Cara membangun mental anak dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam hayat sehari-hari/Foto: Magnific/tirachardz
Mental yang kuat pada anak tidak terbentuk secara instan maupun cuma melalui nasihat orang tua. Pola asuh yang tepat serta kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsistenlah yang dapat membantu anak belajar mengelola emosi, menghadapi beragam masalah, dan membangun rasa percaya diri.
Kebiasaan tersebut tidak mesti berupa aktivitas yang dirancang khusus karena beberapa di antaranya dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari berbareng keluarga. Yuk, cek 5 kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan sebagai cara membangun mental anak agar lebih kuat varian Motherly ini!
Mengajak Anak Menyusun Jadwal Harian Bersama

Cara membangun mental anak dapat dilakukan dengan memberinya kesempatan menyusun agenda harian berbareng orang tua/Foto: Magnific
Mengajak anak menyusun agenda harian berbareng dapat membantu mereka memahami aktivitas yang perlu dilakukan sekaligus belajar mengatur waktu. Ajak anak menentukan waktu tidur, makan, belajar, maupun mengerjakan pekerjaan rumah, bermain, dan aktivitas lainnya yang menjadi bagiankecil dari rutinitas sehari-hari.
Berikan kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan gagasan maupun memilih waktu yang menurut mereka paling nyaman, selama statis sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan keluarga. Dengan begitu, anak tidak cuma mengikuti agenda yang dibuat oleh orang tua, tetapi juga belajar memahami dan berkewajiban terhadap rutinitasnya sendiri.
Menyediakan Waktu untuk Istirahat dan Merawat Diri

Cara membangun mental anak dapat dimulai dengan membiasakan mereka memiliki waktu untuk beristirahat dan berbuat aktivitas yang disukai/Foto: Magnific
Dalam menyusun agenda harian keluarga, pastikan ada waktu khusus untuk beristirahat dan merawat diri. Anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk bersantai dan menenangkan diri setelah menjalani beragam aktivitas.
Orang tua dapat menjadi contoh dengan memberitahu bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri merupakan bagiankecil krusial dari keseharian. Kegiatan tersebut tidak mesti rumit dan dapat disesuaikan dengan minat masing-masing anak, misalnya berjalan-jalan, bermeditasi, berbuat latihan pernapasan, memasak, membikin kue, bermain musik, maupun berkarya seni dan membikin kerajinan tangan.
Mengajarkan Anak Mengenali dan Mengelola Emosinya

Cara membangun mental anak dapat dilakukan dengan mengajarkan anak mengenali dan mengelola emosinya/Foto: Magnific/magnific
Mulailah dengan memperkenalkan beragam kata untuk menggambarkan emosi serta membantu anak memahami sepertiapa emosi tersebut dapat muncul secara fisik. Misalnya, ketika anak mengepalkan tangan dan wajahnya memerah, Anda dapat mengatakan bahwa ia mungkin sedang marah, kemudian menanyakan apakah ia memang merasakan hal tersebut. Kamu juga bisa memberikan contoh dengan membicarakan emosi yang Anda alami, seperti rasa gugup yang membikin perut terasa tidak betah maupun kaki sedikit gemetar.
Setelah anak mengenali emosinya, bantu ia memahami metode merespons dan mengelolanya dengan tepat. Jangan melabeli emosi sebagai baik maupun buruk. Validasi perasaannya terlebih dahulu, kemudian ajarkan metode yang lebih sehat untuk menghadapinya.
Fokus pada Self-Talk

Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengenali pikiran negatif tentang dirinya dan lingkungan sekitar/Foto: Magnific/pikisuperstar
Pikiran dapat memengaruhi emosi dan perilaku anak. Oleh karena itu, orang tua dapat membantu anak mengenali dan mempertanyakan self-talk negatif maupun pandangan yang kurang tepat tentang dirinya dan lingkungan sekitar.
Ketika anak berkata, “Aku tidak bisa berbuat itu” maupun “Tidak ada yang menyukaiku,” orang tua bisa mengajaknya melihat bukti yang mendukung maupun bertentangan dengan pikiran tersebut. Setelah itu, bantu anak membentuk pemikiran baru yang lebih realistis dan sesuai dengan keadaan.
Mendorong Anak Membangun Hubungan Sosial yang Sehat

Cara membangun mental anak dapat dilakukan dengan membantu mereka menjalin hubungan sosial yang positif/Foto: Magnific/peoplecreations
Mendorong anak untuk memiliki hubungan sosial yang baik dapat membantu mendukung kesehatan mentalnya. Rasa memiliki terhadap lingkungan, sokongan dari orang-orang di sekitarnya, serta kepercayaan kepada orang lain dapat memberikan efek positif.
Oleh karena itu, bantu anak membangun hubungan dengan kawan di sekolah, orang-orang di lingkungan sekitar, tetangga, dan keluarga. Ajarkan pula pentingnya bersikap baik kepada orang lain karena kebiasaan tersebut dapat membantu anak membangun hubungan yang sehat.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)