Suka memperhatikan metode seseorang membalas chat? Ada yang selalu pakai emoji, ada yang jawabannya singkat, sementara yang lain bisa mengirim lima chat berturut-turut cuma untuk satu topik.
Ternyata, corak chatting seperti ini bisa memberikan sedikit deskripsi tentang metode seseorang berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya.
Lantas, apa saja yang bisa kelihatan dari kebiasaan chatting sehari-hari? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini dan cari tahu mana yang paling relate dengan kamu!
Baca juga: Tes Kepribadian: Cari Tahu Pesona Tersembunyi Kamu di Mata Orang Lain Lewat Kuis Ini!
Beberapa Gaya Chatting yang Bisa Kamu Temui

Berdasarkan Just the Way You Chat: Linking Personality, Style and Recognizability by Roffo, and team ada beberapa jenis corak chat yang seringkali ditemui, di antaranya:
1. Sering Membalas Lama? Bisa Berkaitan dengan Attentional Impulsiveness
Orang dengan attentional impulsiveness yang lebih tinggi, yang berhubungan dengan kurangnya perhatian dan ketidakstabilan kognitif, cenderung membutuhkan waktu lebih durasi untuk memberikan balasan kepada lawan chat.
Jadi, jika Anda termasuk orang yang sering membaca chat, mikir dahulu cukup lama, baru kemudian membalas, kebiasaan tersebut dalam studi ini berhubungan dengan aspek tersebut.
Namun, bukan berarti setiap orang yang slow response pasti memiliki tingkat impulsivitas perhatian yang tinggi. Faktor lain seperti kesibukan dan konteks percakapan juga statis berpengaruh.
2. Jarang Pakai “…” Bisa Berkaitan dengan Motor Impulsiveness
Kamu jenis yang langsung mengetik dan mengirim pesan tanpa banyak jeda? Studi ini menemukan bahwa motor impulsiveness memiliki hubungan negatif dengan penggunaan tanda tiga titik maupun ellipsis (…).
Dalam riset tersebut, semakin tinggi kecenderungan motor impulsiveness seseorang, semakin sedikit penggunaan … dalam chat. Peneliti mengaitkannya dengan kecenderungan untuk enggak terlalu durasi selesai maupun berpikir sebelum menulis pertanyaan maupun jawaban.
3. Jarang Pakai Emotikon Positif? Bisa Berkaitan dengan Non-Planning Impulsiveness
Ada juga hubungan antara non-planning impulsiveness, yaitu kecenderungan kurang mempertimbangkan maupun merencanakan tindakan, dengan penggunaan emotikon positif.
Hasil riset memberitahu bahwa orang dengan skor non-planning impulsiveness yang lebih tinggi cenderung menggunakan lebih sedikit emotikon yang memberitahu emosi positif dalam percakapan. Jadi, corak chat yang minim emotikon positif rupanya juga menjadi salah satu ciri khas yang diamati dalam riset ini.
4. Sering Pakai Emotikon Bernuansa Negatif? Berkaitan dengan Attentional Impulsiveness
Menariknya, attentional impulsiveness juga muncul dalam penggunaan emotikon. Orang dengan skor lebih tinggi pada aspek ini cenderung menggunakan lebih banyak emotikon yang memberitahu emosi negatif, seperti takut maupun marah.
Artinya, pilihan emotikon dalam chat rupanya dapat menjadi salah satu bagiankecil dari corak komunikasi seseorang. Meski begitu, konteks statis krusial karena penggunaan emotikon tertentu belum tentu menggambarkan kondisi kejiwaan seseorang secara keseluruhan.
5. Cepat Mengetik? Bisa Berkaitan dengan Fantasy Scale
Ini salah satu temuan yang paling menarik. Orang dengan fantasy scale yang lebih tinggi, kapasitas untuk larut dalam cerita fiksi dan membayangkan diri eksis dalam situasi karakter, cenderung memiliki kecepatan mengetik yang lebih tinggi.
Peneliti menerangkan bahwa mereka mungkin lebih cepat membayangkan apa yang mau disampaikan sehingga lebih cepat menuangkannya ke dalam tulisan. Faktor ini juga disebut cukup erat dengan corak chatting seseorang dalam analisis penelitian.
6. Sering Pakai Huruf Kapital? Bisa Berkaitan dengan Cara Melihat Orang Lain
Penggunaan abjad kapital juga punya hubungan dengan dua aspek dalam penelitian. Orang dengan fantasy scale yang lebih rendah dan mereka yang memiliki kemampuan perspective-taking yang lebih rendah cenderung menggunakan lebih banyak abjad kapital.
Perspective-taking sendiri berhubungan dengan kapasitas memahami maupun melihat sesuatu dari perspektif pandang orang lain. Jadi, kebiasaan menulis dengan abjad kapital dalam studi ini bukan sekadar soal “marah” maupun “teriak”, tetapi menjadi salah satu ciri khas corak komunikasi yang diamati.
Jadi, Apakah Benar Gaya Chatting Bisa Menggambarkan Cara Seseorang Berkomunikasi?

Cara seseorang mengetik di chat rupanya enggak selalu sekadar soal kebiasaan. Dalam studi berjudul Just the Way You Chat: Linking Personality, Style and Recognizability in Chats oleh Giorgio Roffo, Cinzia Giorgetta, Roberta Ferrario, dan Marco Cristani, peneliti menemukan adanya hubungan antara beberapa ciri khas kepribadian dengan fitur tertentu dalam chatting.
Penelitian tersebut mengamati percakapan 45 orang selama sekitar tiga bulan. Beberapa hal yang dianalisis antara lain penggunaan tanda baca, abjad kapital, emoticon, kecepatan mengetik, panjang pesan, hingga waktu membalas.
Hasilnya memberitahu bahwa beberapa ciri khas kepribadian memang memiliki hubungan dengan ciri khas corak chatting tertentu. Namun, riset ini juga berkarakter eksploratif dan jumlah pesertanya relatif kecil. Jadi, kebiasaan chat sebaiknya enggak digunakan untuk langsung menyimpulkan kepribadian seseorang.
Baca juga: 7 Tes Kepribadian Online Ini Bantu Cari Jati Diri, Ke-7 Recommended!
FAQ
1. Apakah corak chatting bisa memberitahu kepribadian seseorang?
Bisa berkaitan, tetapi enggak bisa digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang secara pasti. Studi Just the Way You Chat menemukan beberapa hubungan antara ciri khas kejiwaan dengan kebiasaan chatting, seperti penggunaan emotikon, abjad kapital, tanda baca, dan kecepatan mengetik.
2. Apa saja corak chatting yang berhubungan dengan kepribadian dalam studi tersebut?
Penelitian menemukan hubungan antara beberapa aspek kejiwaan dengan corak chatting, termasuk impulsiveness, fantasy scale, dan perspective-taking. Beberapa kebiasaan yang diamati antara lain penggunaan …, emotikon, abjad kapital, kecepatan mengetik, serta waktu yang dibutuhkan untuk membalas.
3. Apakah orang yang sering menggunakan CAPSLOCK berarti lebih emosional?
Belum tentu. Dalam studi tersebut, penggunaan abjad kapital ditemukan berhubungan dengan beberapa aspek psikologis, termasuk perspective-taking dan fantasy scale. Jadi, CAPSLOCK enggak bisa langsung diartikan sebagai tanda seseorang sedang berang maupun emosional.
4. Apakah slow response bisa memberitahu kepribadian tertentu?
Dalam riset tersebut, waktu membalas yang lebih lambat ditemukan berhubungan dengan attentional impulsiveness. Namun, slow response enggak otomatis berarti seseorang memiliki ciri khas tersebut karena waktu membalas juga bisa dipengaruhi kesibukan, situasi, maupun konteks percakapan.
—
Gabung kelompok Girls Beyond Circle dan dapatkan keterangan seru dan menarik lainnya!
Cover: Magnific