Cerita perjuangan orang tua pemain tim USA, Ricardo Pepi, mengantar sang anak ke Piala Dunia 2026 menyimpan kisah yang menginspirasi. Di kembali kesuksesannya sebagai pesepak bola, ada pengorbanan dari family yang selalu menyertai perjalanannya.
Dilansir dari People Splash, Ricardo Pepi lahir dari family imigran Meksiko yang datang ke Amerika Serikat untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Sang Ayah, Daniel, bekerja sebagai tukang taman, sedangkan ibundanya, Ana, bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Meski menjalani pekerjaan yang sederhana, keduanya tidak pernah berakhir memberikan support kepada putranya. Sejak kecil, Ricardo mempunyai mimpi untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Impian tersebut selalu mendapat support penuh dari orang tuanya, Daniel dan Ana, yang percaya pada keahlian anak mereka. Sebagai orang tua, mereka rela melakukan beragam pengorbanan demi mewujudkan cita-cita Ricardo.
Simak kisah selengkapnya berikut ini, Bunda.
Berpisah sejak usia 13 tahun, begini pengorbanan orang tua Ricardo Pepi
Perjalanan Ricardo Pepi menuju Piala Dunia 2026 tak lepas dari peran kedua orang tuanya. Sejak kecil, mereka selalu datang dan mendukung setiap langkah yang diambil sang putra.
Pepi tumbuh besar di El Paso, Texas, ialah daerah yang berada di dekat perbatasan Meksiko. Sedari kecil, orang tua Ricardo selalu mendampinginya dalam beragam kegiatan sepak bola.
Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi mengantar Ricardo berlatih dan bertanding. Sang Bunda, Ana, berupaya memberikan support dari rumah, sementara ayahnya selalu berada di sisinya saat berlatih maupun bertanding.
Ricardo Pepi mengungkapkan bahwa sang Ayah mempunyai peran yang begitu besar dalam perjalanannya sebagai pemain sepak bola. Menurutnya, ayahnya telah menjadi pembimbing sekaligus sosok yang banyak berkorban untuk mendukung mimpinya.
"Ayah saya sangat krusial bagi pekerjaan saya. Beliau adalah pembimbing saya selama 10 alias 11 tahun. Itu memerlukan waktu dan pengorbanan," ujar Ricardo Pepi, dikutip dari laman NBC New York.
Seiring bertambahnya usia, Ricardo kudu mengambil langkah demi mengejar cita-citanya sebagai pemain sepak bola profesional. Bahkan, orang tuanya kudu berpisah dengan sang anak sejak usia 13 tahun.
Keputusan tersebut tentu bukan perihal yang mudah bagi keluarganya. Orang tua Ricardo kudu merelakan putra mereka tinggal jauh dari rumah demi masa depan yang lebih baik.
Mantan pembimbing Ricardo, Miguel Lopez, menilai keputusan itu sebagai pengorbanan besar. Menurutnya, tidak semua orang tua sanggup melewati situasi seperti itu.
"Jika Anda punya anak, Anda tahu apa artinya membiarkan seorang putra pergi sendirian, pada usia 13 tahun, ke kota besar lain untuk mewujudkan mimpinya. Ya, itu sangat sulit," katanya.
Perpisahan itu rupanya juga menjadi tantangan bagi Ricardo. Ia kudu beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehadiran family yang biasanya selalu berada di sisinya.
Harapan orang tua Ricardo Pepi yang sekarang jadi kenyataan
Perjuangan panjang yang dilakukan orang tua Ricardo, Daniel dan Ana, mulai menunjukkan hasil ketika sang anak berumur 18 tahun. Kala itu, dia tampil di Major League Soccer dengan mencetak 13 gol dari 31 pertandingan dan meraih penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik.
Kebanggaan family semakin bertambah ketika Ricardo mendapat kesempatan memihak tim nasional Amerika Serikat pada 2021. Bahkan, dia langsung mencetak gol dan mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol termuda di tim tersebut.
Meski sudah meraih banyak pencapaian, perjalanan Ricardo tak selalu melangkah mulus, Bunda. Ia kudu beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi tantangan di setiap negara yang disinggahinya.
Perjalanan panjang Ricardo dari El Paso, Dallas, Jerman, hingga Belanda akhirnya mengantarkannya semakin dekat dengan impiannya sebagai pemain sepak bola. Ia diketahui telah mencetak 13 gol dari 37 penampilan berbareng tim nasional Amerika Serikat.
Catatan itu yang juga turut mengantarkannya untuk tampil di Piala Dunia 2026. Namun sebelum mencapai titik tersebut, Ricardo sempat merasa kecewa lantaran kandas masuk Piala Dunia 2022.
Meski sempat gagal, orang tua Ricardo selalu menguatkan putra mereka agar tidak larut dalam kekecewaan. Keduanya percaya bahwa pengalaman tersebut dapat jadi pelajaran untuk sang anak berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Kini, angan yang selama ini mereka jaga akhirnya menjadi kenyataan, Bunda. Ricardo tengah bersiap menjalani debutnya di Piala Dunia 2026 saat Amerika Serikat menghadapi Paraguay pada 12 Juni 2026 di Los Angeles.
Sejak awal, Daniel dan Ana selalu memberikan support untuk membantu putra mereka mengejar cita-cita. Mereka juga terus menasihati Ricardo agar tidak menyerah saat menghadapi rintangan.
Sebagai orang tua, Daniel dan Ana tidak hanya berambisi sang anak meraih kesuksesan di sepak bola. Mereka juga mau putranya terus membawa akibat positif bagi banyak orang.
Itulah cerita perjuangan orang tua Ricardo Pepi yang rela berkorban dan berpisah dengan sang anak sejak usia 13 tahun demi mengejar mimpinya di bumi sepak bola. Semoga bisa menginspirasi, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)