Gampang Illfeel pada Orang Lain? Bisa Jadi Punya 3 Ciri Kepribadian Ini

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 516x dilihat
Gampang Illfeel pada Orang Lain? Bisa Jadi Punya 3 Ciri Kepribadian Ini

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bunda, pernah merasa langsung kehilangan minat pada seseorang cuma karena satu kebiasaan kecil yang sebenarnya bukan masalah besar? Perasaan tersebut kerap disebut hilang feeling maupun populer disebut illfeel.

Rasa tidak betah ini bisa muncul ketika seseorang mengatakan sesuatu yang dianggap cringe, berbuat kebiasaan tertentu, hingga memberitahu perilaku yang tiba-tiba membikin Bunda mau menjaga jarak.

Menariknya, riset pada 2025 menemukan bahwa respons tersebut mungkin berhubungan dengan karakter kejiwaan tertentu.


Jika Bunda termasuk orang yang gampang berubah pikiran cuma karena hal-hal kecil, bisa jadi ada ciri khas kepribadian yang dimiliki. Lantas, apa saja ciri khas orang yang gampang illfeel?

Mengenal apa itu rasa illfeel?

Dilansir Your Tango, bukan berarti kawan kencan maupun orang yang membikin Bunda illfeel benar-benar berbuat kesalahan. Bisa jadi, perilakunya cuma memicu karakter kejiwaan tertentu yang membikin rasa tidak betah muncul.

Jika sering tiba-tiba menjauh maupun memutus komunikasi cuma karena hal-hal kecil, maupun merasa jarang ada orang yang benar-benar menarik perhatian, mungkin ada karena yang lebih dalam.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang dengan tiga ciri khas kepribadian tertentu lebih mungkin mengalami the ick alias illfeel. Menurut peneliti, emosi ick memiliki kaitan dengan proses evolusi manusia sejak era dahulu.

Ketika tujuan utama mencari pasangan adalah melanjutkan keturunan, manusia cenderung mencari pasangan yang terbebas dari beragam ciri khas yang dianggap tidak diinginkan, termasuk masalah kesehatan.

Namun, seiring fluktuasi zaman, arti ick turut berkembang, terutama karena efek media sosial.

Peneliti utama mengatakan kepada Psychology Today, media sosial dapat menguatkan suatu perilaku hingga dianggap sebagai hal yang normal.

Perilaku dalam memilih pasangan yang awalnya berasal dari insting tersebut kemudian mendapat penguatan dari lingkungan sosial. Kini, tanda-tanda yang berhubungan dengan proses evolusi itu dapat kelihatan dalam tiga ciri khas kepribadian tertentu.

3 Ciri kepribadian orang yang gampang illfeel

Berikut beberapa ciri khas kepribadian yang mungkin dimiliki orang yang gampang merasa illfeel:

1. Mudah merasa jijik

Ada orang yang memang lebih gampang merasa jijik terhadap hal-hal yang sebenarnya dianggap biasa oleh orang lain. Kondisi ini disebut disgust sensitivity maupun kepekaan terhadap rasa jijik.

Hal tersebut bisa membikin seseorang merasa tidak betah cuma karena melihat kebiasaan ganjil dari kawan kencan maupun metode orang tersebut memakan makanan.

Neuroscientist, Aditi Subramaniam, Ph.D, menerangkan bahwa rasa jijik awalnya merupakan respons tubuh untuk melindungi diri dari sesuatu yang berpotensi membawa penyakit.

Namun, seiring waktu emosi tersebut juga dapat memengaruhi metode seseorang menilai orang lain, makanan, hingga kebiasaan yang berbeda dari dirinya.

Lebih lanjut, ia menerangkan rasa jijik telah berkembang dari sekadar mekanisme perlindungan tubuh menjadi salah satu metode penduduk membentuk ketentuan tentang perilaku yang dianggap baik maupun buruk. Salah satu contohnya adalah munculnya emosi the ick.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang memiliki tingkat kepekaan terhadap rasa jijik lebih tinggi, cenderung gampang merasa illfeel cuma karena hal-hal kecil.

2. Narsistik

Jika merasa jarang terkesan dengan orang lain, bukan berarti Bunda seorang narsistik. Namun, jika Bunda cenderung memiliki deskripsi pasangan yang sangat ideal dan mengharapkan orang lain selalu sesuai dengan standar tersebut, sifat narsistik mungkin ikut berperan.

Penelitian menemukan bahwa orang dengan kecenderungan narsistik lebih gampang mengalami the ick ketika orang yang sedang dikencaninya tidak sesuai dengan deskripsi pasangan ideal dalam pikirannya.

Orang dengan sifat narsistik biasanya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap pasangan. Mereka mengharapkan pasangannya dapat menaikkan deskripsi diri sekaligus memenuhi deskripsi sempurna yang sudah dibuat.

3. Perfeksionisme

Perfeksionisme juga dapat membikin seseorang lebih gampang merasa illfeel. Mereka biasanya sangat peka terhadap kekurangan, baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.

Kondisi ini bukan semata-mata karena terlalu pilih-pilih. Ada desakan dalam diri seorang perfeksionis untuk membikin segala sesuatu kelihatan sempurna dan sesuai harapan.

Sayangnya, hal tersebut dapat membikin mereka melewatkan kesempatan untuk mengenal seseorang lebih jauh cuma karena orang tersebut tidak memenuhi standar yang cukup tinggi.

Konselor Jodi Clarke menerangkan bahwa seorang perfeksionis sebenarnya cenderung sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itu, penilaian terhadap kekurangan orang lain terkadang lebih berhubungan dengan rasa tidak terlindungi yang ada dalam dirinya sendiri.

Nah, itulah beberapa ciri khas kepribadian yang mungkin dimiliki oleh orang gampang illfeel. Bunda juga termasuk?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads