Gout Arthritis: Panduan Lengkap Gejala sampai Pengobatan

Klinik Patella oleh Waktu baca 10 menit 512x dilihat
Gout Arthritis: Panduan Lengkap Gejala sampai Pengobatan

Bagikan Postingan

Gout arthritis adalah salah satu penyakit sendi yang cukup sering dialami, namun tetap banyak disalahpahami. Tidak sedikit orang yang mengira kondisi ini sama persis dengan masam urat, padahal keduanya mempunyai penjelasan yang berbeda.

Melalui pedoman komplit ini, Anda bakal memahami penyakit ini secara menyeluruh, mulai dari pengertian, indikasi yang muncul, penyebab, langkah mendiagnosis, hingga pilihan pengobatan yang tepat, disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siapa saja.

Konsultasikan nyeri dengkul dan gangguan sendi Anda dengan master mahir Klinik Patella dengan menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk, atasi radang dengkul dan radang sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa Itu Gout Arthritis?

Jika ada yang bertanya apa itu gout arthritis, jawaban paling sederhananya adalah penyakit radang sendi yang terjadi lantaran ada penumpukan kristal masam urat di dalam sendi.

Kristal ini terbentuk ketika kadar masam urat dalam darah terlalu tinggi dalam waktu lama. Istilah medisnya disebut hiperurisemia.

Jadi, sebenarnya penyakit ini termasuk kategori apa? Singkatnya, ini adalah jenis artritis alias radang sendi yang penyebabnya bukan lantaran tumbukan alias penuaan sendi, melainkan lantaran kristal tajam yang mengendap di sendi dan membikin tubuh bereaksi dengan peradangan. Reaksi inilah yang membikin sendi terasa sangat nyeri.

Sederhananya, gout arthritis artinya radang sendi akibat kristal masam urat yang menumpuk. Pemahaman semacam ini krusial lantaran banyak orang menganggapnya hanya sekadar “nyeri sendi biasa”, padahal penyebabnya sangat spesifik dan berbeda dari nyeri sendi lainnya.

Lalu, apa bedanya gout arthritis dan masam urat? Agar lebih mudah dibayangkan, anggap masam urat sebagai “bahan”-nya, sedangkan gout arthritis adalah “penyakit” yang muncul ketika bahan tersebut menumpuk terlalu banyak dan membentuk kristal di sendi.

Jadi, apakah keduanya sama? Tidak persis sama, tetapi saling berangkaian erat dan susah dipisahkan ketika membahas kondisi ini secara keseluruhan.

Penyakit ini juga dikenal punya dua tahap, yaitu:

  • Gout akut yang muncul tiba-tiba dan sangat nyeri.
  • Gout kronis yang terjadi ketika kondisi ini dibiarkan berulang dalam jangka panjang tanpa penanganan yang baik.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejalanya biasanya datang secara tiba-tiba, sering kali muncul di malam hari alias saat bangun tidur.

Ciri-ciri yang paling mudah dikenali adalah rasa nyeri yang sangat dahsyat pada satu sendi, disertai bengkak, kemerahan, dan rasa panas di area tersebut. Bahkan, sentuhan ringan seperti selimut saja bisa terasa sangat menyakitkan.

Gejala masam urat pada sendi umumnya muncul dengan pola yang mirip, ialah sendi bengkak, warnanya memerah, dan terasa hangat jika disentuh. Kombinasi sendi merah dan panas inilah yang menjadi tanda unik yang membedakan gout dari nyeri sendi biasa.

Sendi yang paling sering terkena adalah jempol kaki, sehingga indikasi gout arthritis pada jempol kaki sering dianggap sebagai “ciri klasik” penyakit ini.

Namun, indikasi pada dengkul juga cukup sering ditemukan, begitu pula pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, dan jari tangan. Karena itu, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri sendi di beragam bagian tubuh, tidak hanya di kaki.

Saat penyakit ini kambuh, gejalanya biasanya terasa lebih parah dan berjalan lebih lama dibanding biasanya, bisa dari beberapa hari sampai lebih dari seminggu jika tidak segera ditangani.

Penyebab dan Faktor Risiko Gout Arthritis

Untuk memahami penyebab gout arthritis, ada baiknya mengenal dulu gimana masam urat terbentuk di dalam tubuh.

Tubuh manusia memproduksi masam urat dari pemecahan unsur berjulukan purin yang secara alami ada di dalam tubuh maupun makanan tertentu.

Normalnya, masam urat ini bakal dibuang lewat ginjal berbareng urine. Namun, masalah muncul ketika produksi masam urat terlalu banyak, alias ekskresinya melalui ginjal tidak melangkah lancar, sehingga masam urat menumpuk di dalam darah.

Penyebabnya sebenarnya tidak tunggal, melainkan campuran dari beberapa hal. Faktor risikonya mencakup:

  • Pola makan tinggi purin.
  • Kebiasaan minum alkohol.
  • Kelebihan berat badan.
  • Kurang minum air putih.
  • Gangguan kegunaan ginjal.
  • Riwayat family yang juga menderita gout dan sindrom metabolik.
  • Efek samping obat tertentu seperti obat diuretik.

Jadi, jika ditanya kenapa masam urat bisa tinggi, jawabannya memang jarang lantaran satu karena saja, melainkan campuran beberapa aspek sekaligus.

Soal makanan, makanan penyebab gout arthritis alias makanan yang menyebabkan masam urat yang paling sering disebut adalah daging merah, jeroan, beberapa jenis makanan laut seperti kerang, minuman beralkohol, dan minuman dengan kadar gula tinggi.

Selain itu, hubungan obesitas dengan kondisi ini juga cukup kuat, lantaran berat badan berlebih membikin tubuh memproduksi lebih banyak masam urat sekaligus membikin ginjal lebih susah membuangnya.

Meski begitu, krusial diketahui bahwa gout arthritis lantaran kadar masam urat tinggi tidak selalu disebabkan oleh makanan saja. Ada orang yang pola makannya sudah cukup terjaga, tetapi tetap mengalaminya lantaran aspek genetik alias gangguan ginjal. 

Jadi, penyebab masam urat tinggi memang perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi makanan.

Cara Mendiagnosis Kondisi Ini

Diagnosisnya biasanya dimulai dari pemeriksaan gejala, pemeriksaan bentuk pada sendi yang bermasalah, serta menanyakan riwayat kesehatan pasien.

Cara paling jeli untuk memastikannya adalah dengan mengambil sedikit cairan dari sendi yang bengkak melalui prosedur berjulukan aspirasi sendi, lampau memeriksanya dengan mikroskop untuk memandang apakah ada kristal masam urat. 

Pemeriksaan cairan sendi ini dianggap sebagai langkah paling pasti untuk memastikan seseorang betul-betul mengalami gout.

Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan tes masam urat melalui pemeriksaan darah. Namun perlu diketahui, hasil pemeriksaan kadar masam urat kadang bisa saja normal meskipun sedang terjadi serangan, sehingga master tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis pemeriksaan saja.

Terkadang, gejalanya bisa mirip dengan penyakit sendi lain, sehingga master perlu mempertimbangkan pemeriksaan banding, misalnya membandingkannya dengan osteoarthritis, rheumatoid arthritis, alias apalagi jangkitan pada sendi. 

Untuk membantu memastikan diagnosis, terkadang dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti X-ray, USG muskuloskeletal, alias dual-energy CT (DECT), terutama jika kondisinya sudah berjalan lama alias dicurigai sudah menjadi gout kronis.

Pengobatan Gout Arthritis

Pengobatannya pada dasarnya punya dua tujuan, ialah meredakan nyeri saat serangan sedang terjadi dan mencegah serangan itu muncul kembali di kemudian hari.

Untuk pengobatan serangan gout yang sedang berlangsung, master biasanya memberikan obat seperti NSAID (obat antiradang), colchicine, alias kortikosteroid, tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.

Obat-obatan ini bekerja untuk meredakan bengkak dan nyeri secepat mungkin. Namun, penggunaannya tetap kudu hati-hati, terutama bagi orang dengan gangguan lambung, ginjal, alias penyakit tertentu lainnya, lantaran beberapa obat ini punya pengaruh samping yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, untuk mencegah gout muncul berulang kali, terutama pada kasus gout arthritis kronis, master biasanya meresepkan obat penurun masam urat seperti allopurinol dan febuxostat. 

Obat jenis ini bekerja menurunkan kadar masam urat dalam darah secara bertahap, sehingga kristal baru tidak mudah terbentuk lagi di sendi.

Yang perlu digarisbawahi, langkah mengobati kondisi ini umumnya tidak memerlukan tindakan operasi. Penanganan tanpa operasi menjadi pilihan utama, selain pada kasus tertentu di mana sudah terjadi kerusakan sendi yang parah alias muncul tophi besar yang sangat mengganggu.

Diet dan Gaya Hidup untuk Penderita Asam Urat

Selain minum obat, pola makan juga sangat berpengaruh dalam menjaga kadar masam urat tetap stabil.

Makanan yang kudu dihindari penderita gout biasanya adalah makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah berlebihan, beberapa jenis seafood, serta minuman beralkohol. 

Sebaliknya, makanan yang boleh dimakan penderita gout adalah makanan dengan kandungan purin lebih rendah dan pola makan yang lebih seimbang secara umum.

Pantangannya bukan hanya soal makanan tertentu, tetapi juga kebiasaan sehari-hari seperti jarang minum air putih, sering mengonsumsi alkohol, alias membiarkan berat badan naik tanpa kontrol. 

Karena itu, pola makan penderita masam urat sebaiknya diatur agar lebih teratur dan tidak berlebihan, bukan sekadar menghindari beberapa jenis makanan saja.

Cara menurunkan masam urat yang paling masuk logika adalah dengan menggabungkan beberapa langkah sekaligus, ialah menjaga pola makan, menurunkan berat badan jika diperlukan, memperbanyak minum air putih, serta rutin minum obat jika sudah diresepkan dokter.

Gaya hidup untuk penderita gout juga sebaiknya mencakup olahraga ringan yang kondusif untuk sendi, lantaran tubuh yang aktif dan sehat secara keseluruhan membantu menjaga kadar masam urat tetap terkendali.

Bahaya Jika Dibiarkan Tanpa Penanganan

Kalau tidak ditangani dengan baik, komplikasinya bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Serangan yang terus berulang bisa membikin kondisi berkembang menjadi gout kronis, di mana peradangan pada sendi menjadi lebih susah dikendalikan dan bisa berjalan terus-menerus.

Salah satu akibat yang paling dikenal adalah munculnya benjolan tophi, ialah tumpukan kristal masam urat yang mengeras di bawah kulit sekitar sendi. Jika dibiarkan, tophi ini bisa menyebabkan kerusakan sendi, membikin sendi menjadi kaku, berubah bentuk, alias apalagi susah digerakkan secara normal.

Selain berakibat ke sendi, bahayanya juga bisa merambat ke organ lain. Salah satu contohnya adalah hubungan antara gout dan batu ginjal, di mana kadar masam urat yang terus tinggi dalam jangka panjang bisa meningkatkan akibat terbentuknya batu di saluran kemih, sekaligus perlahan menurunkan kegunaan ginjal.

Jangan biarkan nyeri dengkul mengganggu kegiatan harian Anda. Hubungi Klinik Patella di 0811-8124-2022 untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dengkul Anda.

Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik

“Deteksi awal nyeri dengkul adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.

Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.

Klinik Patella mempunyai tindakan modern untuk nyeri dengkul ialah Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.

Prosedur ini menggunakan kamera serat optik mini (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga master dapat memandang langsung kondisi di dalam sendi dengkul sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.

Tindakan Artroskopi Richard Wolf ini umumnya berjalan sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.

Sebagai penyedia Artroskopi Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan beragam pilihan pengobatan lainnya seperti:

  • Fisioterapi
  • Hidroterapi
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
  • Terapi Secretome
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Total Knee Replacement

Tim master Klinik Patella adalah:

  • dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
  • dr. Windi Martika, Sp.OT
  • dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
  • dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
  • Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
  • dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.

Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang. Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.

FAQ Seputar Gout Arthritis

Apa itu gout arthritis?

Gout arthritis adalah penyakit radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal monosodium urat di dalam alias sekitar sendi. Kondisi ini muncul ketika kadar masam urat dalam darah terlalu tinggi dalam jangka waktu tertentu, alias disebut hiperurisemia.

Apa bedanya kondisi ini dengan masam urat?

Asam urat adalah unsur yang dihasilkan tubuh dari pemecahan purin, sedangkan gout arthritis adalah penyakit yang muncul ketika kadar masam urat tersebut terlalu tinggi dan membentuk kristal di sendi. Jadi, masam urat merujuk pada zatnya, sementara penyakit ini merujuk pada kondisinya.

Apa saja indikasi yang perlu diwaspadai?

Gejalanya biasanya muncul mendadak, ditandai dengan nyeri dahsyat pada satu sendi, disertai bengkak, kemerahan, dan rasa panas. Sendi yang paling sering terkena adalah jempol kaki, meskipun lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan juga bisa mengalami indikasi serupa.

Apa penyebab utamanya?

Penyebabnya adalah penumpukan kristal masam urat akibat kadar masam urat yang tinggi dalam darah. Hal ini bisa dipicu oleh pola makan tinggi purin, konsumsi alkohol, obesitas, dehidrasi, gangguan kegunaan ginjal, riwayat keluarga, sindrom metabolik, hingga penggunaan obat tertentu.

Apakah bisa disembuhkan tanpa operasi?

Ya, pengobatannya pada umumnya tidak memerlukan operasi. Penanganan biasanya berupa kombinasi obat pereda nyeri, obat penurun masam urat, serta perubahan pola makan dan style hidup, selain pada kasus tertentu dengan kerusakan sendi berat.

Apa yang terjadi jika dibiarkan tanpa penanganan?

Jika tidak ditangani, kondisinya dapat berkembang menjadi gout kronis, munculnya tophi alias benjolan kristal urat, kerusakan sendi permanen, hingga meningkatkan akibat terbentuknya batu ginjal.

Artikel Lainnya Klinik Patella
↑
Close Right Ads
Close Left Ads