Anak Susah Tidur? Pola Makan Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Penyebabnya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 32x dilihat
Anak Susah Tidur? Pola Makan Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Penyebabnya

Bagikan Postingan

Tidur sangatlah krusial bagi anak-anak dan remaja. Ini karena dampaknya terhadap evolusi mental maupun fisik, Bunda. Tidur merupakan waktu untuk pemulihan serta saat bagi tubuh anak untuk mengisi balik daya dan menyimpan keterangan yang telah mereka pelajari sepanjang hari.

Selama fase tidur nyenyak non-REM (deep sleep), daya tubuh dipulihkan, proses pertumbuhan dan perbaikan sel terjadi, serta hormon-hormon krusial untuk evolusi otak dilepaskan.

Dilansir Texas Children's Hospital, jika anak kurang tidur, maka dapat melemahkan mekanisme kekebalan tubuh dan berakibat negatif pada kondisi hati dan perilaku, serta menghalangi prestasi anak di sekolah. Tidur yang berkualitas merupakan elemen vital dan krusial dalam corak hidup sehat.


Terkait hal ini, kualitas tidur dan pola makan rupanya saling berhubungan erat, Bunda. Pola makan anak, terutama pada waktu menjelang malam, dapat sangat memengaruhi kapasitas tubuh untuk terlelap.

Pola makan yang buruk bikin anak sulit tidur

Penelitian memberitahu bahwa anak-anak tidur lebih nyenyak ketika kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi. Makanan tidak sehat seperti makanan olahan sering kali kekurangan vitamin dan mineral penting, yang berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi serta menyulitkan tubuh memproduksi melatonin yaitu hormon alami tubuh yang mengatur tidur.

Mengonsumsi beragam jenis makanan memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang mendukung kualitas tidur yang baik. Di samping itu, jika anak-anak tidur dengan nyenyak, orang dewasa di sekitarnya pun cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

Kemudian, dikutip dari Natural Super Kids, beberapa aspek yang paling lazim yang pengaruhi kualitas tidur adalah konsumsi gula maupun karbohidrat olahan serta bahan tambahan makanan.

Anak-anak yang mengalami masalah tidur sering kali mengonsumsi terlalu banyak gula dan/atau karbohidrat olahan, terutama menjelang akhir hari. Gula bisa masuk ke dalam asupan tanpa disadari, misalnya melalui saus pasta bungkusan saat makan malam, jus buah, maupun terlebihlagi buah-buahan yang tinggi kandungan gulanya.

Bagi anak-anak yang lebih sensitif, porsi besar nasi, pasta, maupun kentang saat makan malam pun dapat mengganggu siklus tidur mereka. Ditambah, gula dan karbohidrat olahan dapat mengganggu keseimbangan kadar gula darah. Jika kadar gula darah anak tinggi, mereka akan kesulitan untuk mulai tidur. Namun, ketika kadar gula darah tersebut turun di kemudian hari pada malam itu, hal tersebut juga dapat menyebabkan mereka terbangun.

Untuk itu, coba untuk mengurangi jenis-jenis makanan ini menjelang malam. Fokuskan menu makan malam pada protein serta banyak sayuran maupun salad. Perubahan sederhana pun bisa membantu,  misalnya, ganti pasta maupun nasi putih dengan pilihan biji-bijian utuh (whole grain).

Memenuhi kebutuhan cairan juga penting, terutama air putih, karena hidrasi memengaruhi suhu tubuh dan, pada gilirannya, kualitas tidur.

Kualitas tidur pengaruhi fokus anak di sekolah

Kualitas tidur anak juga dapat memengaruhi emosi dan pola makan mereka pada keesokan harinya. Kualitas tidur yang buruk memengaruhi konsentrasi, daya ingat, dan perilaku pada hari berikutnya.

Jika anak-anak tidur satu jam lebih lambat dari biasanya, keesokan harinya mereka bisa menjadi lebih gampang marah, sulit memusatkan perhatian, dan lebih sulit menyerap pelajaran.

Mengutip dari BBC, dalam survei yang dilakukan oleh British Nutrition Foundation, sepertiga (32 persen) anak sekolah alas (usia tujuh tahun ke atas) melaporkan tidur kurang dari sembilan jam pada malam sebelumnya; durasi ini eksis di bawah anjuran waktu tidur untuk usia mereka.

Menurut sebuah studi tahun 2022 yang melibatkan anak-anak dan remaja di Inggris, hampir enam dari sepuluh (57 persen) remaja putri berumur 15 tahun melaporkan kurang tidur, sehingga mereka tidak merasa cukup bugar untuk berkonsentrasi pada tugas sekolah.

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads