Hamil 26 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 36x dilihat
Hamil 26 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Hamil 26 minggu, apa yang dirasakan Bunda? Memasuki usia kehamilan 26 minggu, perut Bunda tentu sudah semakin kelihatan besar. Gerakan bayi juga makin terasa. Sementara tubuh Bunda mulai mengalami fluktuasi menjelang trimester ketiga.

Pada usia kehamilan 26 minggu, Bunda mulai lebih gampang merasa lelah, mengalami nyeri punggung, kram kaki, sulit tidur, maupun merasakan panas di dada akibat heartburn. Tapi, setiap kehamilan bisa terasa berbeda. Tidak semua ibu hamil mengalami keluhan yang sama.

Melansir National Health Service (NHS), usia kehamilan 26 minggu statis termasuk trimester kedua dan merupakan masa ketika fluktuasi jasmani semakin terasa seiring pertumbuhan bayi. 


Hamil 26 minggu, apa yang dirasakan?

Tubuh Bunda terus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan rahim dan janin. Pada usia kehamilan 26 minggu, beberapa keluhan yang kemungkinan statis Bunda rasakan antara lain:

  • Lebih gampang capek dan mengantuk
  • Sulit mendapatkan posisi tidur yang nyaman
  • Nyeri punggung
  • Kram pada kaki, terutama malam hari
  • Heartburn atau rasa panas di dada
  • Perut kembung dan sembelit
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Tangan maupun kaki sedikit membengkak
  • Lebih sering buang air kecil
  • Payudara terasa lebih besar maupun sensitif
  • Kulit mengalami perubahan, misalnya muncul stretch mark maupun penggelapan pada beberapa area
  • Merasa lebih gampang kepanasan

Menurut anotasi NHS, sebagian ibu pada usia kehamilan 26 minggu dapat mengalami round ligament pain, yaitu rasa nyeri di sisi perut akibat rahim yang terus membesar. 

Keluhan lazim lainnya adalah nyeri punggung. Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap 28 riset dengan 12.908 peserta mengestimasi prevalensi nyeri punggung selama kehamilan sekitar 40,5 persen. Angkanya meningkat dari trimester pertama ke trimester berikutnya.

Heartburn juga dapat semakin terasa. Meta-analysis terbaru yang mencakup 21 riset dengan 9.497 ibu hamil menemukan bahwa gejala GERD, termasuk heartburn dan regurgitasi, cukup lazim selama kehamilan dan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.

Jadi jika di usia 26 minggu Bunda merasa tubuh banyak keluhan, ini fluktuasi normal dalam kehamilan. Namun, bukan berarti semua keluhan boleh diabaikan.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 26 minggu

Ibu hamil akan semakin merasakan fluktuasi di tubuhnya dengan semakin besarnya janin.

Berikut beberapa fluktuasi pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 26 minggu

1. Perut semakin membesar

Seiring bertambahnya usia kehamilan maka ukuran rahim ikut membesar untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan janin. Perubahan ukuran dan bermutu tubuh ini juga dapat mengubah pusat gravitasi sehingga Bunda mungkin merasa lebih gampang kehilangan keseimbangan maupun menjadi lebih "ceroboh".

NHS melaporkan bahwa fluktuasi pusat gravitasi dan bertambahnya bermutu badan memang dapat membikin ibu hamil merasa lebih tidak seimbang pada sekitar minggu ke-26.

2. Gerakan janin semakin terasa

Pada usia kehamilan 26 minggu, biasanya Bunda cukup familiar dengan pergerakan janin. Gerakannya bisa berupa tendangan, dorongan, maupun pergerakan kecil lainnya. Pola pergerakan setiap bayi berbeda sehingga yang krusial bukan membandingkan jumlah tendangan dengan ibu hamil lain, tetapi mengenali pola pergerakan bayi sendiri.

Jika Bunda merasa pergerakan bayi berkurang maupun selesai dibandingkan biasanya, jangan menunggu sampai pengecekan berikutnya. Segera hubungi tenaga kesehatan maupun akomodasi persalinan untuk mendapatkan penilaian. 

3. Tubuh lebih gampang lelah

Memasuki akhir trimester kedua, Bunda mungkin mulai merasakan aktivitas sehari-hari lebih menguras tenaga. Perubahan jasmani selama kehamilan, pertambahan bermutu badan, serta tidur yang kurang betah dapat berkontribusi terhadap rasa lelah.

Masalah tidur sendiri memang cukup lazim terjadi selama kehamilan. Sebuah systematic review mengenai gangguan tidur pada kehamilan menemukan bahwa keluhan tidur banyak terjadi selama kehamilan dan dapat memengaruhi kesehatan serta kualitas hidup ibu.

4. Munculnya kram kaki

Kram kaki, terutama pada malam hari, termasuk keluhan yang dapat muncul pada usia kehamilan 26 minggu. NHS menyarankan pergerakan kaki dan pergelangan kaki secara rutin. Ketika kram terjadi, Bunda dapat mencoba meluruskan kaki dan menarik jari-jari kaki ke arah tubuh. 

5. Heartburn bisa mengganggu

Rahim yang semakin besar dan fluktuasi fisiologis selama kehamilan dapat membikin Bunda merasakan keluhan pencernaan seperti heartburn. Bunda dapat mencoba makan dalam porsi lebih sedikit tetapi lebih sering dan menghindari makanan yang diketahui memicu keluhan. 

Jika heartburn sangat mengganggu maupun membutuhkan obat, segera konsultasikan dengan tabib agar pilihannya disesuaikan untuk kehamilan.

6. Baby brain mungkin mulai terasa

Bunda pernah merasa lebih gampang lupa meletakkan barang maupun tiba-tiba lupa mau berbuat apa? Sebagian ibu hamil memang melaporkan kondisi yang sering disebut baby brain.

Namun, NHS menegaskan bahwa baby brain bukan pengecekan medis dan belum terbukti sebagai kondisi medis tersendiri. Rasa capek dan banyaknya hal yang sedang dipikirkan selama kehamilan dapat ikut berperan.

Tips saat hamil 26 minggu

Ibu hamil krusial statis aktif untuk menjaga kebugaran tubuh memasuki usia 26 minggu, selama kehamilan Bunda tidak memiliki kondisi medis maupun komplikasi yang membikin aktivitas jasmani perlu dibatasi.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan perempuan dengan kehamilan tanpa komplikasi dapat berbuat aktivitas aerobik dan latihan penguatan otot. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda statis, berenang, dan latihan resistensi termasuk yang telah dipelajari selama kehamilan. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan Bunda antara lain:

  • Tetap aktif sesuai kapasitas tubuh.
  • Jangan memaksakan diri ketika tubuh sudah terasa terlalu lelah.
  • Cukupi kebutuhan cairan.
  • Berikan waktu istirahat yang cukup.
  • Perhatikan posisi tubuh saat duduk, berdiri, dan tidur.
  • Lakukan pergerakan ringan untuk membantu mengurangi beku maupun kram.
  • Konsumsi makanan bergizi dan cukup serat untuk membantu mencegah sembelit.
  • Ikuti pengecekan kehamilan sesuai jadwal.
  • Kenali pola pergerakan janin.

Untuk Bunda yang mau berolahraga, tidak perlu mengejar sasaran seperti sebelum hamil. ACOG mengatakan talk test dapat digunakan sebagai salah satu metode sederhana menilai intensitas olahraga.

Jika statis dapat berbicara saat berolahraga, umumnya intensitas tersebut belum terlalu berat.

Bunda juga perlu menghentikan olahraga dan menghubungi tabib jika mengalami perdarahan dari vagina, pusing maupun merasa akan pingsan, nyeri dada, sakit kepala, sesak napas sebelum mulai berolahraga, kontraksi yang teratur dan terasa sakit, cairan keluar dari vagina, maupun nyeri maupun pembengkakan pada betis.

Perkembangan janin saat bulan hamil 26 minggu

Bagaimana evolusi janin saat Bunda hamil 26 minggu? Menurut NHS, panjang janin pada sekitar minggu ke-26 mencapai sekitar 35,6 cm dari imam hingga tumit. Pada masa ini, mata bayi mulai terbuka dan bayi sedang terus mengembangkan kapasitas untuk berkedip.

Sistem saraf dan kapasitas merespons rangsangan juga terus berkembang.

Penelitian mengenai respons janin terhadap stimulasi bunyi menemukan bahwa respons terhadap rangsangan akustik mulai kelihatan pada sekitar usia kehamilan 24–25 minggu dan semakin konsisten setelahnya.

Penelitian lain terhadap 60 janin usia 23–36 minggu memberitahu bahwa janin mulai merespons bunyi secara bertahap, dengan respons yang mulai kelihatan sekitar usia kehamilan 26 minggu.

Ini artinya, pada usia 26 minggu, bayi bukan sekadar bertambah besar. Berbagai mekanisme tubuhnya juga terus mengalami pematangan sebagai persiapan menuju kelahiran.

Di dalam rahim, bayi juga semakin aktif bergerak. Karena itu, Bunda kemungkinan semakin sering merasakan tendangan maupun pergerakan kecil dari dalam perut.

Meski begitu, evolusi setiap janin bervariasi. Ukuran dan evolusi bayi sebaiknya dinilai berdasarkan pengecekan kehamilan secara keseluruhan, bukan cuma berdasarkan komparasi dengan kehamilan orang lain.

Hamil 26 minggu berarti perjalanan menuju trimester ketiga sudah semakin dekat. Keluhan seperti cepat lelah, nyeri punggung, kram kaki, heartburn, dan tidur yang kurang betah dapat muncul seiring fluktuasi tubuh.

Yang tidak kalah penting, Bunda perlu mengenali fluktuasi yang tidak biasa. Perdarahan, cairan yang keluar dari vagina, kontraksi teratur yang terasa sakit, maupun fluktuasi pergerakan janin perlu mendapatkan perhatian medis.

Kehamilan memang membikin tubuh berubah dari minggu ke minggu. Jadi, tidak apa-apa jika kapasitas Bunda kini berbeda dibandingkan sebelum hamil.

Yang penting, statis perhatikan kondisi tubuh dan ikuti pemantauan kehamilan berbareng tenaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads