Ciri-Ciri Kepribadian Orang Lebih Suka Ngemil Sepanjang Hari

May 17, 2026 07:30 PM - 2 bulan yang lalu 73778

Kebiasaan makan setiap orang memang suka jadi bahan perbincangan yang menarik untuk dibahas. Ada yang merasa lebih nyaman dengan makan camilan sepanjang hari, daripada makan besar di jam tertentu.

Bicara soal ini, belum ada jawaban pasti yang betul-betul disepakati oleh semua ahli. Sebagian menilai makan sedikit tapi sering lebih baik, sementara yang lainnya menganggap makan tiga kali sehari dengan porsi seimbang adalah pola yang ideal.

Pilihan kebiasaan makan ini rupanya tidak selalu soal lapar alias tidaknya seseorang. Ada hal-hal tertentu dari langkah seseorang berpikir dan bersikap yang diketahui ikut memengaruhi kebiasaan tersebut, Bunda.


Kalau diperhatikan lebih jauh, terdapat karakter kepribadian orang yang lebih suka ngemil sepanjang hari. Penasaran apa saja yang dimaksud, Bunda? Simak selengkapnya yuk.

Ciri-ciri kepribadian orang lebih suka ngemil sepanjang hari

Orang yang lebih sering ngemil sepanjang hari dibandingkan makan makanan berat mempunyai beberapa karakter kepribadian tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya yang dikutip dari laman Your Tango:

1. Mudah merasa bosan

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan di Frontiers in Psychology, banyak orang makan sebagai langkah untuk mengatasi kebosanan alias sekadar mengalihkan perhatian dari rasa sepi.

Saat tidak ada kegiatan, camilan menjadi pelarian yang terasa paling mudah. Ketika sedang sendirian alias tidak mempunyai kegiatan yang cukup menarik, makanan ringan bisa menjadi langkah sigap untuk mengisi waktu.

2. Aktif dan punya style hidup yang sibuk

Mengingat ngemil bisa memberi tambahan daya jika pilihannya tepat, kebiasaan ini jadi cukup membantu di tengah hari yang sibuk, Bunda. Maka tak heran jika sebagian orang yang punya kegiatan padat lebih sering mengandalkannya.

Terlebih saat tidak sempat makan besar alias memasak makanan lengkap, camilan terasa jauh lebih praktis untuk dikonsumsi. Lebih dari itu, langkah ini juga dianggap lebih mudah agar tetap punya tenaga untuk menjalani aktivitas.

3. Cenderung impulsif

Sifat impulsif sering kali berangkaian dengan kebiasaan makan seseorang. Hal ini membikin kemauan untuk ngemil bisa muncul begitu saja.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebut bahwa semakin impulsif seseorang, semakin besar pula kemungkinan dia mengikuti dorongan untuk makan camilan sepanjang hari.

4. Berpikiran terbuka

Sikap berpikiran terbuka tentu membikin seseorang lebih mudah mencoba hal-hal baru, Bunda. Ternyata, perihal ini dapat terlihat dari kebiasaan sehari-hari seperti pola makan.

Mereka biasanya suka ragam dan tidak sigap jenuh dengan sesuatu yang itu-itu saja, termasuk saat memilih camilan. Bahkan, ngemil bisa jadi langkah untuk menikmati perihal baru dalam keseharian.

5. Tipe orang yang suka begadang

Kebiasaan sering begadang alias aktif di malam hari bisa bikin seseorang lebih sering merasa mau ngemil. Mengapa demikian? Hal ini lantaran tubuh tidak mendapatkan waktu rehat yang cukup.

Meski ngemil tidak selalu jelek jika dijaga dengan asupan nutrisinya, kurang tidur tetap bisa memberi akibat pada tubuh. Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini bisa berakibat pada kesehatan Bunda.

6. Pribadi yang perfeksionis

Selanjutnya, orang-orang perfeksionis sering menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk dirinya sendiri. Inilah sebabnya, mereka menjadi lebih mudah terdorong untuk ngemil di sela aktivitas.

Bagi yang tetap dipengaruhi sifat perfeksionis dalam pekerjaan, waktu untuk makan besar kadang sering terlewat. Akhirnya, camilan sering dipilih lantaran dianggap lebih praktis di tengah kesibukan.

7. Selalu melakukan banyak tugas sekaligus

Meski multitasking atau mengerjakan dua tugas sekaligus terasa seperti perihal yang tak bisa dihindari di tengah kesibukan, langkah ini sebenarnya tidak selalu membikin pekerjaan jadi lebih efektif, Bunda.

Hal yang sama juga bertindak saat makan alias melakukan kegiatan lain. Jika terlalu banyak perihal dikerjakan bersamaan, tubuh jadi kurang peka terhadap sinyal lapar dan rasa kenyang.

Seseorang yang suka ngemil sepanjang hari biasanya juga terbiasa melakukan banyak perihal sekaligus. Akhirnya, waktu untuk makan komplit jadi berkurang lantaran kegiatan yang terus berjalan.

8. Menyukai kegiatan olahraga

Jika seseorang banyak melakukan olahraga dalam seminggu, kemungkinan besar mereka lebih suka ngemil sepanjang hari untuk menjaga staminanya.

Camilan mini yang sehat biasanya lebih mudah dikonsumsi di tengah kegiatan yang padat. Selain praktis, makanan ini juga dapat menahan rasa lapar yang bisa meningkat setelah banyak bergerak.

9. Sulit memperlambat ritme hidup

Jika seseorang terbiasa hidup dengan alur yang serba cepat, biasanya mereka kudu selalu bergerak tanpa jeda. Dalam kebiasaan makan, ngemil jadi langkah yang paling praktis untuk tetap beraktivitas.

Namun, perihal ini bisa membikin tubuh terasa kurang kenyang dan rasa lapar muncul lebih sering. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, waktu untuk makan dengan tenang alias menyiapkan makanan komplit pun jadi semakin jarang.

10. Tidak mengikuti standar alias ekspektasi orang lain

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition, sebagian orang condong tidak merasa perlu menyesuaikan diri dengan standar di sekitarnya.

Mereka lebih memilih menjalani kebiasaan sesuai dengan kenyamanan diri sendiri. Hal ini juga bisa terlihat dari pilihan makanan maupun style hidup yang mereka jalani, Bunda. Termasuk dalam perihal makan, mereka tidak terlalu konsentrasi pada patokan yang umum diikuti banyak orang.

Itulah beberapa karakter kepribadian orang yang lebih suka ngemil sepanjang hari. Apakah Bunda termasuk salah satunya?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya