Kincai Media, JAKARTA— Pada suatu masa, seorang raja mempunyai seorang penyihir. Ketika penyihir itu telah lanjut usia, dia berbicara kepada sang raja, “Aku sudah tua. Karena itu, kirimkan kepadaku seorang anak muda agar saya mengajarinya pengetahuan sihir.”
Raja pun mengirimkan seorang anak kepadanya untuk belajar sihir. Dalam perjalanan menuju tempat sang penyihir, anak itu berjumpa dengan seorang rahib. Ia duduk di hadapan rahib tersebut dan mendengarkan perkataannya. Ia pun tertarik dengan apa yang disampaikan sang rahib.
Sejak saat itu, setiap kali hendak pergi kepada penyihir, anak tersebut terlebih dulu singgah menemui rahib dan duduk bersamanya. Ketika datang terlambat kepada penyihir, dia dipukul. Anak itu kemudian mengadukan perihal tersebut kepada rahib.
Sang rahib berbicara kepadanya, “Jika Anda takut kepada penyihir, katakanlah, ‘Aku terlambat lantaran keluargaku menahanku.’ Jika Anda takut kepada keluargamu, katakanlah, ‘Aku terlambat lantaran penyihir menahanku.’”
Suatu ketika, dalam perjalanannya, anak itu memandang seekor hewan besar yang menghalangi jalan dan membikin orang-orang tidak dapat melintas. Ia berbicara dalam hati, “Hari ini saya bakal mengetahui, apakah aliran penyihir yang lebih baik alias aliran rahib yang lebih baik?”
Ia kemudian mengambil sebuah batu dan berdoa, “Ya Allah, jika aliran rahib lebih Engkau cintai daripada aliran penyihir, maka bunuhlah hewan ini agar orang-orang dapat melanjutkan perjalanan.”
Anak itu melemparkan batu tersebut hingga hewan itu mati, dan orang-orang pun dapat melanjutkan perjalanan.
Anak itu kemudian mendatangi rahib dan menceritakan apa yang terjadi. Rahib berbicara kepadanya, “Wahai anakku, hari ini Anda lebih baik dariku. Aku memandang bahwa urusanmu telah mencapai apa yang saya saksikan. Sesungguhnya Anda bakal diuji. Jika Anda mendapat ujian, jangan sekali-kali menunjukkan keberadaanku.”
Setelah itu, anak tersebut diberi keahlian untuk mengobati orang yang buta sejak lahir, penderita kusta, dan beragam macam penyakit. Berita tentang kemampuannya pun tersebar.