Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 9 menit 515x dilihat
Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Memasuki usia kehamilan 33 minggu, Bunda sudah eksis di trimester ketiga dan semakin dekat dengan waktu persalinan. Pada fase ini, ukuran perut semakin besar sehingga beragam aktivitas sehari-hari mungkin terasa lebih berat.

Lantas, hamil 33 minggu apa yang dirasakan dan sepertiapa evolusi Si Kecil di dalam kandungan?

Hamil 33 Minggu, apa yang dirasakan?

Setiap ibu hamil dapat mengalami gejala yang berbeda. Namun, beberapa ketidaknyamanan jasmani akibat fluktuasi hormon dan ukuran rahim yang semakin membesar ketika kehamilan memasuki minggu ke-33. Berikut beberapa keluhan yang mungkin dirasakan Bunda mengutip halaman NHS, Tommys, Clevelandclinic dan Healthline.


1. Perut terasa semakin berat

Hamil 33 minggu, apa yang dirasakan yang pertama yaitu rahim yang terus membesar membikin perut terasa lebih bermutu dan dapat memberikan tekanan pada area panggul. Pada sebagian ibu, sensasi bermutu di panggul juga dapat terjadi ketika posisi imam bayi mulai mengarah ke bawah sebagai persiapan menuju persalinan.

2. Sulit tidur 

Tidur malam mungkin terasa semakin tidak betah karena ukuran perut yang membesar. Selain itu, Bunda bisa mengalami kram kaki, rasa panas, sering buang air kecil, maupun sulit menemukan posisi tidur yang nyaman.

3. Mudah lelah 

Rasa capek kemungkinan mulai semakin terasa pada usia kehamilan 33 minggu, terutama jika Bunda mengalami sulit tidur. Usahakan untuk mengistirahatkan kaki dan tubuh sebanyak mungkin.

Cobalah minum minuman hangat sebelum tidur dan biarkan tubuh beristirahat meskipun Bunda belum bisa terlelap. Hindari kafein yang terdapat dalam kopi, teh, cokelat, dan beberapa minuman bersoda.

4. Kontraksi palsu

Bunda mungkin mulai lebih sering merasakan perut mengencang selama beberapa saat. Kontraksi ini dikenal sebagai Braxton Hicks maupun kontraksi latihan. Pada usia 33 minggu dapat terasa seperti perut mengencang selama sekitar 20–30 detik sebelum otot balik rileks.

Umumnya kontraksi ini tidak terasa sakit. Namun, jika kontraksi menjadi nyeri maupun muncul secara teratur, Bunda perlu menghubungi tenaga kesehatan maupun rumah sakit karena bisa menjadi tanda persalinan.

5. Nyeri punggung

Hamil 33 Minggu, apa yang dirasakan selanjutnya yaitu nyeri punggung. Seiring pertumbuhan bayi, tekanan pada saraf skiatik, yaitu saraf terbesar di tubuh, semakin meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung yang dikenal sebagai linu panggul maupun sciatica.

Untuk membantu meredakan nyeri punggung, Bunda dapat mencoba hal berikut: 

  • Berendam maupun mandi dengan air hangat
  • Menggunakan alas pemanas
  • Mengubah posisi tidur ke sisi yang berbeda untuk Mengurangi tekanan pada saraf skiatik

Sebuah riset yang diterbitkan dalam Journal of Orthopaedic and Sports Physical Therapy memberitahu bahwa terapi fisik, seperti edukasi dan latihan fisik, dapat membantu mengurangi nyeri punggung dan panggul sebelum maupun setelah kehamilan. Jika mengalami nyeri yang parah, segera hubungi dokter.

6. Heartburn dan gangguan pencernaan

Semakin besar rahim, Bunda mungkin lebih gampang mengalami rasa panas di dada maupun heartburn, kembung, dan sembelit. Rahim yang semakin besar juga dapat membikin mekanisme pencernaan terasa lebih tidak betah sehingga Bunda perlu memperhatikan pola makan dan posisi tubuh setelah makan.

Heartburn, kembung, dan sembelit sampai gangguan pencernaan sebagai keluhan yang dapat terjadi pada trimester ketiga, termasuk sekitar usia kehamilan 33 minggu.

7. Gusi bengkak maupun gampang berdarah

Perubahan tubuh selama kehamilan juga dapat memengaruhi kesehatan mulut. Pada usia 33 minggu, gusi yang bengkak maupun gampang berdarah statis dapat menjadi salah satu keluhan kehamilan di trimester ketiga ini.

8. Sesak napas

Rahim yang membesar menekan diafragma dan paru-paru membikin Bunda terasa lebih sulit dalam menarik napas.  Hal ini terutama karena paru-paru tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembang sepenuhnya. Kondisi sesak napas tergolong normal di trimester ketiga ya Bunda. 

