Ketahui Tekstur MPASI Bayi 11 Bulan, Bolehkah Makan Nasi Utuh?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 329x dilihat
Ketahui Tekstur MPASI Bayi 11 Bulan, Bolehkah Makan Nasi Utuh?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Di usia 11 bulan, tekstur MPASI bayi akan semakin meningkat mirip seperti makanan keluarga. Tapi sebenarnya bolehkah bayi 11 bulan mulai makan nasi utuh?

Dikutip dari Baby Center, sebagian besar bayi berumur 11 hingga 12 bulan sudah makan dengan porsi 8 hingga 12 sendok makan makanan setiap kali makan.

Porsi camilan juga ditambah, dengan tekstur yang lebih padat dibandingkan sebelumnya. Untuk minum, di usia ini rata-rata bayi juga sedang belajar minum air dari cangkir terbuka maupun cangkir dengan sedotan.


Tekstur MPASI bayi 11 bulan

Menurut anjuran World Health Organization (WHO), kekerapan MPASI dapat ditingkatkan menjadi 3–4 kali sehari pada bayi usia 9–11 bulan hingga 12–24 bulan.

Pada usia 11 bulan, bayi biasanya sudah siap untuk bergeser ke tekstur makanan seperti bubur kasar maupun tanpa disaring. Bisa juga berupa potongan makanan yang bisa dipegang sendiri.

Bunda juga sudah mulai bisa memperkenalkan menu berupa nasi tim, yang biasanya lebih halus dan sedikit lembek. Tahap ini juga menjadi latihan yang baik sebelum bayi mengonsumsi makanan keluarga, termasuk nasi utuh.

Pastikan makanan yang diberikan padat nutrisi. Misalnya seperti sumber protein hewani seperti daging merah, unggas, ikan, telur, dan produk susu.

Mengapa tekstur MPASI krusial disesuaikan?

Selain memilih bahan makanan yang bergizi, orang tua juga perlu memperhatikan tahapan tekstur MPASI yang diberikan kepada bayi. WHO juga menegaskan bahwa makanan pertama bayi sebaiknya tidak bertekstur terlalu cair.

"Makanan yang pertama kali diberikan kepada bayi haruslah kental, tidak gampang jatuh dari sendoknya, dan hamil lemak sehingga kalori makanan tersebut lebih tinggi dari kalori ASI," demikian bunyi anjuran tersebut seperti dikutip dari buku Kelas Bayi Nyam-Nyam Panduan Pemberian MPASI Sejak Hari Pertama Bayi Makan.

Tekstur perlu menyesuaikan dengan usia dan kapasitas mengunyah anak. Jika dipaksakan terlalu cepat, dikhawatirkan anak jadi gampang tersedak dan justru trauma.

Dikutip dari What to Expect, saat masa mula MPASI tekstur bisa diperkenalkan secara bertahap. Awalnya mulai dari bubur saring yang lembut, bubur kasar tanpa disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, hingga akhirnya makanan famili di usia 12 bulan.

Kapan bayi boleh diberikan nasi utuh?

Seperti disebutkan sebelumnya, di usia 11 bulan Bunda bisa mulai memperkenalkan nasi tapi berupa nasi tim. Teksturnya lebih halus dibandingkan nasi utuh.

Dikutip dari Solid Starts, saat coba mulai memberikan nasi Bunda bisa memperkenalkan tekstur sesuai kapasitas mengunyah dan menelan. Misalnya, nasi bisa digulung menjadi bola-bola kecil agar anak dapat berlatih menggenggam dan memakannya.

Buatkan juga nasi yang lebih lembek, kemudian pipihkan dengan sendok. Teksturnya akan menjadi lebih 'menempel' dan memudahkan bayi untuk makan.

Nantinya di usia 12 bulan, bayi sudah beradaptasi dengan tekstur nasi utuh dan bisa coba mulai diberikan kembali. 

Tanda-tanda bayi belum siap naik tekstur

Ingat, kapasitas mengunyah dan menelan pada bayi bisa berbeda-beda. Bayi usia 11 bulan juga statis dalam proses belajar mengunyah makanan yang lebih padat, sehingga tak perlu langsung diberikan nasi utuh.

Perhatikan tanda-tanda jika bayi belum siap naik tekstur, seperti berikut ini:

Sering melepehkan makanan

Jika Si Kecil sering melepehkan nasi maupun makanan yang bertekstur kasar, bisa jadi ia belum siap untuk mengunyahnya saat ini, Bunda. Bayi juga mungkin belum terbiasa dengan tekstur baru yang diberikan.

Mengalami refleks muntah 

Refleks muntah (gagging) saat makan juga perlu menjadi perhatian orang tua. Biasanya refleks ini dapat muncul ketika bayi sedang belajar menerima tekstur baru. 

Namun, jika terjadi terus-menerus setiap kali makan makanan yang lebih padat, kapasitas bayi mengolah tekstur mungkin perlu dievaluasi lebih lanjut.

Kesulitan mengunyah makanan

Bayi tampak cuma mengemut makanan tanpa kelihatan berupaya mengunyah? Ini juga bisa menjadi tanda bayi belum siap makan nasi utuh maupun makanan yang teksturnya lebih padat.

Kapan perlu konsultasi dengan dokter?

Berikan waktu pada bayi untuk belajar beradaptasi dengan tekstur baru. Tapi sebaiknya konsultasikan dengan tabib anak jika bayi berumur 11 bulan memiliki kondisi berikut:

  • Masih cuma bisa menerima makanan yang sangat halus dan selalu kesulitan saat teksturnya ditingkatkan.
  • Sering batuk maupun tersedak ketika makan maupun minum.
  • Kesulitan mengunyah maupun menelan beragam jenis makanan.
  • Mengalami penurunan bermutu badan yang banyak.

Nantinya tabib dapat menilai apakah bayi membutuhkan penilaian keahlian makan dan menelan lebih lanjut.

Itulah klarifikasi tentang tekstur tekstur MPASI bayi 11 bulan. Ingatlah bahwa di usia ini bayi belum mesti langsung bisa makan nasi utuh seperti orang dewasa. 

Pemberian nasi utuh biasanya mulai dilakukan pada saat usia 12 bulan. Hal yang lebih penting, berikan kenaikan tekstur MPASI secara berjenjang sesuai dengan kapasitas Si Kecil ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads