Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kesuburan, Hentikan dari Sekarang Bun

Jul 15, 2026 02:30 PM - 4 minggu yang lalu 16640

Kesuburan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, Bunda.

Ya, tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, seperti merokok, dapat memengaruhi kualitas kesuburan, baik pada wanita maupun laki-laki. Asap rokok mengandung ribuan unsur kimia, termasuk nikotin, karbon monoksida, dan logam berat, yang banyak di antaranya dapat merusak sel reproduksi.

Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat (CDC AS), merokok dalam mempersulit kehamilan dan meningkatkan akibat komplikasi kehamilan serta hasil yang jelek bagi bayi.


"Merokok tidak hanya memengaruhi paru-paru dan jantung, tetapi juga dapat berakibat serius pada kesehatan reproduksi baik pada laki-laki dan perempuan," kata spesial kesuburan senior di Nova IVF Fertility, Dr. Vandana Bhatia.

Menurut Bhatia, banyak pasangan hanya konsentrasi pada pola makan dan olahraga dalam mempersiapkan kehamilan. Mereka sering mengabaikan kebiasaan merokok, yang rupanya juga bisa memengaruhi kesuburan.

"Bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa merokok hanya dapat memengaruhi paru-paru alias jantung, kenyataannya adalah merokok juga dapat secara diam-diam berakibat jelek pada kesuburan, kehamilan, dan apalagi perkembangan jangka panjang anak. Itulah kenapa para mahir kesehatan sangat menganjurkan pasangan untuk 'berhenti berbareng dan mengandung bersama'," ungkap Bhatia, dilansir The Times of India.

Merokok bisa merusak kualitas sel telur dan sperma

Kebiasaan merokok bisa mengganggu pembuahan. Bhatia mengatakan bahwa merokok dapat merusak kualitas sel telur dan sperma, hingga mememgaruhi kesempatan mengandung pada program bayi tabung.

"Pada perempuan, merokok dapat merusak kualitas sel telur, memengaruhi kadar hormon, mengurangi persediaan ovarium, dan meningkatkan kemungkinan keguguran, kehamilan ektopik, dan menopause dini," ungkap Bhatia.

"Pada laki-laki, merokok bisa menurunkan jumlah sperma, mengurangi pergerakan sperma, merusak kualitas sperma, dan meningkatkan akibat sperma abnormal. Semua aspek ini apalagi berkontribusi terhadap tingkat keberhasilan yang lebih rendah pada perawatan kesuburan, seperti program bayi tabung."

Tak hanya perokok aktif, pasangan suami istri yang menjadi perokok pasif juga bisa kesulitan untuk hamil. Asap rokok memang tidak bisa memperkuat lama di udara, tapi efeknya bisa memperkuat lama di dalam tubuh.

"Bahkan perokok pasif pun dapat berakibat negatif pada kesuburan dan hasil kehamilan lantaran bahan kimia rawan yang dihirup dari asap rokok," kata Bhatia.

Kenapa krusial berakhir merokok saat program hamil?

Kebiasaan merokok sebaiknya dihentikan jika pasangan suami istri mulai merencanakan kehamilan. Jika satu pasangan berakhir sementara yang lain tetap merokok, maka bujukan untuk kembali bisa datang kapan saja.

"Berhenti merokok berbareng sebagai pasangan dapat meningkatkan motivasi dan support emosional satu sama lain. Ketika salah satu pasangan terus merokok, bakal lebih susah bagi pasangan lainnya untuk sukses berhenti. Mengambil keputusan berbareng dapat menciptakan akuntabilitas dan mendorong kebisaan yang lebih sehat," ujar Bhatia.

"Pasangan yang berakhir merokok sebelum kehamilan juga sering mengalami peningkatan kesuburan secara keseluruhan yang lebih baik lantaran tubuh mulai memperbaiki dirinya sendiri dalam beberapa minggu setelah berakhir merokok."

Dampak merokok sebelum mengandung pada bayi

Seorang wanita memang bisa mendapatkan kehamilan meski tidak sepenuhnya berakhir merokok. Tapi, risikonya tetap ada, Bunda.

Kualitas sel telur dan sperma sebelum pembuahan dapat memengaruhi kesehatan anak di masa depan. Studi telah mengaitkan kebiasaan merokok dengan akibat kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah pada pernapasan bayi.

"Merokok selama kehamilan juga dapat meningkatkan akibat kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, asma, masalah pernapasan pada bayi, serta masalah perkembangan di kemudian hari. Semua akibat ini dapat dicegah dengan berakhir merokok sebelum memulai keluarga," kata Bhatia.

Demikian akibat kebiasaan merokok pada kesuburan laki-laki dan perempuan. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya