Fakta unik Islandia/ Foto: Unsplash.com/Einar H. Reynis
Nyamuk nyaris dapat ditemui di banyak negara, terutama negara-negara tropis seperti Indonesia. Tapi, tahukah Anda jika ada satu negara yang bebas dari nyamuk? Negara tersebut adalah Islandia.
Negara Kepulauan yang terletak di Atlantik Utara dan menjadi bagian dari negara Eropa ini memang terkenal sebagai satu-satunya negara tanpa nyamuk. Dengan bentang alam yang menakjubkan dan kualitas hidup yang tinggi, tak heran jika negara ini kerap disebut “surga” dunia.
Lantas, apa saja karakter lainnya? Berikut deretan kebenaran unik dari negara Islandia yang tetap jarang diketahui seperti dilansir dari Airalo.
1. Nama Islandia Berasal dari Seorang Viking

Islandia/ Foto: Unsplash.com/Tom Podmore
Tak banyak orang yang tahu tentang kebenaran unik satu ini. Islandia diberi nama oleh Hrafna-Flóki Vilgerðarson, seorang penjelajah bangsa Viking. Penamaan ini dilakukan sekitar tahun 870 Masehi, ketika Flóki tiba di pulau tersebut. Ia mendaki gunung dan memandang banyak tumpukan es memenuhi fjord di musim dingin.
Setelah merasakan pengalaman mendaki gunung terjal dan memandang pemandangan es tersebut, Flóki pun menjulukinya sebagai ‘Ísland’ (Tanah Es), seperti yang kita kenal hingga saat ini.
Fakta lainnya, rupanya Flóki bukanlah penemu pertama pulau bagus ini, melainkan ada penjelajah lain berjulukan Naddodd dan sempat menamainya Snæland (Tanah Salju).
2. Dijuluki sebagai “Negeri Api dan Es”

Negeri Api dan Es/ Foto: Unsplash.com/Toby Elliott
Julukan “The Land of Fire and Ice” yang secara literal mempunyai makna Negeri Api dan Es, merujuk pada bentang alamnya yang ekstrem, di mana gletser alias es yang sangat dingin berdampingan langsung dengan gunung berapi aktif yang panas.
Letak geografis yang berada di atas Pegunungan Atlantik Tengah, membuatnya mempunyai lebih dari 30 gunung berapi aktif. Hal ini banyak menghasilkan sumber air panas, geyser, dan aliran lava.
Sementara di bagian lainnya, negara ini diselimuti oleh lapisan gletser besar seperti Vatnajökull, yang merupakan salah satu yang terbesar di Eropa. Tak heran jika sebagian dipenuhi oleh gua es, salju abadi, dan laguna glasial.
3. Mengalami Fenomena Midnight Sun

Fenomena midnight sun/ Foto: Unsplash.com/Misha Martin
Pada musim panas, Islandia mengalami kejadian alam unik yang dikenal dengan midnight sun alias mentari tengah malam. Fenomena ini terjadi antara bulan Mei hingga Agustus, dengan puncaknya sekitar akhir Juni.
Saat berada di puncaknya, mentari bisa tidak terbenam selama 24 jam penuh, terutama di daerah utara. Ibu kota Reykjavik juga mengalami senja singkat lantaran mentari terbit kembali dengan cepat.
Fenomena alam ini disebabkan oleh kemiringan sumbu bumi pada bulan-bulan musim panas di bagian bumi utara. Akibatnya, mengubah suasana malam hari menjadi sinar berwarna merah muda dan oranye selama berbulan-bulan.
4. Tempat Terbaik Menyaksikan Aurora Borealis

Aurora Borealis di Thórsmörk/ Foto: Unsplash.com/Jonatan Pie
Letak geografis Islandia yang berada di dekat Lingkaran Arktik, menjadikannya salah satu letak terbaik di bumi untuk menyaksikan aurora borealis yang menawan. Durasi malam yang lebih panjang saat musim dingin, membikin negara ini sering menjadi destinasi utama bagi pengunjung mancanegara.
Beberapa letak terkenal untuk menyaksikan aurora borealis di Islandia, seperti Taman Nasional Thingvellir, Gunung Kirkjufell, Laguna Gletse Jökulsárlón, dan Mercusuar Grótta.
5. Negara Bebas Nyamuk dan Ular

Nyamuk/ Foto: Unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases
Selama bertahun-tahun, Islandia dikenal sebagai satu-satunya negara di bumi yang tidak mempunyai populasi ular dan nyamuk secara permanen. Hal ini terjadi lantaran cuaca yang tidak stabil, musim dingin yang ekstrem, dan letak pulau yang terisolasi di tengah laut.
Suhu di Islandia bisa berubah sangat sigap dalam waktu singkat. Perubahan drastis ini sangat mengganggu siklus hidup larva nyamuk yang memerlukan kondisi stabil. Musim dingin yang ekstrem juga membikin pembekuan terjadi sebelum nyamuk sempat menyelesaikan developer biakan di alam.
Sebab itulah, populasi nyamuk nyaris tidak ditemukan di Islandia, begitu pula dengan hewan-hewan berdarah dingin seperti ular dan katak, lantaran komposisi tanah dan airnya tidak mendukung.
6. Memiliki Gletser Terbesar di Eropa

Gletser Jökulsárlón/ Foto: Unsplash.com/Ankit Sood
Vatnajökull merupakan gletser terbesar di Eropa. Area gletser ini seluas 8.100 kilometer persegi alias sekitar 8 persen dari total daratan negaranya.
Menariknya, di bawah lapisan esnya terdapat beberapa gunung berapi aktif yang cukup besar seperti Grímsvötn, Bárðarbunga, dan Öræfajökull.
Letaknya berada di bagian tenggara Islandia dan menjadi pusat perlindungan di Taman Nasional Vatnajökull, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.
7. Jumlah Domba Lebih Banyak Daripada Penduduknya

Domba/ Foto: Unsplash.com/Zosia Szopka
Mengutip dari Guide to Iceland, populasi masyarakat di Islandia berjumlah sekitar 380.000 jiwa. Sedangkan, jumlah domba lebih banyak dua kali lipat, berkisar antara 620.000 hingga 800.000 ekor saat musim panas alias musim lahir anak domba.
Meskipun sekarang nomor perbandingannya mulai bergeser tipis akibat peningkatan jumlah manusia dan penurunan jumlah peternakan di negara ini.
Ada pula tradisi turun-temurun berjulukan Réttir alias penggembalaan tahunan, di mana masyarakat berkumpul untuk membawa pulang domba dari pegunungan sebelum musim dingin tiba. Maka bisa dikatakan, rata-rata terdapat lebih dari dua domba untuk setiap penduduk.
8. Rumah bagi Ratusan Mata Air Panas

Blue Lagoon/ Foto: Unsplash.com/Harshil Gudka
Islandia adalah rumah bagi ratusan gunung berapi yang menghasilkan mata air panas. Letaknya yang berada di atas area kegiatan vulkanik tinggi membikin bumi menghangatkan air tanah, menciptakan banyak kolam air hangat, geyser, dan uap panas di seluruh negeri.
Salah satu mata air panas paling terkenal di Islandia adalah Blue Lagoon, sebuah spa geotermal ikonis buatan manusia di tengah ladang lava hitam. Airnya berwarna biru susu kaya bakal kandungan mineral yang baik untuk kesehatan kulit. Dengan suhu hangatnya berkisar 38°C sepanjang tahun.
9. Pantai Pasir Hitam

Diamond Beach/ Foto: Unsplash.com/Sammy Schuckert
Negara Nordik ini juga terkenal mempunyai banyak pasir hitam yang indah. Keunikan ini bisa terjadi lantaran lava panas yang membeku dan hancur oleh ombak laut selama ribuan tahun mengubah batuan basal menjadi pasir berwarna gelap yang sangat halus.
Beberapa pantai pasir hitam terkenal di Islandia, seperti Reynisfjara, Djúpalónssandur, Dyrhólaey, dan Diamond Beach, di mana pecahan es gletser berbinar-binar di atas pasir hitam.
Tempat-tempat ini pun menjadi sasaran para pengunjung mancanegara saat mengunjungi Islandia. Keindahan pantai yang unik menjadi daya tarik utamanya.
10. Islandia Memiliki Salah Satu Parlemen Tertua

Islandia/Foto: Pexels/Magic K
Islandia dapat dikatakan sebagai kerakyatan parlementer tertua yang tetap ada di dunia, dengan Parlemen Alþingi (dibaca Althingi) yang didirikan pada tahun 930 Masehi di Þingvellir. Sebelum akhirnya dipindahkan ke ibu kota Reykjavík.
Parlemen nasional tertua di bumi ini dibentuk sebagai tempat pertemuan bagi para pemimpin untuk membikin norma dan menyelesaikan sengketa. Namun, sempat kehilangan kegunaan legislatifnya selama beberapa abad dan dihidupkan kembali pada tahun 1844.
Saat ini, parlemen Islandia terdiri dari 63 personil dan memegang penuh kekuasaan legislatif di bawah sistem republik konstitusional.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)