman kendaraan yang melintas.

Kemampuan membaca

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya, pada tahun pertama sekolah dasar, jumlah kata yang bisa dibaca anak meningkat pesat. 

Mereka mulai dapat mengenali banyak kata secara langsung tanpa kudu mengeja satu per satu, serta memahami makna sebagian besar kata dan kalimat yang dibacanya.

Memasuki pertengahan kelas satu SD, banyak anak sudah bisa membaca buku-buku sederhana secara mandiri. Karena itu, orang tua bisa memberikan beragam jenis referensi yang menarik, baik berupa kitab cerita maupun majalah anak.

Hal yang tak kalah penting, keahlian memegang pensil juga sudah semakin baik. Menjelang akhir usia 6 tahun, sebagian besar anak sudah dapat menulis dengan lebih lancar dan tulisannya semakin mudah dibaca.

Tips mengoptimalkan perkembangan anak usia 6 tahun

10 Cara Belajar Menulis Anak TKIlustrasi/Foto: Getty Images/picture

Seiring berkembangnya keahlian berpikir, emosi, dan sosial anak, ada banyak langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung proses tersebut.

Salah satunya untuk mengenali kata-kata umum (sight words) dan meningkatkan keahlian membaca, yang menjadi konsentrasi utama di sekolah pada usia ini.

Di rumah, Bunda dapat memperkuat keahlian tersebut dengan membiasakan membacakan kitab sebelum tidur.

Bunda juga bisa membikin perspektif baca yang nyaman di rumah, misalnya dengan menyediakan bantal, selimut, dan rak berisi buku-buku menarik. 

Luangkan waktu untuk berbincang tentang pertemanan mereka. Pahami bahwa bentrok mini merupakan bagian alami dari proses memahami batas dalam berasosiasi dengan orang lain.

Kapan perkembangan anak usia 6 tahun perlu diwaspadai?

Setiap anak tumbuh dan berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Jadi, andaikan anak belum mencapai seluruh tonggak perkembangan yang diharapkan pada usia 6 tahun, perihal tersebut belum tentu menjadi masalah.

Terutama jika dalam lingkup-lingkup lainnya, anak menunjukkan kemajuan secara bertahap.

Namun demikian, ada beberapa tanda yang dapat menjadi sinyal bahwa anak mungkin memerlukan pertimbangan alias support tambahan.

Perlu dipahami oleh orang tua bahwa sistem sensorik anak memengaruhi keahlian mereka menjalani kegiatan sehari-hari. Termasuk untuk makan, tidur, bermain, dan belajar.

Itulah penjelasan tentang perkembangan anak usia 6 Tahun, dari bahasa hingga sosial emosional. Jika Bunda mempunyai kekhawatiran lain mengenai pertumbuhan alias perkembangan anak, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan master alias tenaga ahli lainnya, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya