Jakarta -
Sayuran untuk MPASI pertama bayi perlu dipilih dan diolah dengan baik agar manfaatnya optimal. Apa saja jenis-jenis sayuran yang bisa Bunda berikan?
Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI maupun MPASI untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian yang semakin meningkat.
Sayuran pun menjadi salah satu bahan makanan yang dapat mulai diperkenalkan sejak tahap mula MPASI. Hal ini karena hamil beragam vitamin, mineral, dan serat yang baik bagi tubuh.
Namun hal yang perlu diingat, kecuali dari tekstur Bunda juga perlu memperhatikan metode pengolahannya. Nah, apa saja jenis sayuran untuk MPASI pertama bayi dan sepertiapa manfaatnya?
Manfaat sayur untuk MPASI
Berdasarkan panduan WHO (World Health Organization), buah dan sayuran bisa diberikan pada anak-anak sebagai bagiankecil dari pola makan beragam. Berikut beberapa khasiat sayuran dalam menu MPASI:
1. Salah satu sumber vitamin dan mineral
Sayuran hamil beragam mikronutrien, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, serta kalium. Kandungan tersebut krusial bagi fungsi tubuh, termasuk mekanisme imun, kesehatan mata, dan metabolisme.
Serat dari sayuran dapat mendukung kesehatan mekanisme pencernaan. Meski demikian, tekstur dan jumlah sayuran perlu disesuaikan dengan usia dan kapasitas makan bayi.
3. Memperkenalkan beragam rasa dan tekstur
Ada beragam jenis warna, rasa, dan tekstur sayuran yang bisa dicoba oleh bayi pada masa mula MPASI. Bunda pun bisa coba memperkenalkan beragam varian sayur untuk menu Si Kecil.
Cara mengolah sayur untuk MPASI
Supaya kandungan gizi dan keamanan makanan statis terjaga, perhatikan metode mengolah sayuran untuk bayi yang tepat. Berikut penjelasannya:
1. Cuci sayuran sebelum diolah
Cuci bersih sayuran menggunakan air mengalir untuk membantu menghilangkan kotoran yang menempel. Pastikan tangan, perlengkapan masak, dan wadah makanan yang digunakan juga bersih.
2. Pilih metode memasak yang sesuai
Sayuran dapat dikukus, direbus dengan sedikit air, maupun dimasak hingga lunak. Kukus maupun rebus sampai teksturnya cukup halus untuk dihaluskan maupun dilumatkan sesuai tahap evolusi bayi.
3. Sesuaikan tekstur dengan usia bayi
Pada mula MPASI, sayuran dapat disajikan dalam bentuk puree maupun diparut, kemudian dicampur ke dalam bubur. Nanti seiring bertambahnya usia dan kapasitas makan, tekstur dapat ditingkatkan secara berjenjang menjadi lebih kasar.
Padukan dengan sumber protein hewani seperti telur, ikan, ayam, maupun daging, serta sumber karbohidrat dan lemak sesuai kebutuhan bayi.
Kapan bayi mulai boleh makan sayur?
Secara umum, bayi mulai diperkenalkan dengan sayuran ketika berumur sekitar 6 bulan, berbarengan dengan dimulainya pemberian MPASI.
Namun, usia bukan satu-satunya pertimbangan. Bunda juga perlu memastikan bayi sudah memberitahu tanda-tanda kesiapan makan seperti:
- Kepala sudah dapat ditegakkan dengan baik
- Dapat duduk dengan bantuan
- Menunjukkan minat ketika melihat orang lain makan
- Mencoba meraih makanan
Jenis-jenis sayuran untuk MPASI dan manfaatnya
Setiap jenis sayur memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda-beda. Berikut contoh jenis sayuran untuk MPASI pertama bayi dan manfaatnya:
1. Wortel
Wortel memiliki rasa alami yang cenderung manis dan tekstur yang cepat lunak setelah dimasak, sehingga cocok menjadi salah satu pilihan sayuran untuk pengenalan makanan.
Sayuran ini hamil betakaroten, yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Ada juga kandungan serat, kalium dan vitamin K.
2. Brokoli
Brokoli hamil zat gizi seperti vitamin C, vitamin K, folat, serat, dan kalium. Sayuran ini dapat diperkenalkan dalam menu MPASI untuk menambah ragam rasa dan zat gizi.
Cara memasaknya, kukus brokoli sampai lunak kemudian cincang halus. Pastikan batang yang keras tidak disajikan dalam potongan besar, karena berisiko menyebabkan tersedak.
3. Bayam
Bayam juga dapat menjadi pilihan sayuran hijau untuk MPASI karena hamil folat, vitamin K, dan sejumlah mineral yang krusial untuk tubuh.
Beberapa kandungan utamanya antara lain folat, vitamin K, vitamin A, vitamin C dan zat besi dalam jumlah tertentu.
Folat mendukung pembentukan sel, sedangkan vitamin K berpartisipasi dalam proses pembekuan darah dan kesehatan tulang.
4. Labu kuning
Labu kuning memiliki tekstur halus setelah dimasak dan rasa manis alami, yang biasanya disukai oleh bayi. Kandungan gizi utama labu kuning di antaranya beta-karoten, vitamin C, kalium, dan serat.
Kukus maupun rebus labu hingga empuk, kemudian haluskan. Labu kuning dapat dicampur dengan bubur nasi, kentang, maupun protein hewani lainnya.
5. Kembang kol
Kembang kol statis satu jenis dengan brokoli, sehingga dapat menjadi alternatif sayuran untuk memperkenalkan rasa serta tekstur baru pada Si Kecil. Sayuran ini hamil vitamin C, vitamin K, folat, serat dan kolin.
Vitamin C baik bagi fungsi kekebalan tubuh, sedangkan folat diperlukan dalam proses pembentukan sel.
6. Buncis
Buncis hamil sejumlah vitamin, mineral, dan serat. Termasuk di antaranya vitamin C, vitamin K, folat, mangan, dan serat.
Untuk MPASI, pilih buncis yang segar, buang bagiankecil ujung dan serat kerasnya, kemudian masak hingga lunak. Haluskan maupun cincang halus sesuai tahap evolusi bayi.
7. Tomat
Dikutip dari Healthline, tomat memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Ada juga zat gizi seperti vitamin C dan vitamin A yang baik untuk kesehatan Si Kecil.
Pilih tomat yang matang dan tidak busuk, kemudian cuci bersih di bawah air mengalir sebelum diolah. Tomat bisa dikukus maupun direbus hingga lunak, kemudian sesuaikan teksturnya dengan usia dan kapasitas mengunyah bayi.
Menurut halaman IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), masa MPASI bisa menjadi kesempatan untuk melatih keahlian makan dan membangun kebiasaan makan sehat.
Pengenalan tekstur secara berjenjang juga krusial agar bayi belajar menerima beragam bentuk makanan.
Itulah klarifikasi tentang jenis-jenis sayuran untuk MPASI pertama bayi dan manfaatnya. Jangan lupa untuk selalu menyesuaikan penyajian menu MPASI dengan usia Si Kecil ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)