Kisah Nabi Muhammad Kecil Dibelah Dadanya

Intisari Islam Aug 22, 2026 06:30 PM 34

Kincai Media, TAIF--Tak terasa bayi Muhammad sudah menginjak tiga tahun dalam pengasuhan Halimah binti Abi-Dhua'ib dari Bani Sa'ad. Muhammad yang belum menjadi Nabi itu punya waktu untuk tahun lagi untuk tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang bening dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.

"Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang," tulis Husen Heikal dalam bukunya Sejarah Hidup Muhammad.

Ceritanya ketika itu, Muhammad dengan saudaranya yang sebaya sesama anak-anak itu sedang berada di belakang rumah di luar pengawasan keluarganya. Tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa’d itu kembali pulang sembari berlari, dan berbicara kepada ibu-bapaknya.

"Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sembari di balik-balikan," cerita saudaranya sembari gemetaran.

Husen Haekal mengatakan, tentang apa yang terjadi kepada Muhammad kecil, ini ada juga diceritakan jenis lainnya, bahwa mengenai diri dan suaminya dia berkata:

"Lalu saya pergi dengan ayahnya ke tempat itu. Kami jumpai dia sedang berdiri. Mukanya pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami tanyakan:

"Kenapa kau, nak?" Dia menjawab: "Aku didatangi oleh dua orang laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lampau perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu saya apa yang mereka cari."

Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah itu, dibawanya anak itu kembali kepada ibunya di Makkah. Atas peristiwa ini Ibn Ishaq membawa sebuah Hadits Nabi sesudah kenabiannya.

Tetapi dalam menceritakan peristiwa ini Ibn Ishaq nampaknya hati-hati sekali dan mengatakan bahwa karena dikembalikannya kepada ibunya bukan lantaran cerita adanya dua malaikat itu, melainkan - seperti cerita Halimah kepada Aminah - ketika dia di bawa pulang oleh Halimah sesudah disapih, ada beberapa orang Nasrani Abisinia memperhatikan Muhammad dan menanyakan kepada Halimah tentang anak itu.

Dilihatnya belakang anak itu, lampau mereka berkata: "Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di negeri kami. Anak ini bakal menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui keadaannya."

Halimah lampau cepat-cepat menghindarkan diri dari mereka dengan membawa anak itu. Demikian juga cerita yang dibawa oleh Ath Tabari, tapi ini tetap di ragukan; sebab

dia menyebut Muhammad dalam usianya itu, lampau kembali menyebut bahwa perihal itu terjadi tidak lama sebelum kenabiannya dan usianya empat puluh tahun.

Baik kaum orientalis maupun beberapa kalangan kaum Muslimin sendiri tidak merasa puas dengan cerita dua malaikat ini dan menganggap sumber itu lemah sekali. Yang memandang kedua laki-laki (malaikat) dalam cerita penulis-penulis sejarah itu hanya anak-anak yang baru dua tahun lebih sedikit umurnya.

Begitu juga umur Muhammad waktu itu. Akan tetapi sumber-sumber itu sependapat bahwa Muhammad tinggal di tengah-tengah Keluarga Sa’d itu sampai mencapai usia lima tahun. Andaikata peristiwa itu terjadi ketika dia berumur dua separuh tahun, dan ketika itu Halimah dan suaminya mengembalikannya kepada ibunya, tentulah terdapat pertentangan dalam dua sumber cerita itu yang tak dapat diterima.

Oleh lantaran itu beberapa penulis berpendapat, bahwa dia kembali dengan Halimah itu untuk ketiga kalinya. Dalam perihal ini Sir William Muir tidak mau menyebut cerita tentang dua orang berbaju putih itu, dan hanya menyebutkan, bahwa jika Halimah dan suaminya sudah menyadari adanya suatu gangguan kepada anak itu, maka mungkin saja

itu adalah suatu gangguan krisis urat-saraf, dan jika perihal itu tidak sampai mengganggu kesehatannya adalah lantaran corak tubuhnya yang baik.

Barangkali yang lainpun bakal berkata: Baginya tidak diperlukan lagi bakal ada yang harus

membelah perut alias dadanya, karena sejak dilahirkan Tuhan sudah mempersiapkannya agar menjalankan risalahNya. Dermenghem berpendapat, bahwa cerita ini tidak mempunyai dasar selain dari yang diketahui orang dari

teks ayat yang berbunyi:

"Bukankah sudah Kami lapangkan dadamu? Dan sudah Kami lepaskan beban dari kau? Yang telah memberati punggungmu?” (Qur’an

94: 1-3)

Apa yang telah diisyaratkan Qur’an itu adalah dalam makna rohani semata, yang maksudnya adalah membersihkan (menyucikan) dan mencuci hati yang bakal menerima Risalah Kudus, kemudian meneruskannya seikhlas-ikhlasnya, dengan menanggung segala beban lantaran Risalah yang berat itu. 

Selengkapnya
Kisah Nabi Muhammad Kecil Dibelah Dadanya
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting