Kebiasaan Pagi Hari yang Tanpa Sadar Bisa Merusak Ginjal

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 505x dilihat
Kebiasaan Pagi Hari yang Tanpa Sadar Bisa Merusak Ginjal

Bagikan Postingan

Beauties, apa yang biasanya Anda lakukan setelah bangun tidur? Minum air putih, langsung sarapan, pergi ke toilet, alias justru adopsi ponsel dan balik rebahan?

Rutinitas pagi mungkin kelihatan sederhana, tetapi beberapa kebiasaan yang dilakukan berulang rupanya perlu diperhatikan karena dapat berasosiasi dengan kesehatan tubuh. Salah satunya adalah kesehatan ginjal, organ yang berkedudukan krusial dalam menyaring limbah dari darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Dilansir dari NesiaHealth, ada beberapa rutinitas pagi yang tanpa disadari dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh, terutama jika berangkaian dengan kurangnya cairan, kebiasaan menahan buang air kecil, penggunaan obat, dan pola makan. Lantas, apa saja kebiasaan buruk yang merusak ginjal yang perlu dihindari? Yuk, simak selengkapnya!

1. Tidak Minum Air Setelah Bangun Tidur

Tidak minum air setelah bangun tidur/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Setelah tidur selama beberapa jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan seperti ketika Anda sedang beraktivitas. Karena itu, tubuh bisa mengalami kekurangan cairan ringan ketika bangun tidur. Sayangnya, sebagian orang justru langsung memulai aktivitas tanpa minum air. Ada juga yang memilih minum kopi alias teh terlebih dahulu tanpa memperhatikan kebutuhan cairan tubuh.

Padahal, menjaga tubuh statis terhidrasi krusial untuk mendukung fungsi ginjal. Kurang minum setelah bangun dapat membikin urine menjadi lebih pekat dan menaikkan akibat dehidrasi andaikan kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik.

Kamu tidak harus langsung minum air dalam jumlah yang sangat banyak. Cukup biasakan menyediakan air putih dan meminumnya setelah bangun tidur, kemudian lanjutkan dengan memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Kebiasaan sederhana seperti minum air putih secara cukup justru dapat membantu tubuh menjalankan fungsinya dengan lebih baik.

2. Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama

Menahan buang air kecil terlalu Lama/ Foto: Pexels.com/ Get Lost Mike

Pernah bangun tidur dalam keadaan ingin buang air kecil, tetapi memilih menundanya karena statis ingin rebahan? Kebiasaan ini mungkin terasa sepele, tetapi sebaiknya tidak dilakukan terlalu durasi dan terlalu sering.

Ketika tidur, tubuh statis memproduksi urine sehingga kandung kemih dapat terisi. Jika setelah bangun Anda sudah merasa ingin buang air kecil, sebaiknya jangan terus menahannya cuma karena malas bermigrasi dari tempat tidur.

Menahan urine dalam waktu durasi dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan menaikkan akibat masalah pada saluran kemih. Infeksi pada saluran kemih yang tidak ditangani juga dapat menghambur hingga ke ginjal.

Bukan berarti menahan buang air kecil sesekali akan langsung menyebabkan kerusakan ginjal. Namun, jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, terutama dalam waktu yang lama, sebaiknya mulai dikurangi. Karena itu, segera pergi ke toilet ketika tubuh sudah memberikan sinyal untuk buang air kecil. Rutinitas sederhana ini dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mekanisme kemih.

3. Sembarangan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Sembarangan mengonsumsi obat pereda nyeri/ Foto: Pexels.com/ JESHOOTS.com

Sakit direktur alias tubuh terasa pegal di pagi hari mungkin membikin seseorang langsung mengonsumsi obat pereda nyeri. Apalagi jika sedang terburu-buru beraktivitas dan ingin rasa sakit segera menghilang.

Namun, penggunaan obat pereda nyeri sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Beberapa jenis obat, terutama obat antiinflamasi nonsteroid alias NSAID seperti ibuprofen, dapat memengaruhi fungsi ginjal jika digunakan secara berlebihan alias dalam kondisi tertentu.

Penggunaan obat pereda nyeri secara tidak tepat dalam jangka panjang dapat menaikkan akibat masalah pada ginjal. Risikonya juga dapat menjadi perhatian bagi orang yang memiliki kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, hama ginjal, alias sedang mengalami dehidrasi. Karena itu, jangan menganggap obat bebas selalu aman dikonsumsi tanpa memperhatikan aturan. Pastikan Anda mengikuti dosis dan instruksi penggunaan yang tertera pada kemasan.

Jika Anda sering mengalami sakit direktur alias nyeri hingga harus mengonsumsi obat secara rutin, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Dengan begitu, penyebab keluhan dapat diketahui dan penggunaan obat bisa dilakukan secara lebih aman.

4. Tidak Mengganti Cairan Setelah Olahraga Pagi

Tidak mengganti cairan setelah olahraga Pagi/ Foto: Pexels.com/ Hugo Polo

Olahraga pagi memang menjadi salah satu kebiasaan baik untuk menjaga tubuh statis aktif. Namun, jangan sampai Anda terlalu fokus pada aktivitas fisik hingga lupa memperhatikan kebutuhan cairan setelah berolahraga.

Saat berbuat aktivitas fisik, tubuh mengeluarkan cairan melalui keringat. Jumlah cairan yang hilang tentu berbeda pada setiap orang, tergantung durasi, intensitas olahraga, cuaca, dan kondisi tubuh.

Dehidrasi yang terjadi berulang dapat memberikan beban tambahan pada ginjal. Karena itu, cairan yang hilang setelah berolahraga perlu diganti agar tubuh statis terhidrasi. Untuk olahraga ringan, air putih umumnya sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Sementara itu, pada aktivitas yang lebih durasi alias intens, kebutuhan cairan dan elektrolit bisa berbeda.

Jadi, olahraga dan hidrasi sebaiknya berjalan beriringan. Jangan sampai rutinitas yang seharusnya baik justru membikin tubuh kekurangan cairan karena Anda lupa minum setelah berkeringat. Tidak mengganti cairan setelah olahraga juga menjadi salah satu kebiasaan pagi yang merusak ginjal yang patut dihindari jika dilakukan secara terus-menerus.

5. Sering Melewatkan Sarapan

Sering melewatkan sarapan/ Foto: Pexels.com/ George Milton

Terburu-buru berangkat kuliah alias bekerja sering menjadi alasan seseorang melewatkan sarapan. Ada pula yang sengaja tidak makan pagi karena sedang menjalani pola diet tertentu.

Sebenarnya, tidak semua orang memiliki kebutuhan sarapan yang sama. Melewatkan sarapan sesekali juga tidak otomatis menyebabkan masalah pada ginjal. Hal yang lebih krusial adalah bagaimana pola makan secara keseluruhan.

Kebiasaan melewatkan sarapan dengan kemungkinan seseorang memilih makanan yang kurang sehat ketika rasa lapar muncul kemudian. Misalnya, mengonsumsi makanan dengan kandungan garam alias kalori yang tinggi secara berlebihan. Asupan garam yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Sementara itu, tekanan darah tinggi merupakan salah satu aspek yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Karena itu, jika Anda memang tidak terbiasa sarapan, pastikan makanan yang dikonsumsi sepanjang hari statis seimbang dan bernutrisi. Jangan sampai rasa lapar setelah melewatkan sarapan membuatmu lebih sering memilih makanan tinggi garam, gula, alias lemak. Dengan menjaga pola makan secara keseluruhan, Anda dapat membantu mempertahankan kesehatan tubuh sekaligus mengurangi beragam kebiasaan buruk yang merusak ginjal.

Beauties, beberapa rutinitas pagi yang kelihatan sepele rupanya statis perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan terus-menerus. Kesehatan ginjal sendiri tidak cuma dipengaruhi oleh satu kebiasaan, tetapi juga oleh pola hidup dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Lima kebiasaan pagi yang merusak ginjal tersebut bukan berarti secara otomatis akan menyebabkan kerusakan ginjal pada setiap orang. Namun, mengubah kebiasaan yang kurang baik statis menjadi cara sederhana untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Jadi, yuk mulai lebih memperhatikan rutinitas pagimu!

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads