Punya usia panjang dengan tubuh yang tetap aktif tentu menjadi kemauan banyak orang ya, Beauties. Menariknya, rahasia umur panjang tidak selalu berangkaian dengan makanan mahal alias pola diet yang rumit, lantaran masyarakat di sejumlah daerah dengan banyak masyarakat berumur 100 tahun justru terbiasa mengonsumsi bahan makanan yang sederhana dan mudah ditemukan sehari-hari.
Salah satu daerah yang kerap menjadi perhatian adalah Zona Biru alias Blue Zones, ialah daerah yang dikenal mempunyai populasi berumur sangat panjang. Pola makan masyarakatnya memang tidak sepenuhnya sama, tetapi terdapat sejumlah kesamaan, termasuk tingginya konsumsi makanan nabati, serat, sumber protein berkualitas, serta makanan yang kaya senyawa antioksidan.
Lantas, apa saja makanan yang biasa dikonsumsi orang panjang umur? Dilansir dari Health, simak daftarnya berikut ini!
1. Ubi Jalar

Ubi jalar/ Foto: Magnific.com/topntp26
Ubi jalar merupakan salah satu sumber makanan pokok masyarakat lanjut usia di Zona Biru, khususnya mereka yang tinggal di Okinawa, Jepang. Hal tersebut lantaran ubi jalar bukan sekadar sumber karbohidrat, tetapi juga mengandung serat serta beragam senyawa tumbuhan yang berfaedah bagi tubuh.
Varietas ubi jalar berwarna ungu secara unik mendapat perhatian lantaran kaya bakal senyawa tumbuhan bioaktif. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai potensi antioksidan dan dikaitkan dengan pengaruh yang mendukung kesehatan selama proses penuaan.
2. Sayuran Hijau

Sayuran hijau/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers
Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan sawi merupakan golongan makanan yang banyak mendapat perhatian dalam pola makan sehat. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan antioksidannya membikin sayuran ini tidak hanya baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga dapat menjadi bagian krusial untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
Beberapa senyawa di dalam sayuran hijau, seperti lutein, folat, dan beta-karoten, juga berasosiasi dengan kesehatan otak. Karena itu, menambahkan sayuran hijau ke dalam menu secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung kegunaan kognitif. Hal ini menjadi semakin krusial seiring bertambahnya usia, lantaran menjaga kesehatan otak menjadi salah satu bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup.
3. Biji-bijian Utuh

Biji-bijian utuh/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov
Berbicara tentang makanan yang biasa dikonsumsi orang panjang umur, biji-bijian utuh juga tidak boleh dilewatkan, Beauties. Gandum utuh, quinoa, dan beras merah merupakan beberapa contohnya. Berbeda dari biji-bijian yang telah banyak mengalami proses pengolahan, biji-bijian utuh tetap mempertahankan lebih banyak bagian alami biji sehingga kandungan serat dan nutrisinya relatif lebih tinggi.
Kandungan karbohidrat kompleks dan serat juga membikin makanan ini dicerna lebih perlahan dibandingkan sumber karbohidrat yang lebih sederhana. Kondisi tersebut dapat membantu menghasilkan pelepasan daya yang lebih stabil setelah makan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Manfaatnya pun tidak berakhir pada rasa kenyang. Serat dari biji-bijian utuh dapat mendukung pencernaan, sementara pola makan yang kaya biji-bijian utuh juga dikaitkan dengan pengelolaan kadar kolesterol dan gula darah yang lebih baik. Penelitian pun mengaitkan konsumsi biji-bijian utuh dengan proses penuaan yang lebih sehat, termasuk dalam mempertahankan kegunaan bentuk dan kognitif serta mengurangi akibat beragam masalah kesehatan.
4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan/ Foto: Magnific.com/magnific
Kacang-kacangan dan polong-polongan termasuk makanan yang cukup menonjol dalam pola makan di Zona Biru. Kacang merah, lentil, buncis, kedelai, hingga beragam jenis kacang lainnya dapat menyediakan kombinasi protein nabati, serat, vitamin, dan mineral. Sementara itu, kacang seperti kenari, almond, dan pistachio juga kerap menjadi pilihan camilan lantaran mengandung lemak sehat, protein, serat, serta beragam senyawa antioksidan.
Keunggulan lain dari kacang-kacangan adalah indeks glikemiknya yang condong rendah. Artinya, makanan ini umumnya tidak menyebabkan peningkatan gula darah secara sigap seperti makanan dengan karbohidrat sederhana. Kombinasi protein dan serat di dalamnya juga membantu memberikan rasa kenyang sehingga dapat mendukung pengelolaan berat badan.
Tak sampai di situ, serat larut yang terdapat dalam sejumlah jenis kacang dan polong-polongan turut berkedudukan dalam kesehatan pencernaan. Serat tersebut dapat menjadi sumber makanan bagi kuman baik di dalam usus sekaligus membantu pengelolaan kadar kolesterol darah.
5. Buah

Buah/ Foto: Magnific.com/lifeforstock
Buah menjadi golongan makanan lain yang tak kalah krusial dalam pola makan sehat. Apel, jeruk, beri, pisang, pepaya, dan beragam buah lainnya menyediakan kombinasi nutrisi yang berbeda-beda, tetapi secara umum dapat menjadi sumber vitamin, mineral, serat, serta beragam senyawa antioksidan. Keragaman inilah yang membikin konsumsi buah dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Kandungan serat pada buah juga dapat membantu memberikan rasa kenyang sekaligus mendukung sistem pencernaan. Sementara itu, antioksidan dan beragam senyawa tumbuhan di dalam buah dapat membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.
Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara konsumsi buah yang cukup dengan beragam parameter kesehatan, termasuk pengelolaan berat badan, kesehatan jantung, hingga kontrol gula darah. Bahkan, penelitian pada 2022 menyimpulkan bahwa konsumsi lebih banyak porsi buah dan sayuran setiap hari berangkaian dengan akibat kematian yang lebih rendah, Beauties.
6. Makanan Laut

Makanan laut/ Foto: Magnific.com/bearfotos
Meski pola makan masyarakat di Zona Biru umumnya lebih banyak menekankan makanan nabati, bukan berfaedah sumber makanan hewani sepenuhnya dihindari. Makanan laut seperti ikan, udang, kerang, dan jenis lainnya tetap dikonsumsi dalam jumlah sedang. Pilihan ini memberikan tambahan protein berbobot yang krusial untuk membantu mempertahankan massa dan kegunaan otot, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Hal tersebut menjadi semakin relevan lantaran kehilangan massa otot merupakan salah satu perubahan yang dapat terjadi seiring penuaan. Ikan dan makanan laut juga dapat menjadi pengganti sumber protein selain kacang-kacangan dan makanan nabati lainnya.
Beberapa jenis ikan seperti ikan kembung, salmon, tongkol hingga sarden apalagi kaya bakal masam lemak omega-3. Nutrisi ini berkedudukan dalam mendukung kesehatan jantung dan otak serta mempunyai kaitan dengan pengaturan proses peradangan dalam tubuh.
Jadi, itulah beberapa makanan yang biasa dikonsumsi orang panjang umur. Siap masukkan dalam menu makan harianmu, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)