Etos Kerja Muslim

Jul 02, 2026 07:59 AM - 3 hari yang lalu 4687

Kincai Media , JAKARTA -- Ketika hariakhir datang, sementara di tangan seorang di antara Anda tetap ada bibit kurma dan dia bisa menanamnya, maka hendaklah dia menanamnya. (HR Bukhari dan Ahmad).

Hadis yang disampaikan Rasulullah SAW di atas mengandung pesan moral yang banget dalam, ialah agar kita selalu menjaga produktivitas yang berkesinambungan meskipun di periode kiamat. Ini berfaedah Islam cinta kerja dan membenci pemalas, apalagi hanya mengharap belas iba pada orang lain.

Sejarah juga menunjukkan kepada kita bahwa para nabi, selain aktif menyeru kepada kebaikan, rupanya juga giat bekerja dalam bidangnya masing-masing.

Ibnu Abbas berkata, ''Adam menjadi petani, Nuh menjadi tukang kayu, Idris menjadi penjahit, Ibrahim dan Luth menjadi petani, Shalih menjadi pedagang, Daud menjadi pandai besi, Musa, Syu'aib, dan Muhammad menjadi penggembala'' (Ibnu Qudamah al-Maqdisi, Mukhtashar Minhajul Qashidin).

Cinta pada kerja ini pun ditunjukkan oleh para sahabat Rasulullah SAW, antara lain oleh Umar bin Khattab. Suatu ketika Umar memasuki masjid dan memandang seseorang sedang beragama (pada siang hari).

Maka sahabat Nabi berjulukan al-Faruq itu pun bertanya, ''Dari mana engkau bakal memperoleh rezeki?''

Orang itu menjawab, ''Saudaraku yang mencukupiku.''

Umar lampau menimpali, ''Saudaramu lebih baik daripada kamu. Keluarlah! Jika salah seorang di antara Anda mencari kayu lampau menjualnya, maka itu lebih baik daripada meminta-minta.''

Umar pun menindaklanjuti sikapnya dengan langkah nyata. Ia memberi bayaran yang layak bagi para pekerjanya. Dan ketika ditanya tentang perihal tersebut, al-Faruq menjawab, ''Aku mencukupi mereka, agar mereka tidak usah lagi menyantap milik orang lain.''

Inilah kebenaran bahwa Islam sangat menjaga harkat dan martabat manusia. Dengan bekerja seseorang dapat mengaktualisasikan diri dan kinerjanya secara riil, sehingga nilai dirinya terangkat, di samping kepuasan rohani yang bakal membimbing seseorang untuk berterima kasih serta mau memberikan penghargaan atas prestasi orang lain.

Allah SWT berfirman, artinya, ''Dan bekerjalah, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin bakal memandang pekerjaanmu" (QS at-Taubah: 105).

Iklim yang mesti dikembangkan sekarang adalah membangkitkan kesadaran bekerja pada seluruh lapisan masyarakat dengan mencoba menggali beragam potensi, sumber alam, dan sumber daya yang kita miliki.

sumber : Hikmah Republika oleh Solikhin

Selengkapnya