Ilustrasi sholat.
Kincai Media, JAKARTA— Terdapat dua kedudukan agung yang bakal dihadapi seorang hamba di hadapan Rabb-nya.
Kedua kedudukan tersebut ialah yang pertama, saat dia hidup di bumi ini. Kedua, ketika dia berdiri di hadapan Allah SWT pada Hari Kiamat.
Keberhasilan seseorang pada kedudukan pertama bakal menentukan kebahagiaan dan keselamatannya pada kedudukan kedua.
Sebaliknya, rusaknya keadaan seorang hamba pada kedudukan pertama bakal menyebabkan kerugian dan kesengsaraannya pada kedudukan kedua.
Kedudukan pertama yang kita jalani di hadapan Allah selama kehidupan bumi ini adalah sholat, ibadah yang telah Allah wajibkan atas hamba-hamba-Nya sebanyak lima kali dalam sehari semalam.
Barang siapa menjaga sholatnya, memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepadanya, melaksanakannya tepat waktu, berjamaah berbareng kaum Muslimin, serta memelihara syarat, rukun, dan kewajibannya, maka urusannya bakal dimudahkan ketika berdiri di hadapan Allah pada Hari Kiamat. Ia bakal memperoleh keberuntungan dan kesuksesan.
Sebaliknya, siapa yang meremehkan kedudukan ini—yakni meremehkan shalatnya—tidak memperhatikannya, tidak menjaganya secara konsisten, serta mengabaikan syarat, rukun, dan kewajibannya, maka bakal susah baginya menghadapi kedudukan kedua, ialah ketika berdiri di hadapan Allah pada Hari Kiamat.
Sholat merupakan bagian dari sunnah petunjuk yang diajarkan Rasulullah SAW. Sholat adalah penghubung antara seorang hamba dengan Rabb-nya, sekaligus tanda dan bukti kejujuran penghambaan seorang manusia kepada Allah Ta’ala.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·