Mengapa Surah Yasin Disebut Jantung Al-Qur'an? Kincai Media– Mengapa Surah Yasin Disebut Jantung Al-Qur’an? Di tengah masyarakat Muslim, Surah Yasin mempunyai kedudukan yang sangat istimewa.
Surah ini dibaca dalam beragam kesempatan, mulai dari malam Jumat, angan bersama, hingga ketika menjenguk orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Salah satu argumen utama keistimewaan tersebut adalah lantaran Rasulullah menyebut Surah Yasin sebagai “jantung (qalb) Al-Qur’an.”
Rasulullah bersabda:
إنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس، وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ
Artinya: “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai jantung (inti), dan jantung Al-Qur’an adalah Surah Yasin. Barang siapa membaca Surah Yasin, Allah bakal menuliskan baginya pahala seperti membaca Al-Qur’an sebanyak sepuluh kali.”(HR. at-Tirmidzi, no. 2887. Hadis ini diperselisihkan kualitasnya; sebagian ustadz menilainya dha’if, sementara sebagian lainnya menguatkannya melalui jalur-jalur riwayat yang lain.)
Hadis lain dari Ma’qal bin Yasar ra. juga menegaskan kedudukan Surah Yasin. Rasulullah bersabda:
حدثنا عارم ، حدثنا معتمر ، عن أبيه ، عن رجل ، عن أبيه ، عن معقل بن يسار رضي الله عنه أن رسول الله ﷺ قال : البقرة سنام القرآن وذروته، نزل مع كل آية منها ثمانون ملكًا، واستخرجت الله لا إله إلا هو الحي القيوم من تحت العرش فوصلت بها، ويس قلب القرآن، لا يقرؤها رجل يريد الله والدار الآخرة إلا غفر له، واقرؤوها على موتاكم.
Artinya: “Surah al-Baqarah adalah puncak dan mahkota Al-Qur’an. Bersama setiap ayatnya turun delapan puluh malaikat. Ayat ‘Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri’ (Ayat Kursi) diambil dari bawah Arasy, lampau disambungkan dengan Surah al-Baqarah.
Adapun Surah Yasin adalah hati Al-Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya dengan mengharap ridha Allah dan negeri akhirat, melainkan Allah mengampuninya. Dan bacakanlah Surah Yasin kepada orang-orang yang sedang menghadapi kematian di antara kalian.” (HR. Ahmad)
Mengapa Disebut “Jantung” Al-Qur’an?
Para ustadz menjelaskan bahwa penyebutan “jantung” (qalb) bukan berfaedah Surah Yasin lebih tinggi daripada seluruh isi Al-Qur’an, melainkan lantaran kandungannya memuat pokok-pokok aliran Al-Qur’an secara padat dan menyentuh hati.
Di dalam Surah Yasin terdapat penegasan tentang tauhid, kerasulan Nabi Muhammad, bukti-bukti kekuasaan Allah di alam semesta, kisah umat terdahulu, kebangkitan setelah kematian, hingga gambaran tentang surga dan neraka. Seluruh tema besar Al-Qur’an seakan berpadu dalam satu surah yang ringkas namun sangat kuat pengaruhnya terhadap hati pembacanya.
Keutamaan Membaca Surah Yasin Menurut Ibnu Katsir
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Imam Ibnu Katsir mengutip pendapat sebagian ustadz mengenai keistimewaan Surah Yasin. Ia menulis:
ولهذا قال بعض العلماء: من خصائص هذه السورة أنها لا تُقرأ عند أمرٍ عسيرٍ إلا يسَّره الله، وكانت قراءتها عند الميت لتنزل الرحمة والبركة، وليسهل عليه خروج الروح، والله أعلم.
Artinya: “Karena itu, sebagian ustadz mengatakan bahwa di antara keistimewaan Surah Yasin ialah: tidaklah surah ini dibaca ketika menghadapi suatu urusan yang sulit, melainkan Allah bakal memudahkannya.
Demikian pula, andaikan dibacakan di sisi orang yang sedang menghadapi kematian, diharapkan menjadi karena turunnya rahmat dan keberkahan serta dimudahkan keluarnya ruhnya. Wallāhu a’lam.” (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, (Riyadh: Dar Tayyibah, 1997), jilid VI, hlm. 562.)
Ibnu Katsir juga menukil riwayat dari Imam Ahmad:
وقال الإمام أحمد: حدثنا أبو المغيرة، حدثنا صفوان، قال: كان المشيخة يقولون: إذا قرئت يس عند الميت خفف عنه بها.
Artinya: “Imam Ahmad berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu al-Mughirah, telah menceritakan kepada kami Shafwan. Ia berkata: Para ustadz terdahulu (al-masyayikh) biasa mengatakan bahwa andaikan Surah Yasin dibacakan di sisi orang yang sedang sakaratul maut, maka keadaan itu menjadi lebih ringan baginya.”
Riwayat ini merupakan atsar dari para ustadz salaf, bukan sabda Nabi ﷺ secara langsung. Karena itu, para ustadz menjadikannya sebagai dasar rekomendasi (fadhā’il al-a’māl), bukan sebagai dalil norma yang berkarakter wajib.
Keutamaan Surah Yasin telah dikenal luas di tengah umat Islam melalui sejumlah sabda dan penjelasan para ustadz tafsir. Meskipun sebagian riwayat tentang fadhilahnya diperselisihkan kualitas sanadnya, para ustadz tetap menyebut beragam keutamaannya dalam ruang fadhā’il al-a’māl (keutamaan amal), selama tidak diyakini secara berlebihan dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat.
Karena itu, membaca Surah Yasin merupakan ibadah yang baik, terlebih jika disertai niat mendekatkan diri kepada Allah, mentadabburi maknanya, serta menjadikannya pengingat tentang tauhid, hari kebangkitan, dan kehidupan akhirat.
Itulah sebabnya Surah Yasin disebut sebagai “jantung Al-Qur’an”, lantaran kandungannya menghidupkan hati manusia dengan pesan-pesan pokok yang menjadi inti aliran Islam. Wallāhu a’lam.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·