Pernahkah Bunda memperhatikan ada wanita yang terlalu sering mengucapkan kata 'maaf', apalagi untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu? Kebiasaan mengatakan 'maaf' rupanya dapat mencerminkan kepribadian seorang wanita lho.
Cara seseorang menggunakan kata 'maaf' tidak dapat mencerminkan etika dalam berkomunikasi. Selain itu, ucapan ini juga bisa memberikan gambaran tentang empati dan pola pikir yang dimiliki seseorang.
Lantas, seperti apa kepribadian wanita yang sering mengatakan 'maaf'? Simak penjelasannya berikut ini ya!
Ciri kepribadian wanita yang sering bilang 'maaf'
Melansir dari laman Times of India, berikut 7 karakter kepribadian dari wanita yang sering mengatakan 'maaf':
1. Mereka bisa membaca suasana sebelum orang lain menyadarinya
Perempuan yang terlalu sering meminta maaf condong sangat peka terhadap suasana hati orang lain. Studi tentang kepribadian dan empati yang diterbitkan di jurnal PLoS One tahun 2017 menunjukkan bahwa kepekaan ini mengenai erat dengan keramahan, salah satu dari lima sifat utama (Big Five) yang digunakan psikolog untuk memetakan kepribadian.
Dalam perspektif positif, perihal itu adalah hidayah yang tulus. Mereka meminta maaf lantaran rasa bersalah yang sigap disadari, apalagi ketika dia sebenarnya tidak melakukan kesalahan.
2. Pribadi yang selalu berupaya menyenangkan orang lain
Para psikolog tidak menganggap perilaku menyenangkan orang lain sebagai kekurangan. Mereka melihatnya sebagai kebiasaan yang dipelajari, sesuatu yang didapat dari lingkungan sekitar, didikan, dan ketidaknyamanan dalam menghadapi konflik.
Di suatu titik, mengatakan 'maaf' bisa menjadi jalan pintas untuk menjaga perdamaian. Perempuan biasanya sering bilang 'maaf' lantaran mau meredakan situasi sebelum ketegangan meningkat.
3. Bawaan sifat sebagai seorang perempuan
Sebuah studi dalam jurnal Psychological Science tahun 2010 melacak seberapa sering laki-laki dan wanita meminta maaf selama 12 hari. Menurut studi, wanita memang lebih sering mengucapkan kata 'maaf' dibandingkan laki-laki, Bunda.
Kata 'maaf' yang terlontar rupanya sama sekali bukan tentang rasa bersalah, melainkan sebuah standar. Perempuan menganggap banyak momen sehari-hari yang dianggap sebagai 'pelanggaran' dan layak untuk meminta maaf, seperti terlambat lima menit alias meminta support orang untuk mengambil sesuatu.
4. Tertekan mau menjadi pribadi yang baik
Terdapat tekanan diam-diam dan tak terucapkan pada wanita untuk menjadi penyayang, kompetitif, dan disukai tanpa usaha. Tanpa disadari, tekanan tersebut membikin wanita mengucapkan kata maaf.
Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika kita merasa tidak mungkin untuk mendapatkan semuanya, kebanyakan wanita tidak menyalahkan ekspektasi tersebut. Mereka menyalahkan diri sendiri.
Rasa menyalahkan diri sendiri itu tidak lenyap seiring bertambahnya usia. Itu dapat muncul dalam ucapan 'maaf' yang berkarakter refleksif.
5. Mudah berbaur dan jujur
Sifat mudah berbaur sering kali mendapat reputasi buruk, tetapi sebenarnya itu bukanlah kelemahan. Justru sifat inilah yang membikin kita menjadi pribadi yang hangat, kooperatif, dan betul-betul pandai membangun hubungan.
Namun, masalah mulai muncul ketika sifat mudah berbaur berjumpa dengan ketegasan yang rendah alias kecemasan. Saat itulah perihal berubah menjadi 'akomodasi kompulsif', alias kecenderungan untuk terus-menerus meminta maaf.
6. Takut dianggap 'berlebihan'
Banyak wanita yang terus-menerus mengatakan 'maaf' dianggap pribadi perfeksionis yang berlindung di kembali penampilan luarnya. Kata 'maaf' digunakan sebagai tameng, misalnya "Maaf atas kesalahan", "Maaf lantaran bertanya", alias "Maaf lantaran hanya sedikit mengganggu percakapan."
Penelitian mengaitkan perihal tersebut dengan rasa takut dianggap sebagai orang yang susah alias berlebihan. Kebiasaan itu sering kali berakar pada emosi yang terakumulasi bertahun-tahun.
7. Harga diri terlalu berjuntai pada orang lain
Kebiasaan meminta maaf terus-menerus sering dikaitkan dengan kebutuhan bakal pengesahan dari luar. Hal tersebut berangkaian juga dengan emosi terpendam bahwa nilai diri kita berjuntai pada apalah kita disukai oleh orang lain alias tidak sama sekali.
Para peneliti kesehatan mental menunjukkan bahwa pola ini biasanya berakar sejak dini, dari rumah, di mana kasih sayang terasa bersyarat dan kudu diperoleh melalui perilaku baik. Ini bukan tentang bersikap sopan, tapi tentang melindungi diri dari sesuatu yang tidak kita setujui.
Demikian 7 karakter kepribadian dari wanita yang sering mengatakan 'maaf'. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·