Maulid Nabi 2026, Mengenang Kisah Pengarang Qasidah Burdah yang Mendunia

Intisari Islam Aug 22, 2026 07:31 PM 26

Kincai Media, Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1448 H alias bertepatan dengan  25-26 Agustus 2026, umat Islam di beragam daerah kembali menghidupkan tradisi pembacaan shalawat dan pujian kepada Rasulullah SAW. Salah satu karya yang begitu lekat dengan Maulid Nabi adakah Qasidah Burdah.

Qasidah Burdah merupakan syair berisi pujian, kecintaan, dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kasidah ini hingga sekarang kerap dilantunkan dalam majelis-majelis Maulid, pengajian, maupun beragam kegiatan keagamaan.

Pengarangnya adalah Imam al-Bushiri, yang mempunyai nama komplit Abu Abdillah Syarafuddin Muhammad bin Sa'id bin Hammad bin Muhsin bin Abdillah bin Shonhaji bin Hilal As-Shonhaji Al-Bushiry Al-Mishri. Ia dikenal sebagai ustadz sekaligus penyair terkemuka yang hidup di Mesir pada abad ke-13.

Imam al-Bushiri lahir pada 1211 M di Desa Dalas, salah satu desa Bani Yusuf di dataran tinggi Mesir. Ia kemudian tumbuh di Bushir, desa asal ayahnya. Dari nama daerah tersebutlah nisbah "al-Bushiri" disematkan kepadanya.

Ia wafat pada 1294 M dalam usia sekitar 87 tahun dan dimakamkan di dekat makam Syaikh Abil Abbas al-Mursi di Kota Iskandaria, Mesir. Namun, namanya terus dikenang hingga sekarang lantaran karya monumentalnya, Qasidah Burdah.

Kisah Sakit Parah Imam al-Bushiri

Di kembali kemasyhuran Qasidah Burdah terdapat kisah yang dalam tradisi umat Islam kerap dikaitkan dengan karomah dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dalam sejumlah riwayat yang berkembang, Imam al-Bushiri pernah mengalami penyakit berat hingga menyebabkan kelumpuhan. Kondisi tersebut membuatnya berada dalam keadaan susah dan nyaris kehilangan angan untuk mendapatkan kesembuhan.

Di tengah sakit yang dideritanya, al-Bushiri justru semakin memperbanyak shalawat dan menuangkan kecintaannya kepada Rasulullah SAW melalui syair. Dari keadaan tersebut lahirlah Qasidah Burdah, sebuah karya yang kemudian menjadi salah satu kasidah paling terkenal dalam tradisi Islam.

Menurut kisah yang masyhur, setelah menyelesaikan syair tersebut, Imam al-Bushiri bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpinya, dia membacakan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW dikisahkan berkenan dengan syair tersebut. Nabi kemudian menyelimuti Imam al-Bushiri dengan burdah alias jubah beliau.

Dalam riwayat lainnya, al-Bushiri apalagi disebut sempat berbincang dengan Rasulullah SAW dan membacakan syair hingga bait ke-51, yang diawali dengan:

Wa ma balaghal-'ilmu annahu basyarun...

Ketika sampai pada bait tersebut, Rasulullah SAW meminta al-Bushiri meneruskannya. Namun, al-Bushiri mengaku sudah tidak sanggup. Kemudian, Nabi Muhammad SAW menyempurnakan bait tersebut dengan kalimat:

Selengkapnya
Maulid Nabi 2026, Mengenang Kisah Pengarang Qasidah Burdah yang Mendunia
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting