Cara Menyampaikan Kritik dan Saran Tanpa Membuat Orang Merasa Diserang

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 507x dilihat
Cara Menyampaikan Kritik dan Saran Tanpa Membuat Orang Merasa Diserang

Bagikan Postingan

Apa yang disampaikan saat memberikan kritik dan saran memang penting. Namun, metode menyampaikannya pun sama pentingnya. Penyampaian yang kurang tepat bisa mengubah penerimaan dan berujung konflik.

Beberapa ahli menuturkan bahwa ada metode yang dinilai ampuh untuk menyampaikan kritik dan saran tanpa membikin mitra kerja maupun siapa pun itu merasa dihakimi, diserang, maupun merasa seolah-olah dirinya tidak bisa berbuat apa pun dengan benar.

Berikut empat caranya, yang mungkin statis sering Anda lewatkan. Simak!

1. Jangan Berasumsi

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Cottobro Studio

Saat memberikan kritik dan saran, jangan membawa anggapan ke dalam percakapan. Hal ini bisa membikin masukan terasa lebih menyerang daripada membantu.

Saat mitra terlambat, alih-alih mengatakan, “Lain kali, jangan terlambat. Hargai waktu orang lain!” lebih baik sampaikan sesuatu yang sifatnya mau tahu, seperti yang disarankan Elisa Martinez, MA, LMFT., seorang psikoterapis berlisensi, mengutip Real Simple.

  • “Belakangan ini, aku perhatikan Anda lebih sering terlambat. Apa ada sesuatu yang sedang terjadi dan menjadi kendala?”

Mengubah pernyataan maupun dakwaan menjadi pertanyaan seperti kalimat di atas merupakan salah satu teknik komunikasi paling ampuh untuk mengubah perselisihan menjadi kolaborasi. Alhasil, orang yang menerima kritik akan lebih terbuka dan tidak bersikap defensif.

2. Hindari Kata “Selalu” maupun “Tidak Pernah”

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Alena Darmel

Saat emosi sedang memuncak, menggunakan kata “selalu” dan “tidak pernah” sering kali terasa seperti reaksi spontan.

  • “Kamu selalu terlambat.”
  • “Kamu tidak pernah mendengarkanku.”

Dua kalimat di atas terkesan beku dan mutlak, serta cenderung memicu sikap bertahan dan mengalihkan perhatian lawan bicara untuk memutarbalikkan keadaan.

Contohnya? Saat Anda menyampaikan kritik “Terlambat mulu. On time, dong”, lawan bicara akan membalikkan percakapan dengan menyampaikan, “Aku pernah kok, datang lebih awal. Tidak selalu terlambat.”

Menurut terapis berlisensi Nidhi Tewari, MSW, LCSW., pendekatan yang lebih baik saat menyampaikan kritik dan saran adalah statis berpegang pada hal-hal yang benar-benar diamati.

Sebagai contoh, mengatakan “Dua tugas terakhir diserahkan setelah DL yang telah disepakati” memberikan masalah konkret yang dapat ditanggapi oleh penerima pesan.

“Penggunaan bahasa yang lebih halus akan mengurangi sikap bertahan serta mengubah nada bicara dari yang berkarakter menuduh menjadi lebih asertif,” ungkap terapis Tewari.

3. Akhiri dengan Ajakan Bertindak yang Jelas

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Kritik yang membangun perlu menerangkan seperti apa bentuk ‘lebih baik’ itu sebenarnya. Saat memberikan kritik dan saran, Anda disarankan untuk mengakhirinya dengan call to action yang konkret.

Semakin khusus permintaan, maka semakin gampang orang lain untuk benar-benar melaksanakannya dan berbuat adaptasi yang diminta, tanpa merasa seolah-olah mereka sedang dicari-cari kesalahannya.

4. Akui Juga Hal-Hal yang Berjalan dengan Baik

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Moe Magners

Pada umumnya, orang lebih terbuka menerima masukan ketika mereka tahu bahwa upayanya diperhatikan dan umpan balik yang diterima didasari oleh kepedulian, bukan keinginan untuk menjatuhkan.

“Kita perlu mengakui saat-saat ketika seseorang memberitahu peningkatan, guna menyoroti hal-hal yang mau kita lihat lebih sering lagi,” ujar Tewari.

Kamu mungkin menegur anak magang untuk selesai memotong pembicaraan mitra kerja senior saat rapat. Tetapi di sisi lain, Anda bisa mengapresiasi kenyataan bahwa mereka setidaknya berani angkat bicara dan memberitahu inisiatif. Hanya saja, momen dan caranya kurang tepat.

Itulah empat metode menyampaikan kritik dan saran tanpa membikin orang lain merasa diserang. Semoga membantu!

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads