Mengapa Setelah Shalat Dianjurkan Berdzikir?Kincai Media- Shalat merupakan ibadah yang menjadi puncak komunikasi seorang hamba dengan Allah Swt. Namun, tuntunan hukum tidak berakhir ketika salam diucapkan. Justru setelah shalat, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir setelah shalat sebagai corak penyempurna ibadah, ungkapan syukur, dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Anjuran berdzikir setelah shalat tersebut didasarkan pada firman Allah Swt.:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ
Artinya; “Apabila Anda telah menyelesaikan shalat, maka berzikirlah kepada Allah ketika berdiri, duduk, maupun berbaring.” (QS. An-Nisā’ [4]: 103)
Ayat ini menunjukkan bahwa zikir merupakan kelanjutan dari ibadah shalat. Shalat tidak menjadi akhir hubungan seorang hamba dengan Allah, tetapi dilanjutkan dengan mengingat-Nya dalam beragam keadaan. Oleh lantaran itu, para ustadz memahami ayat ini sebagai salah satu dasar disyariatkannya zikir setelah shalat.
Imam al-Nawawi menegaskan bahwa berdzikir setelah shalat merupakan ibadah yang disepakati kesunahannya oleh para ulama. Dalam Al-Adzkār, beliau menyatakan:
أجمع العلماءُ على استحباب الذكر بعد الصلاة، وجاءت فيه أحاديث كثيرة صحيحة في أنواع منه متعدّدة
Artinya: “Para ustadz telah bermufakat tentang disunnahkannya berzikir setelah shalat. Dalam masalah ini terdapat banyak sabda sahih yang menjelaskan beragam macam referensi zikir.”
Selain sebagai ibadah yang disunnahkan, zikir setelah shalat juga mempunyai keistimewaan yang sangat besar. Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri r.a., Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Artinya: “Tidaklah suatu kaum duduk berbareng untuk berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat Allah meliputi mereka, ketenangan (as-sakīnah) turun kepada mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan para malaikat yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2700).
Hadis ini menunjukkan bahwa zikir bukan sekadar referensi lisan, tetapi merupakan ibadah yang mendatangkan empat kemuliaan sekaligus: dikelilingi malaikat, diliputi rahmat Allah, dianugerahi ketenangan hati, dan disebut oleh Allah di hadapan para malaikat.
Rasulullah saw. juga mengajarkan referensi zikir tertentu setelah shalat fardu. Beliau bersabda:
مَنْ سَبَّحَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَخَتَمَ الْمِائَةَ بِقَوْلِهِ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.
Artinya: “Barang siapa membaca Subḥānallāh sebanyak tiga puluh tiga kali, Alḥamdulillāh sebanyak tiga puluh tiga kali, dan Allāhu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali setiap selesai shalat, kemudian menyempurnakan hitungan menjadi seratus dengan membaca:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
‘Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,’ maka dosa-dosanya bakal diampuni meskipun sebanyak busa di lautan.” (HR. Muslim, no. 597).
Berdasarkan petunjuk Al-Qur’an, hadis-hadis sahih, dan penjelasan para ulama, zikir setelah shalat bagian dari kesempurnaan ibadah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah saw.
Shalat menjadi momentum seorang hamba bermunajat kepada Allah, sedangkan zikir setelahnya menjadi penutup yang menyempurnakan munajat tersebut dengan pujian, syukur, dan pengagungan kepada-Nya.
Melalui zikir, hati yang baru saja berdiri di hadapan Allah tetap terhubung dengan-Nya. Zikir menghidupkan ketenangan (sakinah), menguatkan keimanan, membuka pintu rahmat, serta menjadi karena diampuninya dosa-dosa. Bahkan, Rasulullah saw. menjanjikan pahala dan pembebasan yang sangat besar bagi orang yang senantiasa mengamalkan zikir setelah shalat.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·