Islam Lebih Mengutamakan Keadilan Sosial daripada Penyamarataan Kekayaan  

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 60464x dilihat
Islam Lebih Mengutamakan Keadilan Sosial daripada Penyamarataan Kekayaan  

Bagikan Postingan

Selasa 09 Jun 2026 05:38 WIB

Islam tidak menuntut agar semua orang mempunyai jumlah kekayaan yang sama.

ILUSTRASI Harta yang berkah

Foto: pxhere

ILUSTRASI Harta yang berkah

Kincai Media, Jakarta -- Banyak orang mengira Islam menghendaki seluruh masyarakat mempunyai tingkat kekayaan yang sama. Padahal, Islam tidak menuntut setiap perseorangan memiliki kekayaan dan akomodasi hidup yang sama rata. Yang ditekankan adalah keadilan sosial, pemerataan kesempatan, dan pengedaran kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja. Prinsip ini ditegaskan dalam Alquran dan dijelaskan oleh Afzalurrahman dalam bukunya Nabi Muhammad Sebagai Seorang Pedagang.

Cendekiawan Muslim dan master ekonomi Islam ini dalam bukunya menerangkan bahwa Islam tidak menuntut agar semua orang mempunyai jumlah kekayaan yang sama persis. Islam tidak menuntut setiap perseorangan kudu mempunyai akomodasi kehidupan yang sama rata sehingga tidak ada perbedaan status ekonomi dalam masyarakat.

"Islam pada hakekatnya lebih mendukung pemerataan sosial daripada penyamarataan ekonomi," tulis Afzalurrahrnan dalam bukunya.

Islam mendukung persamaan ekonomi hanya sebatas patokan bahwa kekayaan tidak boleh dipercayakan hanya kepada segelintir orang saja. Tetapi kudu disebarkan kepada seluruh masyarakat sehingga setiap orang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, dan setiap perseorangan kudu mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencari pekerjaan alias melakukan suatu jenis upaya yang menjadi pilihannya.

Ayat ini menerangkan bahwa kekayaan jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ

. . . (Demikian) agar kekayaan itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS Al-Ḥasyr Ayat 7)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads