Cara Membentuk Akhlak Menurut Quraish Shihab

Aug 03, 2026 05:03 PM - 18 jam yang lalu 5
Cara Membentuk Akhlak Menurut Quraish ShihabCara Membentuk Akhlak Menurut Quraish Shihab

Kincai Media- Berikut tata langkah membentuk adab menurut Quraish Shihab. Akhlak merupakan inti dari aliran agama. Rasulullah Saw. diutus Allah di bumi ini tiada lain selain mempunyai misi menyempurnakan adab manusia.

Akhlak merupakan suatu yang esensial dalam kehidupan, pengaruhnya sangat signifikan dan pelakunya bakal meraih puncak kebahagiaan. Tidak gemeh-gemeh Rasulullah Saw. memposisikan adab setara dengan keimanan. Dalam hadisnya Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ ِليَصْمُتْ

Artinya: “Barang siapa yang beragama kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara baik alias tak bersuara (menahan ucapan)” (HR. Muttafaq Alaih).

Dalam sabda lain yang termaktub dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali juz 3 hal. 74 Rasulullah Saw. bersabda:

اَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ اِيْمَانًا اَحْسَنُهُمْ اَخْلَاقًا

Artinya: “Orang yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya”. 

Hadis diatas memberi pengertian bahwa adab merupakan suatu perihal yang kudu diperhatikan oleh umat Islam.  Seorang muslim tidak bakal sempurna imannya selain dia mempunyai adab yang terpuji.

Dalam rangka pentingnya mempunyai adab yang terpuji, kita selaku umat Islam kudu berupaya untuk membentuk dan membangunya. M. Quraish Shihab dalam salah satu podcast nya,  memberi langkah kepada kita untuk membentuk adab dalam diri kita maupun untuk anak didik kita. Namun sebelum membahas langkah membentuk akhlak, alangkah baiknya kita tahu kriteria orang yang mempunyai adab terpuji.

Kriteria Orang Memiliki Akhlak Terpuji

Imam Ghazali mengutip pandangan sebagian ustadz tentang kriteria orang yang memilki adab terpuji. Tanda seorang beradab terpuji adalah dia banyak malu, banyak melakukan kepantasan, perkataan jujur, sedikit dalam berbicara, banyak bekerja, jarang melakukan keliru.

Sedikit melakukan perbuatan yang tidak perlu, berkhidmat kepada orang tua, menjaga hubungan dengan siapa saja, tenang berwibawa, penyabar, pandai bersyukur, lapang dada, ramah, pemaaf, lembut dan bersikap hangat. (Imam Ghazali, Ihyaulumuddin, Juz 3 hal. 74-75).

Lebih lanjut Imam Ghazali mengatakan orang yang beradab terpuji adalah mereka yang berparas ceria dan murah senyum. Ia mencintai, membenci, merestui, dan marah lantaran Allah Swt. Orang yang mempunyai adab terpuji bukan pelaknat, pencaci, mengutuk, pengadu domba (provokator), mahir ghibah, bersikap tergesah, pendengki, dan bersikap kikir.

Itulah kriteria orang-orang yang mempunyai adab yang terpuji, mereka mempunyai sifat-sifat tersebut dan sudah tertanam dalam dirinya. Dalam pembentukan adab terpuji seseorang butuh yang namanya proses. Dengan proses inilah seseorang bakal melatih jiwanya agar peka terhadap situasi dan kondisi.

Profesor Quraish Shihab dalam salah satu podcast nya, melansir dari channel Youtube Quraish Shihab, mengatakan ada beberapa langkah untuk membentuk adab terpuji dalam diri seseorang. Tidak hanya itu Quraish Shihab juga menerangkan tentang prinsip akhlak, sampai puncak tertinggi akhlak.

Cara Membentuk Akhlak Menurut Quraish Shihab 

Quraish Shihab menyampaikan setidaknya ada empat langkah untuk membentuk adab terpuji dalam diri manusia. Sebagaimana kami uraikan sebagai berikut:

  1. Pembiasaan

Quraish Shihab memberi contoh apa yang dikatakan oleh Imam Ghazali bahwa “Akhlak yang baik itu kita kudu bersikap baik terhadap anak yatim” sifat ini tidak serta merta muncul dalam diri, kita kudu melatih diri, membiasakan diri, untuk bersikap baik terhadap anak yatim. “Jika pembiasaan ini bersambung dengan baik maka akhirnya menjadi adab yang baik, karena terbiasa” tutur beliau.

Lebih lanjut Quraish Shihab menjelaskan suatu riwayat yang bisa dikatakan shahih bisa dikatakan tidak shahih. “Bacalah Al-Quran dalam ayat-ayat yang menakut-nakuti sembari menangis, jika Anda tidak bisa menangis maka pikirkanlah dirimu untuk menangis”.

Riwayat diatas memberi pengertian bahwa perlu yang namanya pembiasaan diri, karena pembiasaan itu salah satu langkah yang paling baik untuk membentuk akhlak.

2. Keteladanan

Sikap ini bakal berpengaruh pada anak, jika orang tua tidak bisa memberi contoh yang baik terhadap anaknya maka jangan minta kelak anak menjadi orang yang berakhlak. “Apa yang dilakukan oleh orang tua bakal membentuk kepribadian anak, lantaran keteladanan dimulai setitik demi setitik, dan adab terbentuk sedikit demi sedikit tanpa disadari, kelak disadari kelak si anak sudah besar” tutur Quraish Shihab.

3. Lingkungan

Lingkungan bakal mendorong seseorang sehingga menjadi akhlak. Quraish Shihab memberi contoh jamaah haji yang di Makkah yang setiap harinya jam tiga pagi sudah bangun, dia rela melangkah jauh demi untuk melakukan shalat subuh berjamaah, jelas berbeda sewaktu di Indonesia.

Lebih lanjut Quraish Shihab mengatakan Nabi Ibrahim membawa anaknya pergi jauh-jauh lantaran lingkungan yang buruk, perihal ini termaktub dalam QS Ibrahim ayat 37.

4. Olah Jiwa

Quraish Shihab mengatakan bahwa yang keempat ini adalah yang paling sulit. Olah jiwa ini adalah jalan yang biasanya dilakukan oleh mahir tasawuf. Seorang mahir tasawuf mereka yang memasrahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah Swt. dengan penuh keyakinannya.

Sebagai contoh dalam olah jiwa ini Rasulullah Saw. memberi gambaran kepada kita bahwa jika mau beradab yang baik, maka teladanilah adab tuhan. Rasulullah Saw. bersabda:

تَخَلَّقُوْ بِاَخْلَاقِ اللهِ

Artinya: Berakhlaklah dengan adab tuhan. 

Quraish Shihab menyampaikan “pelajarilah asmaul husnah pahamilah sifat-sifat Allah seperti Allah maha pemaaf, maha penyabar, Allah menangguhkan penjatuhan hukuman dan lain sebagianya, sehingga kita bisa meneladani sifat-sifat Allah tadi”.

“Jika belum bisa meneladani sifat-sifat Allah tadi, maka teladani pada orang yang bisa meneladani sifat-sifat Allah, dalam perihal ini Rasulullah Saw.” Tutur beliau.

Lebih lanjut Quraish Shihab menyampaikan adab terpuji itu bukan hanya kita bersikap baik secara dhahiriyah-nya saja bakal tetapi juga dibarengi bathiniyah. Jadi belum dinamakan adab terpuji jika kita hanya bersikap baik secara kasat mata tetapi dalam hati tetap ada rasa kebencian. Itulah yang dinamakan prinsip akhlak.

Dalam aliran kepercayaan kita tidak disuruh untuk membenci manusia, bakal tetapi membenci perbuatannya. Kita kudu membedakan manusia dan tingkah lakunya. Itulah kenapa Allah Swt. menyebut anak Nabi Nuh sebagai anak yang melakukan pekerjaan yang tidak baik, bukan anak yang melakukan pekerjaan yang jahat. Allah Swt. berfirman:

اِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالَحٌ

Artinya:  Dia itu melakukan pekerjaan yang tidak baik

Dalam akhir pembicaraanya Quraish Shihab menerangkan tentang puncak tertinggi akhlak. Beliau mengatakan “puncak tertinggi adab adalah kita selalu berperasangka baik kepada Allah, dan berperasangka baik terhadap manusia”.

Ketika diuji Allah perasangakalah yang baik kepada Allah siapa tahu dengan ujian tadi bisa menghapus dosa kita, pun jangan menjustifikasi seseorang sebelum kita betul-betul mengetahuinya lewat mata kita sendiri.

Demikian tata langkah membentuk Akhlak menurut Quraish Shihab. Semoga bermanfaat. Wallahuaalam. (Baca: Hikmah dan Tujuan Isra dan Mi’raj Menurut Prof Quraish Shihab )

Sertifikasi Halal

Selengkapnya