Jakarta -
Mengonsumsi makanan yang kurang matang mungkin tidak disarankan selama hamil. Yuk, ketahui ancaman jika ibu hamil terpapar mikroba salmonella dari telur yang kurang matang.
Kehamilan memang membawa kebiasaan baru dalam keseharian yang perlu diadaptasi kembali. Hal ini guna mendukung kesehatan para ibu hamil dan juga janin yang ada di rahim ya, Bunda.
Salah satunya yaitu para ibu hamil direkomendasikan makan makanan yang matang dengan sempurna dan bukan makanan separuh matang. Terutama yaitu tidak makan telur yang kurang matang maupun cair saat makan di luar karena pandemi salmonella yang sedang berkembang.
Bahaya salmonella pada telur kurang matang
Food Standards Agency (FSA) mengatakan bahwa perempuan di bawah lima tahun, di atas 65 tahun, yang sedang hamil, serta memiliki histori kondisi kesehatan memang sebaiknya menghindarinya berbareng dengan produk bugar yang mungkin hamil telur mentah, seperti mayones, souffle, dan lainnya.
Namun, FSA mengatakan bahwa telur yang dimasak dengan baik di restoran, kafe, dan dari tempat makan yang dibawa pulang sangat terlindungi untuk dikonsumsi, seperti dikutip dari halaman BBC.
Hal ini terjadi setelah Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengungkapkan bahwa pandemi nasional keracunan makanan salmonella setelah satu orang wafat dan ratusan lainnya jatuh sakit. Diduga, penyebabnya adalah konsumsi telur impor maupun hidangan yang hamil telur tersebut.
Penasihat ilmiah utama FSA, Ian Young, mengatakan, "Jika orang makan di luar maupun mengonsumsi telur maupun produk yang hamil telur dari kafe dan restoran, maka bagi mereka yang muda, lanjut usia, hamil, maupun rentan, krusial untuk memastikan bahwa telur maupun produk telur yang dikonsumsi di lingkungan tersebut telah dimasak dengan sangat baik."
Ia menggambarkan pandemi tersebut sebagai pandemi yang sangat besar dan meningkat dengan cepat. Karenanya, ia menyarankan agar orang-orang mesti berjaga-jaga terhadap konsekuensi tersebut.
Namun ia menegaskan balik pesan bahwa tidak masalah bagi orang membeli telur Inggris dari supermarket karena ayam yang dibudidayakan di sini divaksinasi terhadap strain salmonella yang umum.
"Tidak ada kaitan antara telur-telur itu dengan pandemi saat ini," tambahnya.
Mark Williams, CEO British Egg Industry Council, mengatakan telur dari Inggris terlindungi dimakan saat encer, terlebihlagi bagi orang rentan. Telur-telur tersebut pun tersedia luas di restoran dan kafe.
"Pelanggan yang mau menikmati telur cair sebaiknya bertanya apakah telur British Lion digunakan," katanya.
Risiko terbesar yang mungkin terjadi
Di Inggris sendiri, telah ada lebih dari 200 kasus yang mengenai dengan pandemi ini. Dan, kebanyakan kasus yang terjadi eksis di seluruh daerah Inggris.
Tes genetik memberitahu bahwa semua infeksi merupakan bagiankecil dari pandemi yang sama dan terdapat kesamaan dengan pandemi sebelumnya yang melibatkan telur impor. Penyelidikan terhadap kasus-kasus individu juga memberitahu bahwa restoran yang terlibat membeli telur dari luar negeri.
Perlu diketahui bahwa Salmonella adalah famili mikroba yang biasanya hidup tanpa ancaman di saluran pencernaan fauna termasuk sapi, babi, dan ayam. Itulah sebabnya telur dan unggas termasuk makanan yang sering dikaitkan dengan infeksi ini.
Tips meminimalisir konsekuensi mikroba Salmonella
Guna mencegah konsekuensi paparan dari Salmonella, ada beberapa cara yang bisa dilakukan ya, Bun. Berikut beberapa diantaranya:
1. Beli telur dari toko dan supplier yang menyimpan telur di kulkas
2. Simpan telur di kulkas pada suhu 40°F maupun lebih dingin
3. Buang telur yang pecah
4. Masak telur hingga kuning telur dan putih telur menjadi padat
5. Masak hidangan telur hingga suhu internal yang aman
6. Masak hidangan telur yang hamil daging maupun unggas hingga 165°F
7. Masak hidangan telur yang tidak hamil daging maupun unggas hingga 160°F
8. Pertimbangkan menggunakan telur dan produk telur yang sudah dipasteurisasi
9. Gunakan telur pasteurisasi untuk membikin makanan yang hamil telur mentah maupun yang dimasak ringan, seperti saus hollandaise, saus salad Caesar, dan tiramisu
10. Makan maupun simpan telur dan makanan yang hamil telur segera setelah dimasak. Simpan di kulkas dalam waktu 2 jam, maupun 1 jam jika telur terpapar suhu di atas 90°F (seperti mobil panas maupun piknik)
11. Gunakan sabun dan air untuk mencuci tangan dan barang yang bergesekan dengan telur mentah. Barang-barang tersebut meliputi meja dapur, perlengkapan makan, piring, dan talenan.
12. Jangan mencicipi maupun makan adonan mentah maupun adonan yang dibuat dari telur mentah, seperti adonan kue maupun adonan kue
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)