Kincai Media, JAKARTA— Salah satu rumor yang menjadi polemik sepanjang sejarah adalah keberadaan kepala cucu Rasulullah SAW, Husain, yang syahid dibunuh.
Dr Ali Muhammad ash-Shalaby, dalam karyanya al-Daulah al-Umawiyyah ‘Awamil al-Izdihar wa Tada'iyat al-Inhiyar, menjelaskan salah satu karena munculnya perbedaan pendapat di kalangan masyarakat mengenai lokasi kepala Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma adalah keberadaan beragam tempat yang diyakini sebagai makam kepala beliau di sejumlah daerah kaum Muslimin.
Tempat-tempat tersebut umumnya dibangun pada masa ketika pemikiran dan pemahaman keagamaan mengalami kemunduran. Masing-masing tempat menyatakan menyimpan kepala Husain.
Ketidakjelasan mengenai letak sebenarnya kemudian membikin setiap golongan mempertahankan pendapatnya masing-masing dan meyakini bahwa kepala Husain berada di tempat yang mereka klaim.
Jika mau menelusuri persoalan ini secara lebih mendalam, kita perlu mengikuti perjalanan kepala Husain sejak berakhirnya Pertempuran Karbala.
Riwayat yang kuat menyebut bahwa kepala Husain dibawa kepada Ubaidillah bin Ziyad. Kepala itu kemudian diletakkan di sebuah nampan, lampau Ibnu Ziyad memukulnya dengan tongkat yang berada di tangannya.
Anas bin Malik RA yang menyaksikan peristiwa tersebut kemudian berdiri dan berkata, “Beliau adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah SAW di antara mereka.”
Setelah peristiwa tersebut, beragam riwayat dan pendapat mengenai nasib kepala Husain RA berkembang dengan perbedaan yang cukup tajam.
Apakah kepala Husain dibawa kepada Yazid?
Setelah menelaah sejumlah riwayat yang menyebut bahwa Ibnu Ziyad mengirim kepala Husain kepada Yazid bin Muawiyah, terdapat beberapa jenis cerita.