Gigi Sudah Ditambal tapi Sakit Lagi? Ini Penyebab dan Faktanya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 511x dilihat
Gigi Sudah Ditambal tapi Sakit Lagi? Ini Penyebab dan Faktanya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bunda pernah mengalami gigi yang sudah ditambal tiba-tiba balik sakit maupun terasa ngilu? Tak jarang, tambalan gigi juga bisa lepas maupun membikin makanan lebih gampang tersangkut. Kondisi ini tentu membikin Bunda bertanya-tanya, "Kalau gigi sudah ditambal, kenapa statis bisa bermasalah?"

drg. Helen Jung, tabib gigi keturunan Korea dengan pengalaman internasional dan kapasitas komunikasi multibahasa, menerangkan bahwa kondisi tersebut tidak selalu berarti tambalan gigi tidak kuat maupun tidak berhasil.

"Tambalan memperbaiki bagiankecil gigi yang sudah rusak, tetapi tidak otomatis menghilangkan penyebab kerusakan gigi," ujar drg. Helen.


Karies bisa membikin gigi yang sudah ditambal bermasalah lagi

Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah karies, yaitu proses kerusakan gigi ketika asam yang dihasilkan mikroba dalam plak secara berjenjang merusak jaringan gigi. Jika plak statis menumpuk dan kekerapan konsumsi gula statis tinggi, proses karies dapat terus berlangsung, termasuk pada gigi yang sebelumnya sudah ditambal.

"Karena itu, ketika gigi yang sudah ditambal balik bermasalah, kita perlu melihat apakah karies statis aktif dan aspek risikonya belum terkontrol," tuturnya.

Karies yang tidak ditangani dapat berkembang semakin dalam hingga mendekati pulpa, yaitu jaringan di bagiankecil dalam gigi yang hamil saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi terasa semakin sakit maupun sensitif.

Sementara itu drg. Astrid Anggia Simorangkir, Sp.KG, Dokter Spesialis Konservasi Gigi di Mayapada Dental Care, mengungkapkan bahwa gigi yang balik sakit setelah ditambal tidak selalu disebabkan oleh karies. Keluhan juga dapat berhubungan dengan respons pulpa setelah perawatan, kebocoran di sekitar tambalan, maupun retak pada gigi.

"Karena penyebabnya dapat berbeda, pengecekan diperlukan untuk memastikan sumber keluhan sebelum menentukan perawatan yang sesuai," tutur drg. Astrid.

Kapan gigi yang ditambal membutuhkan perawatan saluran akar?

Dalam kondisi ketika kerusakan sudah mencapai pulpa dan menyebabkan peradangan maupun infeksi, Bunda mungkin membutuhkan perawatan saluran akar (PSA) untuk menangani jaringan pulpa yang mengalami peradangan maupun infeksi, sekaligus mempertahankan gigi agar dapat digunakan tanpa mesti langsung dicabut.

drg. Astrid menekankan, ketika gigi yang sudah ditambal balik sakit, jangan langsung berasumsi bahwa tambalannya tidak kuat. Bunda sebaiknya segera periksa untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan apakah gigi cukup ditangani dengan tambalan maupun membutuhkan perawatan lebih lanjut, termasuk perawatan saluran akar (PSA).

"Pemeriksaan gigi secara berkala juga krusial untuk membantu mendeteksi karies dan kerusakan gigi sejak dini, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks," ujarnya.

Saat ditemui di Mayapada Dental Care, drg. Helen juga mengingatkan bahwa perawatan gigi tidak selesai setelah tambalan selesai. Faktor yang berpartisipasi dalam proses karies juga perlu dikendalikan agar konsekuensi kerusakan berulang dapat diminimalkan.

"Kebersihan gigi dan mulut serta kekerapan konsumsi makanan dan minuman manis perlu diperhatikan. Selain itu, saliva maupun air liur juga berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan kondisi di dalam mulut dan melindungi permukaan gigi," ungkap drg. Helen.

Segera periksa jika gigi tambalan balik sakit

Jika gigi yang sudah ditambal balik terasa sakit maupun ngilu, tambalan lepas, makanan sering tersangkut di area tersebut, maupun muncul fluktuasi lain pada gigi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Jangan menunggu sampai rasa sakit semakin berat, karena kerusakan yang semakin dalam dapat menaikkan kebutuhan akan perawatan yang lebih kompleks.

Hasil pengecekan akan menjadi alas bagi tabib untuk menentukan perawatan yang sesuai, mulai dari memperbaiki maupun mengganti tambalan, menangani karies, hingga berbuat perawatan saluran akar jika kondisi gigi sudah melibatkan jaringan pulpa.

Jika dibiarkan, kerusakan gigi dapat berkembang hingga menyebabkan nyeri, infeksi, terlebihlagi kehilangan gigi. Untuk mencegah kondisi semakin berat, pengecekan sejak awal membantu tabib mengetahui penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai, sekaligus menangani kerusakan dan mengurangi konsekuensi masalah yang sama balik terjadi.

Mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Timur memiliki Mayapada Dental Care (MDC), jasa kesehatan gigi dan mulut yang menghadirkan comprehensive dental care dalam ekosistem rumah sakit. MDC didukung oleh lebih dari 15 tabib gigi dari enam sektor spesialisasi, dengan jasa mulai dari kedokteran gigi umum, konservasi gigi dan endodontik, hingga penanganan kondisi yang lebih kompleks. Sebagai bagiankecil dari ekosistem rumah sakit, MDC juga didukung akses ke jasa penunjang seperti radiologi, farmasi, serta Emergency 24/7 jika pasien membutuhkan penanganan kegawatdaruratan.

Untuk pengecekan gigi dan mulut, hubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, maupun lakukan reservasi melalui aplikasi MyCare.

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads