3 Bentuk Kenikmatan yang Dinikmati Manusia, Mana yang Lebih Berharga?

Aug 05, 2026 06:35 PM - 13 jam yang lalu 49

Mengingat Allah Ilustrasi.

Kincai Media, JAKARTA— Mengapa ada orang yang bergelimang harta, jabatan, dan beragam kesenangan dunia, tetapi hidupnya tetap terasa hampa?

Sebaliknya, kenapa ada orang yang hidup sederhana, namun wajahnya memancarkan ketenangan dan kebahagiaan?

Pertanyaan ini telah dijawab dengan sangat mendalam oleh Ibn al-Qayyim. Menurut dia, manusia sering keliru memahami prinsip kenikmatan. Banyak orang mengira bahwa kenikmatan terbesar adalah harta, makanan, kekuasaan, alias syahwat.

Padahal, semua itu hanyalah kenikmatan yang sementara, apalagi sebagian justru dapat menjadi jalan menuju kesengsaraan.

Dalam kitab al-Jawab al-Kafi li Man Sa'ala 'an ad-Dawa' asy-Syafi, Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa kenikmatan bumi terbagi menjadi tiga macam.

Pertama, kenikmatan yang mengantarkan ke surga

Jenis pertama adalah kenikmatan yang membawa seseorang kepada kenikmatan akhirat. Inilah kenikmatan yang paling tinggi, paling sempurna, dan paling dicintai Allah.

Seorang mukmin tidak hanya mendapatkan pahala dari ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa.

Bahkan perkara-perkara mubah seperti makan, minum, berpakaian, bekerja, mencari nafkah, hingga hubungan suami istri dapat berubah menjadi ibadah andaikan diniatkan untuk mencari ridha Allah.

Selengkapnya