Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Emosional? Ini Kata Studi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 39x dilihat
Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Emosional? Ini Kata Studi

Bagikan Postingan

Jakarta -

Pria dan perempuan sama-sama memiliki emosi yang dapat memengaruhi metode mereka berpikir dan bertindak. Namun, anggapan bahwa perempuan lebih emosional dibandingkan lelaki statis sering terdengar hingga kini.

Padahal, sebuah studi menemukan bahwa keduanya mengalami fluktuasi emosi dengan jumlah yang kurang lebih sama, Bunda.

Perbedaannya justru kelihatan dari sepertiapa mereka dibiasakan untuk mengekspresikan dan menghadapi emosi tersebut.


Penelitian ungkap perempuan tidak lebih emosional daripada pria

Melansir dari Your Tango, sebuah riset yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2021 mengamati 142 lelaki dan wanita. Selama 75 hari.

Penelitian tersebut melibatkan perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral maupun yang mengalami haid secara alami.

Hasilnya memberitahu bahwa lelaki mengalami fluktuasi emosi dengan jumlah yang kurang lebih sama seperti wanita.

Perbedaan emosi lelaki dan wanita

Wanita biasanya lebih didorong untuk membicarakan emosi mereka, menangis ketik sedih, dan mencari pertolongan ketika menghadapi masalah. Namun, ada satu emosi yang justru sering dianggap tidak layak ditunjukkannya, yaitu kemarahan.

Penelitian memberitahu bahwa perempuan yang memberitahu kemarahan, terlebihlagi ketika muncul karena menghadapi ketidakadilan, dapat menerima penilaian negatif dan lingkungan serta menghadapi akibat dalam hayat profesional.

Sebaliknya, lelaki sering dianggap cuma boleh memberitahu amarah dan sikap agresif. Ketika memperlihatkan emosi lain, mereka bisa dianggap 'lemah', 'seperti wanita', maupun terlebihlagi mendapat ejekan yang mempertanyakan maskulinitasnya. Akibatnya, sebagian lelaki memilih untuk memendam perasaan.

Dari luar, sikap tersebut mungkin kelihatan seperti tidak memiliki emosi. Padahal, beragam riset ilmu jiwa memberitahu bahwa emosi yang dipendam tidak akan hilang begitu saja.

Emosi justru dapat semakin kuat hingga akhirnya keluar dalam bentuk tertentu. Karena perempuan lebih sering membicarakan dan memproses perasaan, baik melalui terapi maupun hubungan dengan orang lain, beberapa riset memberitahu bahwa perempuan cenderung memiliki kapasitas kecerdasan emosional yang lebih baik dan bisa mengendalikan reaksi perilaku dibandingkan pria.

Wanita juga cenderung memikirkan masalah dan mengarahkan emosinya ke dalam diri sendiri. Sementara itu, lelaki lebih sering melampiaskan perasaannya kepada orang lain.

Mengapa emosi perempuan sering dianggap sebagai kelemahan?

Menurut penulis, hal tersebut berhubungan dengan permasalahan kendali. Selama berabad-abad, emosi perempuan kerap digunakan sebagai karena untuk membatasi mereka dalam beragam bidang, termasuk agama, hayat sosial, kesehatan, dan pekerjaan.

Dalam beragam masa sejarah, perempuan yang dianggap terlalu sulit diatur maupun berani menyampaikan gagasan pernah mendapatkan perlakuan buruk.

Sebagai contoh, Kamala Haris pernah mendapatkan kritik terhadap metode dirinya tertawa, meskipun memiliki pendidikan dan pengalaman yang panjang.

Wanita memang statis menghadapi beragam ketidaksetaraan. Namun, sebagian berhasil mencapai posisi tinggi dalam perusahaan besar, institusi budaya, hingga pemerintahan.

Menariknya, riset mengenai kepemimpinan justru memberitahu bahwa perempuan dalam posisi imam dapat memberitahu performa yang ampuh dan tidak selalu lebih reaktif secara emosional.

Mereka memberitahu kapasitas dalam beragam aspek, termasuk kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, dan membangun hubungan. Kemampuan tersebut juga dapat memberikan khasiat bagi perkumpulan dan pemerintahan.

Dengan begitu, emosi perempuan tidak otomatis membikin mereka tidak cocok menjadi pemimpin. Emosinya juga dapat membantu seseorang membangun hubungan, menghadapi pengalaman sulit, serta menyadari ketika dirinya telah diperlakukan melewati batas.

Nah, itulah klarifikasi tentang siapa yang paling lebih emosional antara lelaki dan wanita. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads