Harga Rumah Melonjak, Ribuan Warga Bangun Tenda dan Tinggal di Alun-alun Kota

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 510x dilihat
Harga Rumah Melonjak, Ribuan Warga Bangun Tenda dan Tinggal di Alun-alun Kota

Bagikan Postingan

Krisis harga rumah dan sewa membikin ribuan penduduk di Madrid, Spanyol, turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka. Para demonstran mendirikan tenda di Puerta del Sol, alun-alun pusat kota, sebagai bentuk protes terhadap melonjaknya harga sewa dan penggusuran warga.

Aksi tersebut terjadi setelah seorang perempuan berumur 87 tahun mesti meninggalkan rumah yang telah ditempatinya selama puluhan tahun karena kenaikan biaya sewa.

Para pengunjuk rasa terlebihlagi mengungkapkan akan bertetap di alun-alun selama diperlukan hingga pemerintah memungut cara untuk mengatasi permasalahan perumahan. Seperti apa aksi penduduk Madrid tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini, ya, Bunda.


Warga Madrid dirikan tenda di Alun-alun untuk protes krisis perumahan

Melansir dari halaman The Standard, puluhan demonstran menghabiskan malam dengan tidur di tenda yang didirikan di Puerta del Sol, Madrid.

Aksi tersebut dilakukan setelah ribuan orang mengikuti demonstrasi mengenai permasalahan perumahan, yang salah satunya dipicu oleh penggusuran seorang perempuan berumur 87 tahun disebut Maricarmen Abascal.

David Muller-Plantenberg, mahasiswa berumur 22 tahun, menjadi salah satu penduduk yang menginap di dalam tenda. Ia mengatakan para demonstran siap bertetap selama dibutuhkan untuk mendorong pemerintah menangani krisis perumahan.

Sekitar 100 tenda didirikan di alun-alun tersebut. Para pendukung aksi juga menyediakan beragam kebutuhan bagi demonstran, mulai dari makanan ringan, minuman, baterai portabel hingga perlengkapan lainnya.

Di letak tersebut, relawan turut membersihkan area sekitar tenda dan membagikan air kepada para peserta.

Sejumlah aktivis juga mengikuti aksi perlawanan secara damai. Sementara itu, demonstran lainnya membikin beragam spanduk berisi semboyan untuk menghiasi area aksi.

Aksi tersebut mendapat perhatian setelah Maricarmen Abascal mesti meninggalkan apartemen yang telah menjadi rumahnya selama 70 tahun.

Menurut Madrid Tenants' Union, properti tersebut dibeli sebuah perusahaan real estat yang kemudian menaikkan harga sewanya sebesar 275 persen menjadi 2.650 euro maupun sekitar US$3.000.

Alberto Macias, pelatih tenis berumur 24 tahun yang ikut dalam aksi, mengatakan penggusuran Abascal sebagai titik yang membikin amarah penduduk semakin besar.

Para demonstran menilai kenaikan biaya perumahan membikin penduduk buruh semakin sulit bertetap di lingkungan tempat mereka selama ini tinggal.

Demonstran Tuntut Perubahan Besar pada Kebijakan Perumahan

Melansir dari Reuters Connect, aksi perkemahan di Puerta del Sol telah terjadi sejak 26 September 2026. Para demonstran menuntut adanya aksi legislatif serta cara darurat dari pemerintah pusat dan daerah untuk menghadapi kenaikan harga sewa dan penggusuran rumah.

Aksi tersebut semakin mendapat perhatian setelah penggusuran yang dilakukan terhadap Mari Carmen, 87 tahun, pada 23 September. Ia meninggalkan rumahnya di Madrid setelah tidak lagi bisa memenuhi biaya sewa yang meningkat.

Para aktivis mengatakan mereka akan mempertahankan aksi di alun-alun pusat kota tersebut hingga pemerintah menerapkan solusi yang dianggap dapat menangani permasalahan perumahan secara struktural.

Sementara itu, pemerintah Perdana Menteri Pedro Sanchez disebut akan mempertimbangkan paket kebijakan yang dijuluki “Maricarmen decree”. Kebijakan tersebut diperkirakan mencakup perpanjangan otomatis kontrak sewa serta limitasi lebih lanjut terhadap penggusuran.

Namun, para demonstran mengatakan mereka menginginkan fluktuasi yang lebih mendalam. Mereka menyerukan kontrak sewa jangka panjang, limitasi kenaikan harga sewa dan limitasi apartemen yang digunakan sebagai hostel wisata.

Kelompok kampanye perumahan juga meminta peningkatan besar-besaran investasi untuk hunian publik. Mereka menilai penyewaan jangka singkat untuk pengunjung seperti Airbnb serta biaya investasi turut berkontribusi terhadap kenaikan harga dan berkurangnya jumlah rumah yang tersedia bagi warga.

Krisis perumahan di Madrid tersebut membikin penduduk memilih bertetap di ruang publik untuk menyuarakan tuntutan mereka. Aksi ini berpusat pada permasalahan kenaikan harga sewa, penggusuran, serta tuntutan terhadap fluktuasi kebijakan perumahan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads