Suasana perang salib memperebutkan Yerusalem.
Kincai Media, JAKARTA— Salahuddin al-Ayyubi, adalah sosok yang sangat sabar menghadapi hayat yang keras dan penuh kesederhanaan, padahal ia sebenarnya memiliki kapasitas untuk hidup dalam keadaan yang jauh lebih nyaman.
Ia menjadi teladan dahsyat dalam kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, baik di medan jihad maupun ketika menghadapi beragam guncangan dan musibah.
Bahauddin bin Syaddad, dalam An-Nawadir As-Sultaniyyah wa Al-Mahasin Al-Yusufiyyah, mengisahkan beberapa sisi kesabaran dan Keteguhan Salahuddin al-Ayyubi sebagai berikut:
Pertama:
Al-Qadhi Bahauddin bin Syaddad menceritakan:
"Aku pernah melihatnya di Marj 'Akka dalam kondisi sakit yang sangat parah. Penyakit itu muncul karena banyaknya abses yang tumbuh di tubuhnya, mulai dari bagiankecil tengah tubuh hingga lutut, sehingga ia tidak bisa duduk.
Ketika eksis di dalam tenda, ia cuma bisa rebah miring dengan bersandar pada salah satu sisi tubuhnya.
Karena tidak bisa duduk, ia terlebihlagi tidak mau makanan dihidangkan di hadapannya. Ia justru memerintahkan agar makanan tersebut dibagikan kepada orang-orang.
Dalam keadaan seperti itu, ia statis tinggal di sebuah tenda perang yang lokasinya dekat dengan musuh.