Kenangan Nabi Muhammad Lima Tahun Bersama Keluarga Sa'd

Intisari Islam Aug 22, 2026 05:49 PM 19

Kincai Media,TAIF -- Baginda Nabi Muhammad SAW ketika tetap mini tinggal dengan family Sa’d sampai usia lima tahun. Dalam kehidupan ini dia menghirup jiwa kebebasan dan kemerdekaan dalam udara gurun yang lepas itu.

Husen Heikal mengatakan, di kabilah ini Muhammad belajar mempergunakan bahasa Arab murni, sehingga pernah dia mengatakan kepada teman-temannya kemudian:

"Aku yang paling fasih di antara Anda sekalian. Aku dari Quraisy tapi diasuh di tengah‐tengah family Sa’d bin Bakr."

Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan yang bagus sekali dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu Halimah dan keluarganya tempat dia menumpahkan rasa kasih sayang dan hormat selama hidupnya itu.

Penduduk daerah itu pernah mengalami suatu masa paceklik sesudah perkawinan Muhammad dengan Khadijah. Bilamana Halimah kemudian mengunjunginya, sepulangnya dia dibekali dengan kekayaan Khadijah berupa unta yang dimuati air dan empat puluh ekor kambing.

Dan setiap dia datang dibentangkannya pakaiannya yang paling berbobot untuk tempat duduk Ibu Halimah sebagai tanda penghormatan. Ketika Syaima, puterinya berada di bawah tawanan bersama-sama pihak Hawazin setelah Ta’if dikepung, kemudian

dibawa kepada Muhammad, dia segera mengenalnya.

"Ia dihormati dan dikembalikan kepada keluarganya sesuai dengan kemauan wanita itu," katanya.

Sesudah lima tahun, kemudian Nabi Muhammad mini kembali kepada ibunya. Dikatakan juga, bahwa Halimah pernah mencari tatkala dia sedang membawanya pulang ke tempat keluarganya tapi tidak menjumpainya.

Ia mendatangi Abdul Muthalib dan memberitahukan bahwa Muhammad telah tersesat jalan ketika berada di hulu kota Makkah. Lalu sang kakek pun menyuruh orang mencarinya, yang akhirnya dikembalikan oleh Waraqa bin Naufal, demikian separuh orang berkata.

Kemudian Abdul Muthalib yang bertindak mengasuh cucunya itu. Ia memeliharanya sungguh-sungguh dan mencurahkan segala kasih-sayangnya kepada cucu ini. Biasanya buat orang tua itu pemimpin seluruh Quraisy dan pemimpin Makkah - diletakkannya hamparan tempat dia duduk di bawah naungan Ka’bah, dan anak-anaknya lampau duduk pula sekeliling hamparan itu sebagai penghormatan kepada orang tua.

Tetapi andaikan Muhammad yang datang maka didudukkannya dia di sampingnya di atas hamparan itu sembari dia mengelus-ngelus

punggungnya. Melihat sungguh besarnya rasa cintanya itu paman-paman Muhammad tidak mau membiarkannya di belakang dari tempat mereka duduk itu.

Lebih-lebih lagi kecintaan kakek itu kepada cucunya ketika Aminah kemudian membawa anaknya itu ke Madinah untuk diperkenalkan kepada saudarasaudara kakeknya dari pihak Keluarga Najjar. Dalam perjalanan itu dibawanya juga Umm Aiman, budak wanita yang ditinggalkan ayahnya dulu. 

Selengkapnya
Kenangan Nabi Muhammad Lima Tahun Bersama Keluarga Sa'd
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting