Mengenang Kiai Rifa'i, Pahlawan Nasional yang Pemikirannya Melampaui Zaman

Aug 04, 2026 08:57 AM - 2 jam yang lalu 6

Haul Akbar KH Ahmad Rifai Arief dan Silaturrahim Nasional Alumni Daar El-Qolam dan La Tansa, Rangkasbitung, Banten, Rabu (15/6/2022)

Kincai Media,JAKARTA — Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa'i dinilai sebagai salah satu tokoh pembaru pendidikan Islam di Indonesia yang pemikiran dan gagasannya melampaui zamannya.

Pendiri aktivitas Rifa'iyah yang lahir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 1200 H/ 1786 M itu telah meletakkan fondasi pendidikan Islam yang menekankan penguasaan ilmu, akhlak, dan moderasi berakidah jauh sebelum konsep tersebut dikenal luas saat ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Angkatan Muda Rifa'iyah Indonesia (AMRI), Dr Abdul Kholiq Syafi'i, 

Kholiq mengatakan, meski istilah moderasi berakidah belum dikenal pada masa KH Ahmad Rifa'i, aliran yang diwariskannya telah mencerminkan nilai-nilai moderasi. Menurut dia, KH Ahmad Rifa'i bisa mengolah khazanah keilmuan Islam yang berasal dari bumi Arab maupun beragam literatur lainnya ke dalam bahasa dan budaya lokal sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.

"Sunan Kalijaga dikenal lantaran mengislamkan masyarakat yang belum Islam, sementara Kiai Ahmad Rifa'i dikenal lantaran memurnikan aliran Islam di tengah masyarakat yang tetap dipengaruhi praktik-praktik sinkretisme," ujar Kholiq.

Ia menjelaskan, salah satu pembaruan pendidikan yang diperkenalkan KH Ahmad Rifa'i adalah penekanan agar setiap santri menjadi pribadi yang berilmu dan adil. Alim dimaknai mempunyai penguasaan pengetahuan kepercayaan sekaligus pengetahuan pengetahuan umum termasuk sains, sedangkan setara berfaedah menjaga integritas moral dengan menjauhi dosa besar serta terus berupaya menghindari dosa-dosa kecil.

Selama hidupnya, KH Ahmad Rifa'i menulis sekitar 60 kitab yang membahas beragam bidang, mulai dari pendidikan, bayan, akidah, akhlak, fikih, ekonomi hingga hukum. Pemikiran-pemikirannya membikin pemerintah kolonial Belanda menganggapnya sebagai tokoh yang rawan sehingga aktivitasnya, termasuk para pengikutnya, terus diawasi.

"Setiap santri yang sanad keilmuannya bersambung kepada Kiai Rifa'i hingga sekarang diwajibkan mengkhatamkan 60 kitab karya beliau. Tujuannya agar lahir guru-guru sejati dan siswa yang berilmu serta adil, sebagaimana wasiat beliau," ujar Kholiq.

Selengkapnya