Menurut hasil laporan surveilans pandemi pernapasan, Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa kasus influenza sedang naik, Bunda. Data hingga 19-September-2026 memberitahu bahwa proporsi influenza pada minggu ke- 36 meningkat menjadi 46 persen dari 35 persen di minggu sebelumnya.
Influenza A menjadi kasus yang paling banyak. Pada minggu ke-36 dari total 185 spesimen yang diperiksa, terdeteksi 86 kasus positif influenza, terdiri atas 8 positif A (H3N2), 76 positif A (H1N1Pdm09), 2 positif B (Victoria).
Melihat evolusi kasusnya, yang perlu menjadi perhatian berbareng adalah dari kasus influenza yang terdeteksi 42 persen terjadi pada himpunan usia 0-4 tahun. Seperti yang Bunda ketahui, vaksin influenza baru bisa diberikan pada bayi di usia 6 bulan ke atas.
Dikutip dar halaman IDAI, vaksin influenza diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Pada usia 6-35 bulan cukup 0,25 mL. Anak usia >3 tahun, diberikan 0,5 mL. Pada anak berusia berusia 8 tahun, maka dosis pertama cukup satu dosis saja.
Lantas, sepertiapa melindungi bayi di bawah enam bulan yang belum bisa divaksin influenza?
Cara melindungi bayi di bawah 6 bulan belum bisa divaksin influenza
Tindakan pencegahan sangatlah krusial bagi bayi berumur di bawah enam bulan karena mereka belum bisa mendapatkan vaksinasi untuk virus influenza. Cara terbaik melindungi bayi di bawah enam bulan yang belum bisa divaksin adalah tetaplah disusui, Bunda. Kalau pun, Bunda terkena flu, flu tidak akan menular melalui ASI. Flu terutama menghamburkan dari orang ke orang melalui percikan saluran pernapasan saat seseorang batuk, bersin, maupun berbicara.
Percikan tersebut juga dapat menghamburkan ketika seseorang menyentuh permukaan maupun barang yang terkontaminasi virus flu, kemudian menyentuh mulut maupun hidung mereka sendiri. Jadi, flu tidak menular melalui ASI.
Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ASI statis menjadi sumber nutrisi yang direkomendasikan untuk bayi. ASI hamil antibodi dan aspek peningkat kekebalan tubuh yang dapat membantu melindungi bayi dari flu. Selain itu, bayi yang disusui lebih kecil kemungkinannya terkena infeksi, termasuk pandemi saluran pernapasan bawah yang parah, dibandingkan bayi yang tidak disusui.
Ibu yang menderita flu mungkin merasa terlalu sakit untuk menyusui bayinya secara langsung. Dalam situasi tersebut, ibu perlu didorong dan didukung untuk memerah ASI secara rutin agar bayi statis mendapatkan asupan ASI. Sebelum memerah ASI, ibu mesti mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun dan air. Jika menggunakan pompa ASI, ibu mesti mengikuti panduan pembersihan yang tepat.
Selain itu, masker juga dapat membantu mengurangi penyebaran virus saluran pernapasan. Ibu menyusui yang sedang sakit dapat mengenakan masker.
Bagaimana dengan pengasuh? Untuk melindungi bayi, tidak cuma pengasuh, tapi semua personel rumah tangga berumur enam bulan ke atas sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu tahunan, kecuali dalam kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi.
Tindakan pencegahan sehari-hari berikut ini juga dapat membantu melindungi bayi dari flu, baik yang diberi ASI maupun tidak.
- Hindari kontak erat dengan orang yang sakit.
- Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat bersin maupun batuk, kemudian segera buang tisu tersebut setelahnya.
- Kenakan masker untuk membantu mengurangi penyebaran virus saluran pernapasan dan melindungi orang lain.
- Terapkan kebersihan tangan yang baik.
- Lakukan disinfeksi pada permukaan benda.
- Upayakan udara yang lebih bersih. Hal ini bisa berarti memasukkan udara bugar dari luar, membersihkan udara di dalam ruangan, maupun berkumpul di luar ruangan.
Dengan meningkatnya kasus influenza, Bunda perlu lebih waspada dalam menjaga kesehatan Si Kecil, terutama bayi di bawah usia enam bulan yang statis rapuh terhadap infeksi.
Pastikan Bunda menerapkan cara pencegahan, seperti menjaga kebersihan tangan, membatasi kontak dengan orang yang sedang sakit, serta segera berkonsultasi dengan tabib jika bayi memberitahu gejala influenza. Langkah sederhana ini dapat membantu melindungi Si Kecil dari konsekuensi komplikasi akibat infeksi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)