Keluhan ini membaik ketika janin mulai turun ke panggul sebagai persiapan menjelang kelahiran. Proses ini disebut lightening maupun penurunan posisi janin.

9. Varises dan wasir

Peningkatan volume darah selama kehamilan dapat menyebabkan pembuluh darah membesar. Kondisi ini dapat memunculkan pembuluh darah kecil seperti jaring arachnida di lengan maupun wajah, maupun varises di paha. Pembuluh darah yang membengkak di area rektum juga dapat menyebabkan wasir.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 33 minggu

Selain beragam keluhan, ada sejumlah fluktuasi jasmani yang terjadi ketika kehamilan memasuki minggu ke-33.

1. Perubahan emosi

Selain fluktuasi yang dirasakan secara fisik, Bunda mungkin juga mengalami beragam fluktuasi emosional ketika hari estimasi lahir semakin dekat. Wajar jika Bunda merasa antusias sekaligus khawatir.

Bunda mungkin sudah tidak sabar berjumpa dengan Si Kecil, tetapi di sisi lain merasa cemas menghadapi persalinan maupun menjalani peran sebagai orang tua. Ingatlah bahwa setiap orang mengalami kehamilan dengan metode yang berbeda. 

2. Gerakan janin

Pada trimester ketiga, pergerakan janin biasanya dapat terasa kuat. Seiring bayi tumbuh, ruang di dalam rahim menjadi semakin terbatas, tetapi Bunda statis seharusnya merasakan pergerakan bayi. Pada trimester ketiga ibu dapat merasakan pergerakan janin dengan lebih kuat. 

3. Lebih sering buang air kecil

Ketika janin semakin turun ke area panggul, tekanan pada kandung kemih dapat meningkat. Akibatnya, Bunda mungkin lebih sering buang air kecil maupun mengalami kebocoran urine saat bersin, batuk, maupun tertawa. Segera hubungi tenaga kesehatan jika Bunda merasa cairan yang keluar mungkin merupakan air ketuban.

4. Perubahan pada payudara

Payudara juga dapat mengalami perubahan. Beberapa ibu mungkin melihat keluarnya kolostrum, yaitu cairan kekuningan yang merupakan ASI pertama dan mulai diproduksi menjelang kelahiran.

5. Pembengkakan pada Pergelangan Kaki dan Kaki

Bunda mungkin menyadari bahwa pergelangan kaki dan kaki mengalami pembengkakan yang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini terjadi karena rahim yang semakin membesar memberikan tekanan pada pembuluh darah yang mengalir menuju kaki dan tungkai.

Jika mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki dan kaki, Bunda dapat meninggikan kaki hingga eksis di atas posisi jantung selama 15–20 menit, setidaknya dua hingga tiga kali sehari. Namun, jika pembengkakan terjadi secara berlebihan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia. Segera hubungi tabib jika mengalami pembengkakan yang ekstrem.

6. Perubahan pada kulit

Bunda mungkin mengalami fluktuasi pada kulit di trimester ketiga. Seperti kulit wajah menjadi lebih gelap maupun muncul bercak kecokelatan, yang dikenal sebagai kloasma. Bisa juga kulit Bunda menjadi lebih berminyak dan gampang berjerawat.

Tips saat hamil 33 minggu

Memasuki trimester ketiga, menjaga kondisi tubuh dan memantau kesehatan kehamilan menjadi semakin penting. Berikut beberapa hal yang dapat Bunda dilakukan.

1. Istirahat cukup

Tubuh bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan bayi. Jika gampang lelah, jangan memaksakan diri berbuat aktivitas yang terlalu berat. Manfaatkan waktu luang untuk beristirahat.

2. Posisi tidur menyamping

Posisi tidur yang paling terlindungi selama kehamilan adalah menyamping, baik ke kiri maupun ke kanan, dan bukan telentang. Tidur dalam posisi telentang diketahui dapat menaikkan konsekuensi bayi lahir wafat (stillbirth). Namun, jika Bunda terbangun dan rupanya sedang dalam posisi telentang, tidak perlu panik. Cukup ubah posisi dan balik tidur menyamping.

3. Olahraga 

Istirahat statis penting. Namun, rebah dalam waktu durasi tidak dianjurkan ketika mengalami sakit punggung. Secara umum, statis aktif justru lebih baik. Bunda dapat mencoba olahraga ringan dengan akibat rendah, seperti pilates maupun yoga. Berenang juga dapat membantu karena olahraga ini bisa mengurangi beban bermutu pada punggung dan perut yang semakin membesar.

4. Tetap memperhatikan pergerakan bayi

Jangan menganggap pergerakan bayi pasti berkurang cuma karena kehamilan semakin besar. Bayi statis perlu bergeser hingga menjelang persalinan. Jika Bunda merasa pergerakan bayi berkurang maupun berhenti, segera hubungi bidan, dokter, maupun unit persalinan dan jangan menunggu sampai keesokan harinya.

5. Ikuti pengecekan kehamilan

Pemeriksaan antenatal statis krusial untuk memantau kondisi Bunda dan pertumbuhan bayi. Pada trimester ketiga, pengecekan biasanya menjadi lebih sering sehingga tenaga kesehatan dapat memantau kesehatan ibu dan janin serta mempersiapkan persalinan.

6. Cukupi asupan cairan dan nutrisi

Konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi serta konsumsi makanan kaya kalsium, zat besi, dan serat guna menghindari sembelit.  Penting buat Bunda untuk mengonsumsi makanan bergizi dan cukupi asupan cairan karena tidak cuma kebutuhan untuk tubuh Bunda tapi untuk mendukung pertumbuhan janin dan penambahan bermutu badan janin secara optimal.

7. Menghindari makanan mentah 

Sebaiknya Bunda menghindari daging dan ikan mentah maupun kurang matang, serta ikan yang tinggi merkuri. Tidak cuma itu, Bunda juga tidak diperbolehkan makan keju lunak dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi. Di samping itu, Bunda juga wajib tidak minum minuman beralkohol, rokok, narkoba, serta obat-obatan yang tidak diresepkan untuk Bunda.

8. Perhatikan tanda bahwa persalinan dini

Segera hubungi tabib maupun tenaga kesehatan jika mengalami perdarahan, keluar cairan ketuban, maupun kontraksi yang teratur dan semakin menyakitkan. 

Bunda juga disarankan untuk segera hubungi tabib jika mengalami tanda-tanda persalinan prematur, sesak napas yang tidak biasa, maupun pergerakan janin berkurang. Salah satu metode memantau pergerakan janin adalah dengan menghitung gerakannya. Jika Bunda tidak merasakan sekitar 6–10 pergerakan dalam satu jam, segera hubungi dokter.

Perkembangan janin saat hamil 33 minggu

Memasuki usia kehamilan 33 minggu, janin semakin berkembang dan mendekati tahap akhir pematangan sebelum lahir. Berikut beberapa evolusi janin di usia 33 minggu.

1. Ukuran janin

Berat janin berkisar antara 1,9 hingga 2,1 kg dengan panjang sekitar 43–44 cm. Janin besarnya seperti seukuran buah nanas sedang,

2. Aktif bergerak

Pada minggu-minggu terakhir di dalam kandungan, bayi akan semakin aktif menendang dengan kuat, menggunakan indra untuk mengamati lingkungan di sekitarnya dan menghabiskan banyak waktu untuk tidur. Pada tahap ini, bayi terlebihlagi sudah dapat mengalami tidur REM (rapid eye movement), yaitu fase tidur yang berhubungan dengan aktivitas otak dan mimpi.

3. Sudah dapat melihat dan merespons suara

Masuk trimester ketiga bayi sudah dapat melihat. Matanya dapat menyempit dan melebar serta bisa mendeteksi cahaya. Selain itu, janin sudah dapat berkedip, menutup mata, menggerakkan kepala, menggenggam, merespons bunyi dan sentuhan.

4. Organ tubuh

Bayi juga terus menambah lemak di bawah kulit sehingga tubuhnya kelihatan semakin berisi. Kuku jari tangan pun sudah tumbuh hingga ujung jari. Pada masa 33–36 minggu, bayi dapat mulai memungut posisi imam di bawah sebagai persiapan kelahiran, meskipun tidak semua bayi eksis dalam posisi tersebut pada minggu ke-33.

5. Pematangan tulang dan tengkorak

Tulang-tulang bayi juga mulai mengeras, kecuali tulang tengkorak. Tulang tengkorak akan statis lunak dan belum menyatu hingga bayi berumur sekitar 12–18 bulan. Kondisi ini membikin imam bayi sedikit lebih elastis sehingga dapat memudahkan prosesnya melewati jalan lahir saat persalinan.

6. Otak dan mekanisme saraf terus matang

Perkembangan otak dan mekanisme saraf menjadi salah satu proses krusial pada trimester ketiga. Pada minggu ke-33 otak dan mekanisme saraf bayi sudah berkembang sepenuhnya. Meski demikian, pertumbuhan dan pematangan janin statis berlanjut hingga mendekati persalinan.

Dengan demikian, hamil 33 minggu apa yang dirasakan umumnya berhubungan dengan semakin besarnya ukuran rahim dan pertumbuhan bayi. Perut dapat terasa berat, panggul mendapat tekanan lebih besar, serta muncul keluhan seperti nyeri punggung, sulit tidur, heartburn, kram kaki,  sampai kontraksi Braxton Hicks.

Sementara itu, Si Kecil di dalam kandungan terus bertumbuh, mulai dari ukurannya, organ-organ tubuh sudah kelihatan jelas, bisa melihat dan merespon bunyi sampai janin aktif bergeser terlebihlagi sudah bisa tidur.

Semoga informasinya berguna ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads