Hamil Ternyata Bikin Tubuh Membakar Lebih Banyak Kalori, Ini Faktanya

Jul 16, 2026 07:30 AM - 4 minggu yang lalu 15914

Kehamilan rupanya tidak sekadar membawa perubahan bentuk lantaran tubuh yang semakin membesar dan perut membuncit, Bun. Di luar itu, mengandung rupanya membikin tubuh Bunda membakar lebih banyak kalori. Ini penjelasannya.

Saat hamil, tubuh yang semakin besar merupakan perihal alami yang menjadi fase baru bagi perempuan. Namun, Bunda tidak perlu cemas mengenai tubuh yang makin melebar tersebut. Sebab, di kembali naiknya berat badan dan melebarnya tubuh lantaran kehamilan, Bunda juga bisa membakar lebih banyak kalori, lho.

Apakah kehamilan membakar lebih banyak kalori saat hamil?

Ya, wanita yang mengandung memang bakal membakar lebih banyak kalor, kata Dr Michael Rosenbaum, seorang guru besar pediatri dan kedokteran di Columbia University Medical Center.


"Selama kehamilan, kalori yang terbakar bakal meningkat, terutama pada trimester kedua dan ketiga," katanya.

Dr Rosenbaum juga mencatat bahwa terdapat variabilitas yang sangat besar antar perseorangan selama kehamilan. "Seberapa banyak berat badan yang bertambah selama kehamilan berjuntai pada berapa banyak kalori yang mereka konsumsi dibandingkan dengan berapa banyak yang mereka bakar dan berapa banyak dari berat badan yang bertambah itu adalah air," katanya.

Faktanya juga, bukan hanya ibu mengandung yang membakar kalori. Dr Rosenbaum mengatakan bahwa ketika mempertimbangkan pengeluaran daya alias kalori yang terbakar, perihal tersebut kudu merujuk pada jumlah kalori yang dibakar oleh ibu dan bayi secara bersama-sama, alias yang disebut unit ibu dan janin.

"Ini krusial lantaran janin membakar kalori sekitar empat kali lebih cepat, dan ini bakal menjadi aspek yang lebih besar dalam menentukan pengeluaran daya seiring pertumbuhan janin," katanya.

Ya, metabolisme Bunda yang sedang mengandung memang meningkat, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Tetapi, perihal itu disebabkan oleh pengeluaran daya istirahat, bukan kegiatan seperti melangkah alias berolahraga, menurut Dr Rosenbaum.

"Hal ini sebagian besar, tetapi tidak sepenuhnya, disebabkan oleh kenaikan berat badan dan dipengaruhi oleh tingkat adipositas tubuh ibu sebelum kehamilan," jelasnya.

Bagi wanita yang sebelumnya tidak ada riwayat obesitas, pengeluaran daya yang diperoleh meningkat sekitar 110 kalori per hari. Sementara, bagi wanita yang obesitas sebelum kehamilan, jumlahnya mendekati 45 kalori per hari.

Seberapa banyak daya tambahan yang dibakar saat hamil?

Untuk memberikan angka, Dr. Rosenbaum merujuk pada sebuah studi yang dilakukan pada 2021 yang meneliti berapa banyak kalori rata-rata yang dibakar wanita mengandung per trimester seperti dikutip dari laman Todaysparent.

Diketahui bahwa pada trimester pertama, pengeluaran daya 24 jam alias kalori yang dibakar sekitar 144 kalori per hari. Kemudian, pada trimester kedua, nomor tersebut melonjak menjadi 170, dan pada trimester ketiga, sekitar 290 kalori per hari. Pengeluaran daya rehat menyumbang sebagian besar kalori yang dibakar selama 24 jam.

Apakah wanita membakar lemak saat hamil?

Ketika hamil, Bunda memang bakal membakar lemak selama fase ini. Tetapi, ada juga karbohidrat dan sedikit protein yang turut terbakar. Semuanya tergantung pada diet dan kondisi medis tertentu yang bisa memengaruhi apa yang diserap tubuh dan dibakar tubuh.

Di fase ini, sebaiknya Bunda tidak mencoba menurunkan berat badan saat mengandung selain Bunda berada di bawah pengawasan ketat mahir medis yang telah mengevaluasi kondisi Bunda seperti adanya riwayat glukosuria gestasional, tekanan darah tinggi, alias berisiko mengalami preeklamsia.

Berapa kenaikan berat badan yang dianggap kondusif selama kehamilan?

Kenaikan berat badan selama kehamilan antar satu dengan lainnya mungkin berbeda-beda. Namun sebaiknya, kenaikan berat badan saat mengandung tetap dalam pemisah yang kondusif dan dalam pantauan master secara rutin.

Adapun mengenai kenaikan berat badan yang dianggap sehat selama kehamilan, Dr Rosenbaum mengatakan bahwa perihal tersebut bakal berjuntai pada lemak tubuh Bunda serta BMI bumil dari sebelum kehamilan.

"Semakin besar lemak tubuh, semakin sedikit berat badan yang semestinya bertambah selama kehamilan," ujarnya.

Nah, walaupun lemak banyak terbakar, tak berfaedah Bunda juga secara bebas memberikan asupan pada tubuh di mana membikin berat tubuh melonjak berlebihan. Dan, tidak berfaedah pula bahwa Bunda memanfaatkan momen ini sebagai waktu untuk diet. Semua perihal tersebut memang sebaiknya dihindari lantaran kesehatan Bunda dan janin lebih utama. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya